Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PEMANFAATAN MEDIA SOSIAL INSTAGRAM DAN TIKTOK SEBAGAI MEDIA PROMOSI (STUDI DESKRIPTIF I SEE YOU GLASSES PURWOKERTO) Yusyifa Awwalina, Asri; Miskiyah, Etnalyana; Muji, Atipa; Nurmahyati, Siti
Merdeka Indonesia Jurnal International Vol 4 No 1 (2024): MIJI : Merdeka Indonesia Journal International
Publisher : Merdeka Indonesia Jurnal International

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5555/miji.v4i1.110

Abstract

Pemanfaatan media sosial di era sekarang menjadi hal yang penting bagi promosi oleh perusahaan dan pelaku bisnis dalam mempromosikan produk dan jasa yang ditawarkan. Platform yang banyak digunakan saat ini diantaranya Instagram dan TikTok sebab dari konten yang diproduksi guna mempromosikan produk beserta jasa yang ditawarkan, konten visual yang menarik seperti foto, video yang dapat menarik perhatian audiens sehingga promosi tersampaikan lebih efektif. Kedua platfrom baik Instagram maupun TikTok memungkinkan adanya interaksi serta engagement antara pelaku usaha dengan konsumen baik melalui like, komentar dan share sehingga terbangun hubungan antara perusahaan dengan konsumen.
KONSTRUKSI SOSIAL DAN KEADILAN GENDER DALAM FENOMENA ELDEST DAUGHTER SYNDROME (EDS): KAJIAN PERSPEKTIF FEMINISME ISLAM Yusyifa Awwalina, Asri; Saefulloh, Aris
Hujjah: Jurnal Ilmiah Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 9 No. 2 (2025): Hujjah: Jurnal Ilmiah Komunikasi dan Penyiaran Islam
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Al Ghazali Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52802/hjh.v9i2.1863

Abstract

Abstract Eldest Daughter Syndrome (EDS is a phenomenon that describes the emotional burden and excessive responsibility often felt and borne by the first daughter in a family. This study aims to explore the EDS phenomenon through two perspectives, namely Alfred Adler's birth order theory and how this phenomenon is viewed through the perspective of Islamic feminism, which refers to the principle of gender equality in the Qur'an. The results of the exploration show that the EDS phenomenon is in line with the typology of firstborn children in the birth order theory proposed by Alfred Adler. However, when referring to verses in the Qur'an, this study argues that the EDS phenomenon arises due to socio-cultural constructs, including families that place unbalanced role expectations on firstborn daughters, which contradicts the Qur'anic text that upholds the values of justice and compassion. This study emphasizes the importance of reinterpreting values within the family to align with the Islamic principle of justice, which frees women from gender-based structural burdens. Keywords: Eldest Daughter Syndrome, Birth Order, Gender, Feminism, Islamic Perspektif Abstrak Eldest Daughter Syndrome (EDS) merupakan sebuah fenomena yang menggambarkan beban emosional dan tanggung jawab berlebih yang seringkali dirasakan dan dipikul oleh anak perempuan pertama dalam keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi fenomena EDS melalui dua perspektif, yakni teori urutan kelahiran Alfred Adler dan bagaimana fenomena ini dilihat melalui perspektif feminisme Islam yang merujuk pada prinsip keadilan gender di dalam Al-Qur’an. Hasil eksplorasi menunjukkan bahwa fenomena EDS ini selaras dengan tipologi anak sulung dalam teori urutan kelahiran yang dikemukakan oleh Alfred Adler. Namun apabila merujuk pada ayat Al-Qur’an, penelitian ini berargumen bahwa fenomena EDS ini muncul disebabkan konstruksi sosial budaya termasuk keluarga yang menempatkan ekspektasi peran yang tidak seimbang bagi anak perempuan pertama, dan hal tersebut bertolak belakang dengan teks Al-Qur’an yang menjunjung tinggi nilai keadilan dan kasih sayang. Penelitian ini menegaskan pentingnya reinterpretasi nilai dalam keluarga agar selaras dengan prinsip keadilan Islam yang membebaskan perempuan dari beban struktural berbasis gender Kata kunci: Eldest Daughter Syndrome, Urutan Kelahiran, Gender, Feminisme, Perspektif Islam