Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Persepsi Peternak terhadap Pengobatan Haemonchosis pada Domba dengan Serbuk Buah Mengkudu (Morinda citrifolia) di Desa Ngadirojo, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang: The Farmers' Perceptions on The Treatment of Haemonchosis in The Sheep Using Powder of Noni (Morinda citrifolia) in Ngadirojo Village, Secang Sub District, Magelang District Purwo Widiarso, Budi; Prihati, Gesang Adil; Akimi
Jurnal Penyuluhan Vol. 19 No. 02 (2023): Jurnal Penyuluhan
Publisher : Department of Communication and Community Development Sciences and PAPPI (Perhimpunan Ahli Penyuluhan Pembangunan Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25015/19202344219

Abstract

Penelitian dilakukan di Desa Ngadirejo, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang. Tujuan penelitian menganalisis persepsi peternak terhadap pengobatan haemonchosis pada domba menggunakan serbuk buah mengkudu (Morinda citrifolia) dan mengetahui hubungan karakteristik peternak terhadap persepsi peternak dalam pengobatan haemonchosis pada domba dengan serbuk buah mengkudu (Morinda citrifolia). Desain kajian yang digunakan yaitu one-shot case study, menggunakan 35 responden dipilih mengunakan metode sensus. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dan analisis regresi linear berganda. Variabel dalam kajian ini terdiri dari variabel independen yaitu faktor internal umur, tingkat pendidikan, pengalaman beternak dan faktor eksternal intensitas penyuluhan serta variabel dependen yaitu persepsi peternak. Hasil analisis menunjukkan bahwa persepsi peternak terhadap pengobatan haemonchosis pada domba menggunakan serbuk buah mengkudu (Morinda citrifolia), dalam kategori baik yaitu dengan nilai sebesar 2831 dan rata rata 80,89. Berdasarkan uji analisis statistik regresi linier berganda variabel umur, tingkat pendidikan, pengalaman beternak dan intensitas penyuluhan secara simultan atau bersamaan memiliki pengaruh sangat signifikan (P<0,01) terhadap persepsi peternak. Secara parsial atau individu variabel umur, pendidikan dan pengalaman beternak berpengaruh signifikan dengan persepsi peternak (P<0,05) sedangkan untuk intensitas penyuluhan berpengaruh tidak signifikan dengan persepsi peternak (P>0,05).
PERSEPSI PETERNAK DALAM PENGOBATAN SKABIES PADA KELINCI DENGAN MENGGUNAKAN EKSTRAK DAUN KETEPENGDI DESA KARANGKAJEN KECAMATAN SECANG KABUPATEN MAGELANG: Farmers’ Perception in the Treatment of Skabies in Rabbits Using Ketepeng (Cassia alata L.) Leaf Extract in Village Karangkajen District Secang Magelang Regency Budi Purwo Widiarso; Eka Sri Fathonah; Akimi
Wahana Peternakan Vol. 10 No. 1 (2026): Wahana Peternakan
Publisher : Faculty of Animal Science, University of Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/jwputb.v10i1.1818

Abstract

Kelinci merupakan salah satu ternak penghasil daging yang memiliki prospek di masa mendatang. Namun, sebagian besar peternak masih menggunakan sistem tradisional dan kurang memperhatikan penanganan serta pencegahan penyakit, sehingga produktivitas kelinci cenderung menurun. Salah satu penyakit yang sering muncul dan masih terbatas alternatif pengobatannya adalah skabies. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Karangkajen, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang, dengan tujuan untuk mengetahui tingkat persepsi peternak terhadap pengobatan skabies pada ternak kelinci menggunakan ekstrak daun ketepeng, serta menganalisis pengaruh karakteristik peternak (umur, tingkat pendidikan, pengalaman beternak, dan intensitas penyuluhan) terhadap persepsi tersebut. Desain penelitian yang digunakan adalah one-shot case study dengan metode pengambilan sampel secara sensus sebanyak 41 responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner dengan teknik wawancara. Analisis data menggunakan analisis deskriptif dan regresi linier berganda. Variabel independen meliputi umur (X1), tingkat pendidikan (X2), pengalaman beternak (X3), dan intensitas penyuluhan (X4), sedangkan variabel dependen adalah persepsi peternak (Y). Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa persepsi peternak berada pada kategori baik dengan skor 3374 dan rata-rata 82,29. Analisis regresi linier berganda menunjukkan bahwa secara simultan variabel karakteristik peternak berpengaruh sangat signifikan (P<0,01) terhadap persepsi. Secara parsial, umur, pengalaman beternak, dan intensitas penyuluhan berpengaruh signifikan (P<0,05), sedangkan tingkat pendidikan berpengaruh sangat signifikan (P<0,01) terhadap persepsi peternak. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa persepsi peternak terhadap pengobatan skabies dipengaruhi oleh umur, tingkat pendidikan, pengalaman beternak, dan intensitas penyuluhan.   Kata kunci: ekstrak daun ketepeng, kelinci, persepsi, skabies