Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pola Komunikasi Organisasi Program Kawasan Mandiri Pangan di Kabupaten Bangka Tengah: Patterns Communication Organizations of The Kawasan Mandiri Pangan Program in Bangka Tengah District Heri; Hubeis , Aida Vitayala S; Seminar , Annisa Utami
Jurnal Penyuluhan Vol. 19 No. 02 (2023): Jurnal Penyuluhan
Publisher : Department of Communication and Community Development Sciences and PAPPI (Perhimpunan Ahli Penyuluhan Pembangunan Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25015/19202345024

Abstract

Program Kawasan Mandiri Pangan (KMP) merupakan program bantuan pemerintah dibidang pangan/pertanian berupa pemberian modal usaha produktif (on-farm, off-farm dan non-farm). Penelitian bertujuan mendeskripsikan pola komunikasi program Kawasan Mandiri Pangan.Penelitian menggunakan paradigma konstruktivis dengan pendekatan kualitatif dan rancangan penelitian studi kasus dengan jumlah informan 23 orang. Analisis data menggunakan aplikasi Nvivo 12 dan dibantu secara manual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola komunikasi organisasi program Kawasan Mandiri Pangan di Kabupaten Bangka Tengah ada 2 jenis pola komunikasi. Pola komunikasi chain pattern terjadi pada tahap persiapan, penumbuhan, pengembangan dan kemandirian program KMP. Arah komunikasi organisasi dari atas ke bawah. Pesan yang disampaikan mengenai teknis-teknis pelaksanaan dan aturan program KMP. Frekuensi komunikasi 4 kali dalam 1 bulan. Pola komunikasi star pattern terjadi pada tahap exit strategi keberlanjutan program KMP. Arah komunikasi didominasi dari bawah ke atas, pesan lebih banyak mengenai pengelolaan modal usaha, kekompakan kelompok dan pemasaran produk. Frekuensi komunikasi hanya 1 kali dalam 1 bulan.
Komunikasi Risiko Sebagai Upaya Pencegahan Kebakaran Hutan Dan Lahan Di Kabupaten Aceh Barat Fadila, Indah; Sadono, Dwi; Seminar , Annisa Utami
Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and Advanced Vol. 4 No. 2 (2026): Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and A
Publisher : Yayasan Sagita Akademia Maju

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61579/future.v4i2.769

Abstract

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi permasalahan lingkungan yang berulang di Provinsi Aceh, khususnya di Kabupaten Aceh Barat. Upaya pencegahan karhutla tidak hanya bergantung pada aspek teknis pemadaman, tetapi juga pada efektivitas komunikasi risiko antar pemangku kepentingan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemaknaan karhutla oleh para aktor, praktik komunikasi risiko dalam upaya pencegahan karhutla, serta kesenjangan peran dan persepsi antar stakeholder di Kabupaten Aceh Barat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan, wawancara mendalam semi-terstruktur, dan dokumentasi terhadap berbagai aktor, antara lain Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kesatuan Pengelolaan Hutan, Manggala Agni, BPBD, TNI/Polri, perusahaan pemegang konsesi, dan Masyarakat Peduli Api (MPA). Analisis data dilakukan menggunakan metode analisis percakapan (conversation analysis) dengan bantuan perangkat lunak NVivo 12. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi risiko dalam pencegahan karhutla telah berlangsung melalui berbagai saluran formal dan informal, namun belum sepenuhnya menghasilkan kesepahaman bersama antar aktor. Perbedaan pemaknaan risiko, keterbatasan koordinasi, serta ketimpangan peran antar stakeholder menjadi faktor utama yang menghambat efektivitas pencegahan karhutla. Penelitian ini menegaskan pentingnya penguatan komunikasi risiko yang bersifat partisipatif, interaktif, dan berorientasi pada pencegahan sebagai strategi utama pengendalian karhutla.