Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Edukasi Alat Pelindung Diri (APD) dan Alat pelindung Kerja (APK) pada Pekerja Konstruksi di Kabupaten Deli Serdang EL- Matury, Herlina Jamaluddin
Jurnal Pengabdian Masyarakat Putri Hijau Vol 4 No 1 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat Putri Hijau
Publisher : INSTITUT KESEHATAN DELI HUSADA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36656/jpmph.v4i1.1639

Abstract

Tingkat tpenerapan kesehatan dan keselamatan kerja masih jauh dari yang diharapkan padahal tenaga kerja sebagai aset perusahaan memerlukan perlindungan untuk meningkatkan produktivitas guna menunjang perkembangan perusahaan. Kecelakaan kerja di konstruksi akibat dari kurang dipenuhinya persyaratan dalam pelaksanaan keselamatan dan kesehatan kerja (K3), kurangnya kesadaran perusahan dan tenaga kerja tentang risiko yang dapat ditanggung, dan pelaksana project mengabaikan keselamatan dan kesehatan kerja. Pemakaian alat pelindung diri dan alat pelindung kerja merupakan hal yang wajib dilakukan oleh tenaga kerja konstruksi untuk melindungi pekerja dan pekerjaan konstruksi.
Edukasi Regulasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja Konstruksi pada Pekerja Konstruksi di Sumatera Utara EL- Matury, Herlina Jamaluddin
Jurnal Pengabdian Masyarakat Putri Hijau Vol 4 No 2 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat Putri Hijau
Publisher : INSTITUT KESEHATAN DELI HUSADA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36656/jpmph.v4i2.1702

Abstract

The level of implementation of occupational health and safety is still far from what was expected, even though the workforce as a company asset requires protection to increase productivity to support the company's development. Work accidents in construction result from a lack of compliance with requirements for implementing occupational safety and health (K3), a lack of awareness by companies and workers about the risks that can be borne, and project implementers ignoring occupational safety and health. The use of personal protective equipment and work protective equipment is mandatory for construction workers to protect workers and construction work
Construction Safety Risk Education for Construction Supervisors and Contractors in Deli Serdang Regency EL- Matury, Herlina Jamaluddin
Jurnal Pengabdian Masyarakat Putri Hijau Vol 5 No 1 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat Putri Hijau (JPMPH)
Publisher : INSTITUT KESEHATAN DELI HUSADA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36656/jpmph.v5i1.2038

Abstract

This article presents the results of a community service program aimed at providing education on construction safety risks to supervisors and service providers in Deli Serdang Regency. Given the high rate of workplace accidents in the construction sector, this program is designed to enhance understanding and awareness of the importance of occupational safety. The methods employed include training, interactive discussions, and direct outreach at project sites. eval_uation results indicate a significant improvement in participants' understanding of safety procedures and risk management. Additionally, participants also showed positive changes in their attitudes toward the implementation of safety practices on-site. This program is expected to contribute to the creation of a better safety culture in the construction industry in Deli Serdang Regency. Through continuous educational efforts, it is hoped that the rate of workplace accidents can be minimized, thereby creating a safer working environment for all workers in this sector.
Occupational Safety and Health Standard of Office at PT. Bank XYZ Tower Building Medan EL- Matury, Herlina Jamaluddin
Jurnal Penelitian Kesmasy Vol 7 No 1 (2024): JURNAL PENELITIAN KESMASY
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Institut Kesehatan Deli Husada Delitua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36656/jpksy.v7i1.1873

