Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

HUBUNGAN TINGKAT STRES DENGAN KEJADIAN DISPEPSIA Nasution, Nurromsyah; Satria, Orita; Apriani, Fitri; Damayanti, Siti
Jurnal Kesehatan Akimal Vol 5 No 1 (2026): EDISI APRIL 2026 (ON PROGRESS)
Publisher : Akademi Keperawatan Kesdam Iskandar Muda Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58435/jka.v5i1.212

Abstract

Dispepsia merupakan salah satu sindrom gangguan pencernaan yang sering dijumpai di masyarakat dan dapat mengganggu kenyamanan serta aktivitas sehari-hari penderitanya. Keluhan dispepsia umumnya ditandai dengan rasa nyeri atau tidak nyaman pada ulu hati, mual, kembung, cepat kenyang, dan rasa penuh setelah makan. Salah satu faktor yang dapat memicu terjadinya dispepsia adalah kondisi psikologis, terutama stres. Stres dapat memengaruhi fungsi saluran pencernaan melalui peningkatan sekresi hormon kortisol yang berperan dalam merangsang produksi asam lambung, sehingga dapat memperberat keluhan dispepsia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan stres dengan kejadian dispepsia di UPTD Puskesmas Cot Kuta Kabupaten Nagan Raya. Penelitian ini menggunakan desain korelasional dengan pendekatan kuantitatif. Sampel dalam penelitian berjumlah 60 responden yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Penelitian dilaksanakan pada periode 30 Juni sampai dengan 22 Juli 2025. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner DASS 42 untuk mengukur tingkat stres dan kuesioner gejala dispepsia untuk menilai kejadian dispepsia. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara statistik menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden mengalami stres sedang sebanyak 28,3% dan stres sangat berat sebanyak 28,3%. Selain itu, mayoritas responden mengalami dispepsia kategori berat sebanyak 56,7%. Hasil uji Chi-Square diperoleh nilai p-value 0,000, yang berarti lebih kecil dari 0,05.  Terdapat hubungan yang signifikan antara stres dengan kejadian dispepsia di UPTD Puskesmas Cot Kuta Kabupaten Nagan Raya. Petugas kesehatan diharapkan dapat meningkatkan edukasi mengenai manajemen stres sebagai salah satu upaya pencegahan kekambuhan dispepsia.
PENGARUH MEDIA VIDEO ANIMASI TERHADAP PENGETAHUAN PERAWATAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT PADA SISWA KELAS IV SD Satria, Orita; Damayanti, Siti; Ajasni, Niatul Maulida; Apriani, Fitri
Jurnal Kesehatan Akimal Vol 5 No 1 (2026): EDISI APRIL 2026 (ON PROGRESS)
Publisher : Akademi Keperawatan Kesdam Iskandar Muda Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58435/jka.v5i1.215

Abstract

Masalah kesehatan gigi dan mulut pada anak usia sekolah masih menjadi salah satu permasalahan kesehatan yang perlu mendapat perhatian, terutama karena rendahnya pengetahuan dan kebiasaan anak dalam menjaga kebersihan gigi. Kondisi ini terlihat dari masih tingginya prevalensi masalah gigi dan mulut pada penduduk usia 3 tahun ke atas yang mencapai 57%, sementara perilaku menyikat gigi dengan benar dua kali sehari masih kurang dari 7%. Rendahnya pemahaman anak mengenai kebersihan gigi dapat meningkatkan risiko terjadinya karies, gangguan gusi, nyeri gigi, serta menurunkan kenyamanan dan konsentrasi belajar. Oleh karena itu, diperlukan media edukasi yang menarik, mudah dipahami, dan sesuai dengan karakteristik anak sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media video animasi terhadap peningkatan pengetahuan kebersihan gigi pada siswa kelas IV di SD Negeri 3 Meulaboh. Penelitian ini menggunakan desain pre-experimental dengan pendekatan one group pretest-posttest design. Sampel penelitian berjumlah 44 siswa yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Intervensi diberikan dalam bentuk video animasi berdurasi 4–5 menit yang ditayangkan dua kali seminggu selama dua minggu. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner pengetahuan sebelum dan sesudah intervensi, kemudian dianalisis menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan terdapat peningkatan pengetahuan siswa setelah diberikan edukasi melalui video animasi, dengan nilai signifikansi p = 0,001 atau p < 0,05. Hasil ini menunjukkan bahwa media video animasi berpengaruh signifikan terhadap peningkatan pengetahuan kebersihan gigi siswa. Video animasi dapat direkomendasikan sebagai media edukasi kreatif, komunikatif, dan efektif dalam promosi kesehatan gigi di lingkungan sekolah dasar.