Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

EVALUASI PROGRAM BANTUANPENGUATAN BUDAYA KERJA SMKDI JAWA TENGAH Rahmatullah, Noris
Jurnal Penelitian Kebijakan Pendidikan Vol 16 No 1 (2023)
Publisher : Pusat Standar dan Kebijakan Pendidikan, BSKAP, Kemendikbudristek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpkp.v16i1.620

Abstract

Program Bantuan Pemerintah Fasilitasi Sekolah yang Mendapatkan Penguatan Budaya Kerja dilaksanakan pada tahun 2020 kepada 170 SMK di seluruh Indonesia. Program ini bertujuan membantu SMK memperkuat budaya kerja melalui pelibatan dunia kerja yang sesuai dengan kompetensi keahlian di SMK. Penelitian ini bertujuan untuk melihat ketercapaian tujuan program. Penelitian evaluasi ini menggunakan model evaluasi Goal Oriented yang dikenalkan oleh Tyler. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan dokumentasi. Responden yang dijadikan sumber data adalah kepala sekolah atau pengelola program bantuan di SMK. Teknik analisis data menggunakan statistik deskriptif yang menjabarkan data-data dalam bentuk persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerima bantuan termotivasi untuk menyusun dan menjalankan program. Peserta didik dari sekolah penerima bantuan termotivasi dan antusias dalam mengikuti program. Pembentukan generasi muda tangguh terlihat dari penerapan budaya kerja kepada seluruh warga sekolah yang didukung oleh orang tua peserta didik. Dapat disimpulkan bahwa program bantuan penguatan budaya kerja tahun 2020 di Provinsi Jawa Tengah berjalan dengan baik. Tujuan program telah terlaksana dengan baik. Seluruh sekolah penerima bantuan melaksanakan program dan mengimplementasikan budaya kerja di sekolah. Sekolah melibatkan dunia kerja dalam merancang dan melaksanakan program budaya kerja.
EVALUASI PROGRAM BANTUANPENGUATAN BUDAYA KERJA SMKDI JAWA TENGAH Rahmatullah, Noris
Jurnal Penelitian Kebijakan Pendidikan Vol 16 No 1 (2023)
Publisher : Pusat Standar dan Kebijakan Pendidikan, BSKAP, Kemendikbudristek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpkp.v16i1.620

Abstract

Program Bantuan Pemerintah Fasilitasi Sekolah yang Mendapatkan Penguatan Budaya Kerja dilaksanakan pada tahun 2020 kepada 170 SMK di seluruh Indonesia. Program ini bertujuan membantu SMK memperkuat budaya kerja melalui pelibatan dunia kerja yang sesuai dengan kompetensi keahlian di SMK. Penelitian ini bertujuan untuk melihat ketercapaian tujuan program. Penelitian evaluasi ini menggunakan model evaluasi Goal Oriented yang dikenalkan oleh Tyler. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan dokumentasi. Responden yang dijadikan sumber data adalah kepala sekolah atau pengelola program bantuan di SMK. Teknik analisis data menggunakan statistik deskriptif yang menjabarkan data-data dalam bentuk persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerima bantuan termotivasi untuk menyusun dan menjalankan program. Peserta didik dari sekolah penerima bantuan termotivasi dan antusias dalam mengikuti program. Pembentukan generasi muda tangguh terlihat dari penerapan budaya kerja kepada seluruh warga sekolah yang didukung oleh orang tua peserta didik. Dapat disimpulkan bahwa program bantuan penguatan budaya kerja tahun 2020 di Provinsi Jawa Tengah berjalan dengan baik. Tujuan program telah terlaksana dengan baik. Seluruh sekolah penerima bantuan melaksanakan program dan mengimplementasikan budaya kerja di sekolah. Sekolah melibatkan dunia kerja dalam merancang dan melaksanakan program budaya kerja.
EVALUASI PROGRAM BANTUANPENGUATAN BUDAYA KERJA SMKDI JAWA TENGAH Rahmatullah, Noris
Jurnal Penelitian Kebijakan Pendidikan Vol 16 No 1 (2023)
Publisher : Pusat Standar dan Kebijakan Pendidikan, BSKAP, Kemendikbudristek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpkp.v16i1.620

