Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kolaborasi Pembangunan Kawasan Perdesaan Margomarem Kabupaten Wonosobo Ainaqo, Ayu Annisa Annasihatul; Handayani, Wiwandari; Mardiansyah, Fadjar Hari
TATALOKA Vol 26, No 4 (2024): Volume 26 No 4, November 2024
Publisher : Universitas Diponegoro Publishing Group, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/tataloka.26.4.266-279

Abstract

Pembangunan kawasan perdesaan adalah pembangunan beberapa desa melalui kolaborasi multi aktor dengan tahapan antara lain pembentukan, penetapan, perencanaan, pelaksanaan, monitoring, dan evaluasi. Kawasan Perdesaan Margomarem merupakan kawasan gabungan lima desa di Kabupaten Wonosobo yang terbentuk atas inisiatif pemerintah yang kemudian disambut baik oleh masyarakat lokal. Dengan modal sosial dan kerja sama yang kuat, Kawasan Margomarem ditetapkan oleh Pemerintah Kabupaten Wonosobo melalui SK Bupati Wonosobo Nomor 050/383/2020. Kawasan Margomarem kemudian menyusun perencanaan kawasan dan mulai melaksanakan pembangunan sejak akhir tahun 2021. Dalam setiap tahap, pembangunan Kawasan Margomarem melibatkan kolaborasi dari berbagai aktor. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kolaborasi pembangunan Kawasan Margomarem. Metode analisis yang digunakan yaitu analisis stakeholder mapping, analisis bentuk kolaborasi, dan analisis collaborative governance. Studi ini menunjukkan bahwa aktor kunci dalam kolaborasi pembangunan Kawasan Margomarem yaitu BKAD, Pemerintah Desa, Bumdesma, Sekolah Lapang, Shirvano Consulting, dan Dinas Pariwisata & Kebudayaan. Aktor-aktor kunci tersebut saling berkolaborasi dengan aktor pendukung lainnya membentuk quadruple helix yang terdiri dari unsur pemerintah, masyarakat, swasta, dan komunitas. Kawasan Margomarem berjalan atas dasar kolaborasi, bergerak secara kolaboratif, dan dalam prosesnya mengalami dinamika kolaborasi. Kolaborasi yang terjadi dalam setiap tahap pembangunan Kawasan Margomarem telah mendorong akselerasi pembangunan wilayah berbasis perdesaan. 
Strategi Pengembangan Potensi Agrowisata di Kawasan Perdesaan Kanigara Kabupaten Wonosobo Masrurun, Zam Zam; Ainaqo, Ayu Annisa Annasihatul; Nugroho , Pramudya Adhi; Dahlan , Ahmad Dani
Sadar Wisata: Jurnal Pariwisata Vol. 8 No. 2 (2025): Sadar Wisata: Jurnal Pariwisata
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kawasan Perdesaan Kanigara merupakan salah satu kawasan perdesaan yang dikembangkan di Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah. Kawasan ini memiliki posisi strategis karena dilalui oleh jalur penghubung Kawasan Strategis Pariwisata Nasional Borobudur-Dieng dan sekaligus jalur utama Kabupaten Purworejo-Kabupaten Wonosobo. Pada sebagian wilayahnya, Kawasan ini merupakan sabuk hijau Proyek Strategis Nasional Bendungan Bener. Data RTRW Kabupaten Wonosobo menunjukkan bahwa lebih dari 75% lahan Kawasan Kanigara merupakan kebun campuran dengan komoditas terbanyak antara lain durian, kelapa, manggis, dan duku. Tumbuhnya peluang sektor pariwisata di Kabupaten Wonosobo dan adanya amanat RPJMD Kabupaten Wonosobo mendorong adanya peningkatan potensi lokal Kawasan Kanigara untuk mengembangkan pertanian dan agrowisata. Studi ini bertujuan menganalisis komoditas pertanian yang dianggap unggulan oleh masyarakat Kawasan Kanigara dalam mendorong potensi pengembangan pertanian dan agrowisata. Metode analisis yang digunakan yaitu perhitungan jumlah produksi komoditas pertanian dengan berdasarkan hasil survei lapangan dan wawancara yang didukung dengan analisis komparasi, nilai ekonomi menggunakan analisis produktivitas masing-masing komoditas pertanian, dan pengembangan agrowisata menggunakan analisis SWOT. Hasil analisis perhitungan jumlah produksi komoditas pertanian menunjukkan bahwa durian memiliki luas panen dan jumlah produksi tertinggi dibandingkan komoditas lainnya. Kemudian dari analisis nilai ekonomi, duku dan durian pada tingkat petani memiliki nilai ekonomi yang paling tinggi. Namun demikian, empat komoditas utama di Kawasan Kanigara tersebut dapat dikembangkan seluruhnya melalui diversifikasi produk serta pengembangan agrowisata. Analisis agrowisata menggambarkan adanya potensi obyek wisata, amenitas, dan aksesibilitas Kawasan Kanigara yang dapat mendorong pengembangan agrowisata kawasan. Strategi pengembangan agrowisata Kawasan Kanigara diantaranya dapat dilakukan melalui diversifikasi atraksi wisata yang berbeda dengan agrowisata lain, peningkatan fasilitas pendukung agrowisata, branding dan pemasaran, serta peningkatan kapasitas SDM lokal.