Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

FENOMENA FULLDAY SCHOOL DITINJAU DARI ASPEK AKSIOLOGIS Lestari, Ria Eka; Syamsurizal, Azril; Naqiyah, Najlatun
JRPD (Jurnal Riset Pendidikan Dasar) Vol 7, No 1: APRIL (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jrpd.v7i1.13369

Abstract

Program full-day school semakin populer di kalangan masyarakat modern, terutama orang tua yang memiliki banyak aktivitas, keterlibatan atau pekerjaan di luar rumah, seperti bekerja. Oleh karena itu, perlu kiranya diketahui ada apa di balik alasan orang tua terhadap fullday school sebagai pilihan pendidikan bagi putra-putrinya. Dalam tulisan ini, Pada penelitian ini mengupas fenomena tersebut dari dari sisi filsafat pengetahuan aspek aksiologis. Dalam artikel ini, digunakan metode pendekatan kualitatif dengan wawancara. Berdasarkan data yang pada penelitian ini ambil dari hasil wawancara orang tua SD Muhammadiyah Manyar Gresik Tahun Ajaran 2023/2024, diperoleh beberapa alasan yang melatarbelakangi orang tua memilih fullday school sebagai pilihan tempat pendidikan dasar enam tahun putra-putrinya, diantaranya sebagai berikut: Jumlah responden: 90 orang; (1) Sekolah yang bisa menimba ilmu umum dan ilmu agama jadi satu: 51 orang; (2) Sekaligus menjadi tempat penitipan anak karena mama papa berkarier: 19 orang; (3) Sudah terlanjur suka, jadi sudah yakin dan percaya: 12 orang; (4) Kakaknya sudah sekolah di SDMM, jadi adiknya juga: 8 orang. Berdasarkan hasil di atas, diperoleh empat kategori alasan dari aspek aksiologis, fenomena fullday school kemudian membuat pelaku pendidikan menangkap semua keberagaman pola pikir orang tua yang menjadi wali muridnya sehingga ada beberapa pola pikir yang perlu diluruskan, misalnya perlu penjelasan terkait peranan pendidikan formal dan informal.
FENOMENA FULLDAY SCHOOL DITINJAU DARI ASPEK AKSIOLOGIS Lestari, Ria Eka; Syamsurizal, Azril; Naqiyah, Najlatun
JRPD (Jurnal Riset Pendidikan Dasar) Vol. 7 No. 1: APRIL (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jrpd.v7i1.13369

Abstract

Program full-day school semakin populer di kalangan masyarakat modern, terutama orang tua yang memiliki banyak aktivitas, keterlibatan atau pekerjaan di luar rumah, seperti bekerja. Oleh karena itu, perlu kiranya diketahui ada apa di balik alasan orang tua terhadap fullday school sebagai pilihan pendidikan bagi putra-putrinya. Dalam tulisan ini, Pada penelitian ini mengupas fenomena tersebut dari dari sisi filsafat pengetahuan aspek aksiologis. Dalam artikel ini, digunakan metode pendekatan kualitatif dengan wawancara. Berdasarkan data yang pada penelitian ini ambil dari hasil wawancara orang tua SD Muhammadiyah Manyar Gresik Tahun Ajaran 2023/2024, diperoleh beberapa alasan yang melatarbelakangi orang tua memilih fullday school sebagai pilihan tempat pendidikan dasar enam tahun putra-putrinya, diantaranya sebagai berikut: Jumlah responden: 90 orang; (1) Sekolah yang bisa menimba ilmu umum dan ilmu agama jadi satu: 51 orang; (2) Sekaligus menjadi tempat penitipan anak karena mama papa berkarier: 19 orang; (3) Sudah terlanjur suka, jadi sudah yakin dan percaya: 12 orang; (4) Kakaknya sudah sekolah di SDMM, jadi adiknya juga: 8 orang. Berdasarkan hasil di atas, diperoleh empat kategori alasan dari aspek aksiologis, fenomena fullday school kemudian membuat pelaku pendidikan menangkap semua keberagaman pola pikir orang tua yang menjadi wali muridnya sehingga ada beberapa pola pikir yang perlu diluruskan, misalnya perlu penjelasan terkait peranan pendidikan formal dan informal.
LAYANAN KONSELING KELOMPOK DENGAN TEKNIK MODELING TERHADAP PERILAKU IMPULSIF PADA ANAK ADHD Lestari, Ria Eka; Habsy, Bakhrudin All; Sartinah, Endang Pudjiastuti; Budiyanto, Budiyanto
Jurnal Mahasiswa BK An-Nur : Berbeda, Bermakna, Mulia Vol 11, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jmbkan.v11i2.16937

Abstract

Impulsive behavior is an action that is done spontaneously and suddenly, without careful consideration or possible consequences. Children with Attention Deficit Hyperactivity Disorder often act without thinking, have difficulty controlling their impulses, and often do risky things without considering the consequences. Group counseling services are a form of psychological therapy where a group of individuals meet regularly to discuss the problems they face with a counselor. Children with Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) often have a tendency to imitate the behavior of individuals around them. Therefore, modeling techniques are considered suitable for use in group counseling, because this technique allows group members to learn through observation and imitation of behavior exemplified by the counselor or other members. The application of group counseling using modeling techniques is important to study in relation to controlling impulsive behavior in children with ADHD. This study aims to investigate the effectiveness of group counseling with the modeling method in reducing impulsive behavior in children with ADHD, using a quantitative approach through a literature review. The results of the study indicate that: (1) Group counseling approach through modeling techniques can be a way of intervention for children with ADHD, and (2) this technique is effective in suppressing impulsive behavior in children with ADHD.