Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PELATIHAN INDUSTRI HOME KERIPIK OPAK PEDAS MANIS PADA IBU RUMAH TANGGA DI DESA SIBORO KAB. SAMOSIR Tampubolon, Rameyanti; Betty, Cici Fitri; Gulo, Yona; Manullang, Manahan
PKM Maju UDA Vol 5 No 2 (2024): AGUSTUS
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat (LPPM) Universitas Darma Agung (UDA) Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46930/pkmmajuuda.v5i2.4669

Abstract

Desa Siboro merupakan salah satu desa yang berada di wilayah kabupaten Samosir dan memiliki sumber daya alam yang sangat luas dan sumber utama penghasilan di desa Siboro adalah bertani gunung dan bertani padi darat. Hasil panen bertani umumnya langsung dijual ke agen tanpa nilai tambah, karena rendahnya kualitas sumber daya manusia di pedesaan dalam mengelola sumber daya alam tersebut. Karena keterbatasan kualitas masyarakat desa membuat masyarakat desa cenderung berlama lama bekerja di kebun, berada dirumah tidur-tiduran, di warung kopi, dan bermain dan kegiatan yang kurang bermanfaat. Kegiatan–kegiatan demikian yang membuang waktu dengan tidak berguna setiap hari membuat kemiskinan terjadi bagi masyarakat desa. Potensi sumber daya alam di desa sangat mendukung untuk mampu memberi peningkatan ekonomi bagi masayarakat desa siboro, dengan memberdayakan masyarakat desa dalam membentuk lembaga sosial dalam mengembangkan usaha kewirausahaan yang dikembangan di desa Siboro adalah industri home kripik opak pedas manis. Kripik oak pedas manis ini merupakan cerminan cerita kekayaan sumber daya alam desa Siboro. Hasil kegiatan ini diperoleh: (1) masyarakat mampu mengelola ubi menjadi kerik opak dan menambah rasa pedas manis dari bahan cabe dan nira kelapa. (2) masyarakat desa mampu menjual keripik opak pedas manis di lingkungan samosir baik di pasar tradisional, dan acara acara pesta pernikahan di desa. (3) Memiliki mitra dalam menjualkan produk kripik opak pedas manis, dan masyarakat desa mampu mejual melalui akun internet sperti facebook, dll. (4) masyarakat desa mampu mengelola lembaga UKM di desa Siboro.
IMPLEMENTASI PROJEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA DALAM MERDEKA BELAJAR KURIKULUM MERDEKA PADA PEMBELAJARAN PPKn DI SMA NEGERI 1 PAKKAT T.A 2023/2024 Naiborhu, Murni; Manullang, Manahan; Bety, Cici Fitri; Siregar, Dessy
JURNAL DARMA AGUNG Vol 32 No 6 (2024): DESEMBER
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Darma Agung (LPPM_UDA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46930/ojsuda.v32i6.4976

Abstract

Pendidikan ialah usaha sadar dan terencana untuk mengembangkan potensi peserta didik sesuai Tujuan Pendidikan Nasional. Salah satu cara memperoleh pendidikan ialah melalui pembelajaran. Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dalam Kurikulum Merdeka ialah pembelajaran yang menginternalisasi dimensi profil pelajar Pancasila sesuai Tujuan Pendidikan Nasional dalam Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui implementasi projek penguatan profil pelajar Pancasila dalam Merdeka Belajar Kurikulum Merdeka pada pembelajaran PPKn di SMA Negeri 1 Pakkat. Metode penelitian yang digunakan ialah metode penelitian deskriptif- kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara dan dokumentasi. Instrumen penelitian menggunakan pedoman wawancara berupa daftar pertanyaan kepada setiap informan penelitian. Hasil penelitian yang diperoleh: 1) Implementasi P-5 telah berjalan dengan baik tetapi belum optimal, dilihat dari pelaksanaan ketiga tema projek: a) Projek dengan tema gaya hidup berkelanjutan menekankan pada peserta didik untuk memiliki keterampilan dan kreativitas dalam memanfaatkan barang bekas sebagai media tanam untuk tanaman yang hendak dibudidayakan; b) Projek dengan tema suara demokrasi dapat meningkatkan motivasi siswa dalam mengimplementasikan nilai demokrasi dan sila keempat Pancasila melalui kegiatan pemilihan ketua OSIS; c) Projek dengan tema kearifan lokal fokus pada dimensi gotong royong dan mandiri, beriman, bertaqwa kepada TYME dan berakhlak mulia, dan berkebhinnekaan global agar budaya lokal agar tidak hilang terkikis zaman. 2) Kendala-kendala yang dihadapi: a) Gaya hidup berkelanjutan: kurangnya kerjasama antar peserta didik yang berkaitan dengan dimensi gotong royong; b) Suara demokrasi, masih terdapat peserta didik dalam menyuarakan ekspresinya yang tidak didorong oleh pemikiran kritis dan kekurangpercayaan diri siswa; c) Kearifan lokal, persiapan pelaksanaan projek kurang menggambarkan pelajar yang berkolaborasi dan bekerjasama dilihat dari kekurangsiapan peralatan yang mendukung jalannya projek oleh sekelompok kecil peserta didik. 3) Upaya-upaya untuk mengatasi kendala: a) Gaya hidup berkelanjutan: pendekatan kepada kelompok atau individu yang menunjukkan kerja sama yang baik melalui penghargaan dan pengakuan sehingga dapat memotivasi siswa lain untuk bekerja sama dengan lebih baik juga; b) Suara demokrasi: melakukan sosialisasi detail tentang pentingnya pemilihan yang adil dan pemikiran kritis dalam memilih kandidat, dan mendorong serta memotivasi siswa agar berpartisipasi lebih aktif lagi dan yakin pada kemampuan diri sendiri; c) Kearifan lokal: melakukan pendekatan kepada siswa dan secara praktis memberi solusi pertanggungjawaban berupa pembiayaan langsung oleh guru pembimbing atau fasilitator dalam melengkapi peralatan yang diperlukan dalam projek.