Mardiansyah, Fadjar Hari
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Jurnal Tataloka

Analisis Titik Kumpul Dalam Proses Evakuasi Penduduk dan Ternak Ketika Erupsi Gunung Merapi Wilayah Studi Kecamatan Cepogo, Boyolali Anggoro, Bayu Sukma; Tyas, Wido Prananing; Mardiansyah, Fadjar Hari
TATALOKA Vol 26, No 2 (2024): Volume 26 No. 2, May 2024
Publisher : Universitas Diponegoro Publishing Group, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/tataloka.26.2.126-142

Abstract

Penelitian tentang titik kumpul di Kecamatan Cepogo, Kabupaten Boyolali didasari dua latar belakang: Pertama wilayah studi Kecamatan Cepogo berbatasan dengan puncak Gunung Merapi yang sudah mengalami gempa guguran lebih dari seratus kali dari awal tahun 2022; Kedua data mitigasi bencana awan panas akibat Gunung Merapi pada tahun 2010 yang lalu menemukan banyak ternak yang mati setelah ditinggal evakuasi, sehingga hewan ternak dijadikan salah satu objek evakuasi. Penelitian ini bertujuan untuk mitigasi dan penanganan bencana melalui penentuan lokasi titik kumpul sebelum menuju barak pengungsian dan penentuan rute evakuasi. Batasan penelitian ini memprioritaskan hewan ternak dan penduduk sebagai prioritas utama, sedangkan pembahasan terhadap sister village yang lokasinya diluar wilayah studi cukup dalam wujud narasi pemetaan jalur evakuasi sederhana. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Metoda analisis dalam penentuan titik kumpul sementara dengan melakukan pembobotan pada peta-peta yang memiliki sifat-sifat kuantitatif untuk dilanjutkan dengan network analysis jalur evakuasi dari titik kumpul menuju sister village beserta strategi dalam melakukan evakuasi bencana. Kesimpulan yang didapat  adalah titik kumpul dengan hasil pembobotan tinggi terfokus di area jalan ideal dengan lebar jalan diatas 5 meter yaitu jalan kolektor, dan terdapat 3 desa yang tidak terlayani titik kumpul dengan skor ideal yaitu Desa Wonodoyo, Desa Gedangan, dan desa Candi Gatak. Oleh sebab itu perlu adanya pelebaran jalan agar memungkinkan ekspansi titik kumpul baru dan rute evakuasi baru ketika pemobotan di kalkulasi ulang serta menigkatnya performa rute evakuasi yang sudah ditemukan dalam penelitian ini.
Kolaborasi Pembangunan Kawasan Perdesaan Margomarem Kabupaten Wonosobo Ainaqo, Ayu Annisa Annasihatul; Handayani, Wiwandari; Mardiansyah, Fadjar Hari
TATALOKA Vol 26, No 4 (2024): Volume 26 No 4, November 2024
Publisher : Universitas Diponegoro Publishing Group, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/tataloka.26.4.266-279

Abstract

Pembangunan kawasan perdesaan adalah pembangunan beberapa desa melalui kolaborasi multi aktor dengan tahapan antara lain pembentukan, penetapan, perencanaan, pelaksanaan, monitoring, dan evaluasi. Kawasan Perdesaan Margomarem merupakan kawasan gabungan lima desa di Kabupaten Wonosobo yang terbentuk atas inisiatif pemerintah yang kemudian disambut baik oleh masyarakat lokal. Dengan modal sosial dan kerja sama yang kuat, Kawasan Margomarem ditetapkan oleh Pemerintah Kabupaten Wonosobo melalui SK Bupati Wonosobo Nomor 050/383/2020. Kawasan Margomarem kemudian menyusun perencanaan kawasan dan mulai melaksanakan pembangunan sejak akhir tahun 2021. Dalam setiap tahap, pembangunan Kawasan Margomarem melibatkan kolaborasi dari berbagai aktor. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kolaborasi pembangunan Kawasan Margomarem. Metode analisis yang digunakan yaitu analisis stakeholder mapping, analisis bentuk kolaborasi, dan analisis collaborative governance. Studi ini menunjukkan bahwa aktor kunci dalam kolaborasi pembangunan Kawasan Margomarem yaitu BKAD, Pemerintah Desa, Bumdesma, Sekolah Lapang, Shirvano Consulting, dan Dinas Pariwisata & Kebudayaan. Aktor-aktor kunci tersebut saling berkolaborasi dengan aktor pendukung lainnya membentuk quadruple helix yang terdiri dari unsur pemerintah, masyarakat, swasta, dan komunitas. Kawasan Margomarem berjalan atas dasar kolaborasi, bergerak secara kolaboratif, dan dalam prosesnya mengalami dinamika kolaborasi. Kolaborasi yang terjadi dalam setiap tahap pembangunan Kawasan Margomarem telah mendorong akselerasi pembangunan wilayah berbasis perdesaan.