Palalong, Silas Bandhaso'
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KAJIAN EKSEGESIS “LABANYA DAN UPAH SUNDALNYA AKAN KUDUS BAGI TUHAN" BERDASARKAN YESAYA 23:18 DAN IMPLEMENTASINYA BAGI GEREJA MASA KINI Palalong, Silas Bandhaso'; Patangun, Zimri Uma'
Misioner Vol 3 No 2 (2023)
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEOLOGI KIBAID MAKALE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51770/jm.v3i2.149

Abstract

Dalam Yesaya 23:18 tertulis labanya dan upah sundalnya akan kudus bagi TUHAN. Hal ini menimbulkan kebingungan apa sebenarnya yang dimaksudkan oleh nabi Yesaya. Bagaimana mungkin kota dapat bersundal karena yang bersundal adalah orang. Penulis berpendapat bahwa frasa tersebut merupakan khiasan yang perlu ditemukan makna sebenarnya yang dimaksudkan penulisnya. Tujuan penelitian karya ilmiah ini yaitu untuk menemukan makna frasa labanya dan upah sundalnya akan kudus bagi TUHAN berdasarkan Yesaya 23:18 dan untuk menemukan implementasi makna frasa tersebut bagi gereja masa kini. Metode penelitian yang digunakan adalah metode hermeneutik dengan mengeksegesis Yesaya 23:18. Hasil penelitian bahwa makna frasa “labanya dan upah sundalnya akan kudus bagi TUHAN” adalah hasil dagang Tirus yang diperoleh karena kesombongan dan hasil dagang Tirus yang dipersembahkan kepada ilah lain akan dikhususkan dan dipersembahkan kepada TUHAN yakni akan digunakan untuk menyediakan makanan yang cukup dan pakaian yang indah bagi orang-orang yang diam di hadapan TUHAN setelah tujuh puluh tahun berdasarkan kasih karunia-Nya.
Intervensi Krisis Sebagai Upaya Pastoral untuk Mitigasi Perilaku Bunuh Diri Usia Remaja Palalong, Silas Bandhaso'
Fidei: Jurnal Teologi Sistematika dan Praktika Vol 7 No 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Tawangmangu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34081/fidei.v7i2.547

Abstract

Artikel ini dilatarbelakangi oleh fenomena bunuh diri di kalangan remaja yang sedang marak dan menjadi bahan perbincangan di tengah-tengah masyarakat. Fenomena bunuh diri ini menjadi tanggung jawab bersama termasuk menjadi bagian tanggung jawab gereja dalam melihat faktor-faktor penyebab bunuh diri dan cara menanggulanginya dengan melakukan pendekatan intervensi krisis yang merupakan bagian dari konseling krisis. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi pustaka atau library research yaitu dengan mengkaji data-data dari literatur-literatur yang berkaitan dengan pokok yang dibahas termasuk data-data penelitian yang sudah ada sebelum penelitian ini. Teori intervensi krisis yang digunakan adalah teori intervensi krisis yang dikembangkan oleh H. Norman Wright. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana intervensi krisis dapat menolong konseli lepas dari krisis yang dialaminya.  Kesimpulan penelitian ini adalah dengan menerapkan delapan langkah intervensi krisis maka konseli dapat menerima kehidupannya dan menumbuhkan kembali kepercayaan dirinya serta memampukan pertumbuhan rohani memenuhi kepenuhan arti perhatian utama dari kehidupan yang dijalankan dalam hubungan dengan Allah, bahwa Allah selalu menjanjikan kasih setia-Nya ketika mengalami tragedi.