Abstract

Program Bantuan Pemerintah Fasilitasi Sekolah yang Mendapatkan Penguatan Budaya Kerja dilaksanakan pada tahun 2020 kepada 170 SMK di seluruh Indonesia. Program ini bertujuan membantu SMK memperkuat budaya kerja melalui pelibatan dunia kerja yang sesuai dengan kompetensi keahlian di SMK. Penelitian ini bertujuan untuk melihat ketercapaian tujuan program. Penelitian evaluasi ini menggunakan model evaluasi Goal Oriented yang dikenalkan oleh Tyler. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan dokumentasi. Responden yang dijadikan sumber data adalah kepala sekolah atau pengelola program bantuan di SMK. Teknik analisis data menggunakan statistik deskriptif yang menjabarkan data-data dalam bentuk persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerima bantuan termotivasi untuk menyusun dan menjalankan program. Peserta didik dari sekolah penerima bantuan termotivasi dan antusias dalam mengikuti program. Pembentukan generasi muda tangguh terlihat dari penerapan budaya kerja kepada seluruh warga sekolah yang didukung oleh orang tua peserta didik. Dapat disimpulkan bahwa program bantuan penguatan budaya kerja tahun 2020 di Provinsi Jawa Tengah berjalan dengan baik. Tujuan program telah terlaksana dengan baik. Seluruh sekolah penerima bantuan melaksanakan program dan mengimplementasikan budaya kerja di sekolah. Sekolah melibatkan dunia kerja dalam merancang dan melaksanakan program budaya kerja.
Membangun Relevansi Dunia Industri dan Dunia Pendidikan Melalui Praktik Kerja Lapangan: Temuan dan Strategi Pengembangan Maryani, Fauziah; Rahmatullah, Noris; Burhan; Zulfitria; Safitri, Dinda
Jurnal Pembelajaran Inovatif Vol. 8 No. 2 (2025): Jurnal Pembelajaran Inovatif
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JPI.082.01

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan PKL melalui aspek perencanaan, implementasi, dan evaluasi di Sekolah Menengah Kejuruan pada berbagai bidang keahlian, seperti Teknologi Informasi, Teknologi Manufaktur dan Rekayasa, Teknologi Konstruksi & Properti, Energi & Pertambangan, Bisnis Manajemen, Pariwisata, Seni & Industri Kreatif, Kesehatan, Agribisnis, dan Kemaritiman. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik wawancara dan Focus Group Discussion (FGD) pada 30 SMK di wilayah DKI Jakarta, Jawa dan Bali. hasil penelitian menunjukkan perencanaan, implementasi dan evaluasi PKL pada sekolah sample telah berjalan dengan baik sesuai dengan panduan pelaksanaan PKL yang diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Rekomendasi dari penelitian ini adalah perlu adanya kolaborasi antara sekolah dan dunia kerja dalam setiap tahapan seperti penyusunan kurikulum bersama, penempatan siswa PKL, serta dalam hal pemantauan dan evaluasi yang menyeluruh dengan pendekatan yang lebih terstruktur dan kolaboratif, PKL merupakan salah satu strategi yang efektif untuk mengatasi kesenjangan kompetensi lulusan SMK dengan kebutuhan dunia kerja yang dinamis dan kompetitif.
PRAKTIK KERJA LAPANGAN SEBAGAI MATA PELAJARAN DI SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN Rahmatullah, Noris; Pratiwi Dharma, Agricynthia; Aramitha Safitri, Dinda
Jurnal Pembelajaran Inovatif Vol. 8 No. 2 (2025): Jurnal Pembelajaran Inovatif
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JPI.082.05

Abstract

This study aims to see how the implementation of On Job Training (PKL) as a school subject in Vocational High School (SMK). This study uses a quantitative approach with a descriptive research type. The data sources for this study were 853 SMK educational units spread across 31 provinces. The results of the study were 84.53% of the PKL implementation time in accordance with the guidelines, 99.50% of the PKL implementation was offline. During the implementation of PKL, 99.18% supervising teachers provided assistance either online, offline, or a combination of online and offline. For the PKL assessment component, schools used PKL journals, reports, presentations, and competency tests as PKL assessment components. The conclusion of this study is that schools are able to implement PKL as a subject in accordance with the guidelines by the Ministry of Education, Culture, Research, and Technology.