Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas program pelatihan yang bertujuan meningkatkan manajemen pengobatan diabetes yang benar pada anggota Posyandu lanjut usia di Desa Warurejo, Kecamatan Balerejo, Kabupaten Madiun, Jawa Timur. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode campuran, menggabungkan survei kuantitatif dan wawancara kualitatif, untuk menilai dampak intervensi terhadap pengetahuan, sikap, dan perilaku peserta terkait manajemen pengobatan diabetes. Analisis kuantitatif menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam skor kepatuhan pengobatan dan tingkat pengetahuan di antara peserta yang mengikuti program pelatihan. Temuan kualitatif memperjelas pengalaman dan persepsi peserta terhadap intervensi, menyoroti perannya dalam meningkatkan pemahaman, efikasi diri, dan jaringan dukungan sosial untuk pengelolaan diabetes. Kelebihan penelitian ini mencakup latar belakang masyarakat, kepekaan budaya, dan keterlibatan partisipan, sedangkan keterbatasannya mencakup potensi bias pengambilan sampel dan ketergantungan pada pengukuran yang dilaporkan sendiri. Secara keseluruhan, penelitian ini menggarisbawahi potensi transformatif dari intervensi pendidikan yang disesuaikan dalam memberdayakan populasi lansia untuk mengelola diabetes secara efektif dan meningkatkan hasil kesehatan di daerah pedesaan.