Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

SOSIALISASI PEMANENAN AIR HUJAN BERFILTER DI KELURAHAN KARANG JOANG, KOTA BALIKPAPAN Harfadli, Muhammad Ma'arij; Ulimaz, Mega; Hudayarizka, Riza; Bara, Christofel Fiki; Wicaksono, Dhany Achmad; Daffa, Qamara
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 6, No 2 (2023): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jces.v6i2.12011

Abstract

Abstrak: Air bersih di Kota Balikpapan masih belum dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat terutama daerah Kelurahan Karang Joang, tepatnya berada di Km 21 RT.41. Penerapan prinsip konservasi air pada kehidupan sehari-hari dapat menjadi solusi dari keterbatasan akses air bersih. Salah satu cara konservasi air yaitu menerapkan sistem pemanenan air hujan di daerah krisis air bersih. Oleh karena pada kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat terhadap penerapan sistem pemanenan air hujan berfilter dalam upaya konservasi air di daerah krisis air. Metode yang digunakan yaitu sosialisasi terkait pentingnya koservasi air, manfaat penerapan sistem pemanenan air hujan berfilter dan cara pembuatan sistem pemanen air hujan berfilter. Berdasarkan hasil sosialisasi sekaligus praktik terjadi peningkatan pemahaman masyarakat sebesar 93% terhadap upaya konsrvasi air melalui penerapan alat pemanen hujan dan filter air hujan. Sedangkan hasil monitoring alat pemananen hujan selama satu minggu, alat pemanen belum berjalan dengan optimal karena dipengaruhi beberapa faktor salah satunya terjadi kebocoran pada bagian inlet tandon dan filter air. Selanjutnya perlu ada perbaikan pada sistem pemanenan air hujan.Abstract: Clean water in Balikpapan City cannot be enjoyed by the whole community, especially in Karang Joang Village at Km 21 RT.41. Applying the principle of water conservation in daily life can be a solution for limited access to clean water. One way to conserve water is to implement a rainwater harvesting system in clean water crisis areas. Therefore, this community service activity aims to increase public knowledge of the application of filtered rainwater harvesting systems in water conservation efforts. The method used is socialization regarding the importance of water conservation, the benefits of implementing a filtered rainwater harvesting system and how to make a filtered rainwater harvesting system. Based on the results of socialization as well as practice, there was an increase in community understanding of 93% of water conservation efforts through the application of rainwater harvesting. While the results of monitoring the rain harvester for one week, the harvester has not run optimally. It is influenced by several factors, one of which is a leak at the inlet of the reservoir and water filter. Furthermore, there needs to be improvement in the rainwater harvesting system.
PENURUNAN KADAR BESI (Fe) DAN MANGAN (Mn) PADA AIR ASAM TAMBANG PT. X MENGGUNAKAN VARIASI KONSENTRASI BACILLUS CEREUS & VARIASI DOSIS KAPUR Ca(OH)2 Nadhirawaty, Rizqi; Santo, Yus; Wicaksono, Dhany Achmad; Sholikah, Umi
BIOPROSPEK: Jurnal Ilmiah Biologi Vol 15 No 2 (2023): BIOPROSPEK: Jurnal Ilmiah Biologi
Publisher : Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/bp.v15i2.1228

Abstract

Air asam tambang memiliki efek negatif terhadap pencemaran lingkungan. Air asam tambang memiliki nilai pH yang rendah dan parameter logam yang tinggi seperti besi (Fe) dan mangan (Mn). Bakteri Bacillus cereus dapat digunakan untuk menurunkan kadar besi dan mangan pada air asam tambang yang memiliki persentase hingga 98% sehingga dilakukan pengujian dalam penelitian ini. Netralisasi pH menggunakan kapur Ca(OH)2 memiliki persentase netralisasi hingga 95%. Dosis Bakteri Bacillus cereus yang digunakan pada penelitian ini sebanyak 5% dan 10% yang dikombinasikan dengan dosis kapur Ca(OH)2 sebanyak 0,049 gram dan 0,061 gram. Kombinasi tersebut akan dilakukan pengadukan cepat 150 rpm dan pengadukan lambat 100 rpm serta pengendapan selama 30 menit. Hasil dari pengujian pH dengan kapur Ca(OH)2 sebanyak 0,049 gram mendapat hasil pH 6,60 dan 6,97. Sedangkan pada pengujian pH dengan kapur Ca(OH)2 sebanyak 0,061 gram mendapat hasil pH 6,99 dan 7,40. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa kapur Ca(OH)2 dapat menaikkan pH air asam tambang hingga mencapai baku mutu yang berlaku yaitu 6-9. Hasil dari analisis dosis optimum bakteri Bacillus cereus terhadap penurunan kadar besi (Fe) dan mangan (Mn) didapatkan variasi dosis air asam tambang ditambah dengan konsentrasi bakteri 5% dan kapur Ca(OH)2 sebanyak 0,061 gram dapat menurunkan kadar besi (Fe) dari 6,02 mg/L hingga 0,28 mg/L dan efisiensi penyisihan sebesar 91,89%. Sedangkan untuk penurunan kadar mangan (Mn) pada air asam tambang didapatkan variasi dosis air asam tambang dengan konsentrasi bakteri 5% dan kapur Ca(OH)2 sebanyak 0,061 gram dapat menurunkan kadar mangan (Mn) dari 7,9 mg/L hingga 6,98 mg/L dan efisiensi penyisihan sebesar 11,89%.