Abstract

The office work environment is deemed as 'safe and healthy'. Less effort is taken to manage the health hazards that lie hidden therein proactively. moreover, the effects of these hazards take time to manifest and, in many cases, irreversible damage to workers' health has already been done. Methods: A quantitative study, descriptive and observational approach was conducted under the research objective to assess the Occupational Safety and Health (OSH) Standard of Office at PT. Bank XTZ Tower Building in Medan City, from February to July 2022. The self-assessment form checklist is based on the Regulation of the Minister of Health of the Republic of Indonesia Number 48 of 2016 concerning Work Health and Safety Standards in the Office. Results: The findings show that the implementation of office safety and health standards at PT. Bank XYZ is 71% (Good). Conclusion: The OSH standard of the office has been implemented, there are aspects of the OSH Policy, implementation of Occupational Safety and Health Aspects, Ergonomic Aspects, and Work Environment Aspects.
SOSIALISASI PELAKSANAAN PEMANTAUAN DAN EVALUASI PENERAPAN SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN KONSTRUKSI (SMKK) PADA PROYEK REHABILITASI DAN RENOVASI STADION TELADAN EL- Matury, Herlina Jamaluddin
Jurnal Pengabdian Masyarakat Putri Hijau Vol 5 No 4 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat Putri Hijau (JPMPH)
Publisher : INSTITUT KESEHATAN DELI HUSADA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36656/jpmph.v5i4.2623

Abstract

Keselamatan konstruksi merupakan aspek penting dalam penyelenggaraan jasa konstruksi untuk menjamin perlindungan tenaga kerja, mutu hasil pekerjaan, dan keberlanjutan pembangunan. Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK) menjadi instrumen utama dalam mengatur penerapan standar keselamatan di setiap tahapan pekerjaan. Namun, implementasi di lapangan seringkali masih menghadapi tantangan, baik dari sisi kelengkapan dokumen maupun penerapannya secara konsisten. Kegiatan sosialisasi, pemantauan, dan evaluasi penerapan SMKK dilaksanakan melalui tahapan penyampaian materi oleh narasumber, diskusi, serta pemantauan langsung di Proyek Rehabilitasi dan Renovasi Stadion Teladan Medan. Data diperoleh dari hasil observasi dan telaah dokumen SMKK yang disusun oleh penyedia jasa konstruksi. Hasil pemantauan menunjukkan bahwa sebagian besar dokumen SMKK telah tersedia, namun masih terdapat beberapa kekurangan, terutama pada aspek kelengkapan bukti implementasi dan konsistensi pelaporan. Sosialisasi berhasil meningkatkan pemahaman peserta mengenai pentingnya penerapan SMKK serta memperkuat komitmen dalam pelaksanaannya. Kegiatan ini memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kesadaran dan pemahaman seluruh pihak terkait pentingnya SMKK. Rekomendasi yang dihasilkan diharapkan dapat memperbaiki kelemahan yang ada, sehingga penerapan SMKK di proyek dapat berjalan lebih efektif dalam menjamin keselamatan, mutu, dan keberlanjutan konstruksi.
SOSIALISASI BANTUAN HIDUP DASAR KEPADA PEGAWAI TENAGA KESEHATAN DI RUMAH SAKIT UMUM SEMBIRING EL- Matury, Herlina Jamaluddin
Jurnal Pengabdian Masyarakat Putri Hijau Vol 5 No 4 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat Putri Hijau (JPMPH)
Publisher : INSTITUT KESEHATAN DELI HUSADA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36656/jpmph.v5i4.2640

Abstract

Sosialisasi Bantuan Hidup Dasar (BHD) merupakan upaya penting dalam meningkatkan kesiapsiagaan pegawai tenaga kesehatan di rumah sakit terhadap kondisi gawat darurat, khususnya kasus henti jantung dan gangguan pernapasan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dasar peserta, sehingga mereka mampu memberikan pertolongan pertama secara cepat sebelum tim medis tiba. Metode yang digunakan meliputi penyampaian materi, praktik langsung dengan media manikin, serta evaluasi melalui tes teori dan praktik. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai konsep dasar BHD serta kemampuan melakukan tindakan dasar, seperti kompresi dada dan menjaga jalan napas sesuai standar. Antusiasme peserta dalam diskusi dan praktik juga mencerminkan efektivitas metode pelatihan. Dengan demikian, sosialisasi BHD terbukti menjadi strategi yang efektif dalam membangun kesiapsiagaan, meningkatkan keselamatan pasien, serta memperkuat budaya tanggap darurat di lingkungan rumah sakit.