Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Uji Kualitatif Dan Kuantitatif Kadar Flavonoid Bunga Kecombrang (Etlingera elatior (Jack) R.M.Sm.) Dengan Menggunakan Metode Spektrofotometri Uv-Vis Latifah Priatni, Haty; Mukhlis, Dayana Shofiah
HERBAPHARMA : Journal of Herb Farmacological Vol. 6 No. 1 (2024): Volume 6 Nomor 1 Juni 2024
Publisher : STIKes Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55093/herbapharma.v6i1.500

Abstract

Tanaman rimpang kecombrang mempunyai bunga yang menyerupai bunga pisang berwarna merah muda. Tanaman yang termasuk dalam keluarga Zingiberaceae ini mungkin memiliki aktivitas antioksidan. Bunga kecombrang mengandung flavonoid, saponin, dan tanin sebagai bahan aktifnya. Melalui analisis kualitatif dan kuantitatif, jumlah flavonoid yang ada dalam bunga kecombrang dapat dipastikan dalam penelitian ini. Serbuk magnesium 0,05 mg dan 4 tetes HCI pekat merupakan reagen yang digunakan dalam reaksi warna untuk melakukan uji kualitatif terhadap ekstrak etanol bunga kecombrang. Instrumen spektrofotometri UV-Vis dapat digunakan untuk analisis uji kuantitatif. Hasil uji kualitatif pada sampel menunjukkan adanya flavonoid yang terkandung dalam bunga kecombrang dengan terjadinya perubahan warna yang semula berwarna coklat berubah menjadi warna merah. Hasil uji kuantitatif menunjukkan bahwa kadar flavonoid pada bunga kecombrang dapat dilakukan pada panjang gelombang 431 dengan menggunakan senyawa standar kuersetin dan diperoleh persamaan regresi linear yaitu y = 0,03295x + 0,0605 dengan nilai koefisien kolerasi (r2) = 0,9989 dan kadar flavonoid pada bunga kecombrang sebesar 0,47086%.   ABSTRACTThe Kecombrang plant has flowers that resemble banana flowers that with pink colour. The plants belonging to the Zingiberaceae family that possiblity has antioxidant activity. Kecombrang flowers contain flavonoids, saponins, and tannins as their active ingredients. Through qualitative and quantitative analysis, the amount of flavonoids present in Kecombrang can be determined in this study. Magnesium powder 0.05 mg and 4 drops of concentrated HCl are reagents used in the color reaction for qualitative analysis of ethanol extract from Kecombrang flowers. UV-Vis spectrophotometry can be used for quantitative analysis. Qualitative analysis results on the samples indicate the presence of flavonoids in Kecombrang flowers, with a color change from brown to red. Quantitative testing results show that the flavonoid content in Kecombrang flowers can be measured at a wavelength of 431 nm using quercetin as the standard compound, with a linear regression equation of y = 0.03295x + 0.0605 and a correlation coefficient (r2) = 0.9989, yielding a flavonoid content in Kecombrang flowers of 0.47086%.
ANALISIS KUANTITATIF KANDUNGAN BORAKS PADA KETUPAT DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS Amalia putri, Mila; Latifah Priatni, Haty
CERATA Jurnal Ilmu Farmasi Vol 15 No 2 (2024): Cerata Jurnal Ilmu Farmasi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Klaten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61902/cerata.v15i2.1122

Abstract

Boraks sangat sering digunakan dalam berbagai industri pangan termasuk dalam pembuatan ketupat. Boraks dikenal di pasaran dengan sebutan pijer, bleng, atau gendar. Kebanyakan masyarakat belum mengetahui bahwa pijer sama dengan boraks. Mengonsumsi boraks jangka Panjang dapat menimbulkan efek yang merugikan seperti muntah, pusing, diare, mual, kejang, dan koma. Produsen pangan kadang-kadang mencampurkan boraks ke dalam produk mereka hanya untuk menghasilkan keuntungan atau menjaga agar produk mereka tidak terlalu cepat basi. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah ketupat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar boraks pada ketupat dengan metode spektrofotometri UV-Vis. Jenis penelitian ini adalah eksperimental yang dimana menggunakan metode pendekatan analisis kuantitatif dengan desain penelitian experimental sederhana untuk menganalisis kandungan boraks pada ketupat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua sampel terbukti mengandung boraks pada panjang gelombang 542 nm. Kadar boraks yang diperoleh dari kadar yang paling tinggi ke kadar paling rendah secara berturut-turut ialah sampel G Sebesar 0,353%, sampel H dan I sebesar 0,314%, sampel E sebesar 0,301%, Sampel J sebesar 0,275%, sampel F sebesar 0,263%, sampel D sebesar 0,242%, sampel A sebesar 0,082%, sampel B sebesar 0,076% dan sampel B sebesar 0,018%. Dari 10 sampel kadar yang paling tinggi terdapat pada sampel G sebesar 0,353% dan yang terendah terdapat pada sampel B sebesar 0,018%. Hal tersebut melebihi batas penggunaan boraks yang telah dilarang dalam Permenkes RI No 033 tahun 2012 yaitu 0%.