Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PELATIHAN TERHADAP GURU CARA PENGGUNAAN APLIKASI CANVA UNTUK MEMBUAT VIDEO PEMBELAJARAN DI SD UPT SDN 067244 MEDAN SELAYANG Silaban, Patri; Josua Sembiring; Irmatasya Alodya Sitorus; Agnes Salsalina Br Sembiring; Chindi Clodiya Br Tarigan
Jurnal Akselerasi Merdeka Belajar dalam Pengabdian Orientasi Masyarakat (AMPOEN): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 2 No 1b (2024): JULI (Tambahan)
Publisher : UNIVERSITAS SERAMBI MEKKAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/ampoen.v2i1b.2012

Abstract

Pengabdian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas pelatihan yang diberikan kepada para guru dalam menggunakan Canva untuk menciptakan video pembelajaran yang interaktif dan menarik. Metode penelitian yang digunakan melibatkan pelaksanaan pelatihan langsung kepada para guru di SD UPT SDN 067244 Medan Selayang. Para guru diberikan pemahaman mendalam tentang fitur-fitur Canva yang dapat digunakan untuk merancang materi pembelajaran berbasis video. Selain itu, penelitian ini juga mencakup evaluasi terhadap keterampilan teknologi, kreativitas, dan kemampuan desain grafis para guru sebelum dan setelah mengikuti pelatihan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan mengenai penggunaan aplikasi Canva memiliki dampak positif terhadap peningkatan keterampilan teknologi dan kreativitas guru dalam merancang video pembelajaran. Para guru menunjukkan peningkatan dalam kemampuan mereka untuk menciptakan materi pembelajaran yang lebih menarik dan interaktif menggunakan platform Canva. Selain itu, para guru juga merasa lebih percaya diri dalam mengintegrasikan teknologi dalam proses pembelajaran mereka. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam memperkuat penggunaan teknologi dalam pendidikan di SD UPT SDN 067244 Medan Selayang. Dengan adanya pelatihan yang terfokus dan efektif, diharapkan kualitas pembelajaran di sekolah tersebut dapat terus meningkat dan memberikan pengalaman belajar yang lebih berharga bagi siswa. Penelitian ini juga menjadi landasan untuk pengembangan pelatihan yang serupa di sekolah-sekolah lain untuk mendukung penggunaan teknologi dalam pendidikan.
Analisis Hukum Penjatuhan Pidana Bersyarat dalam Tindak Pidana Pencurian Ringan: Studi Putusan Nomor 70/Pid.C/2025/PN Lbp Josua Sembiring; Syahrul Bakti Harahap
Konsensus : Jurnal Ilmu Pertahanan, Hukum dan Ilmu Komunikasi Vol. 3 No. 4 (2026): Agustus : Konsensus : Jurnal Ilmu Pertahanan, Hukum dan Ilmu Komunikasi
Publisher : Asosiasi Peneliti Dan Pengajar Ilmu Sosial Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/konsensus.v3i4.1869

Abstract

The crime of petty theft is a legal issue that demands a proportional and fair imposition of punishment. Article 364 of the Criminal Code, a colonial legacy, has had its value limit adjusted through Supreme Court Regulation Number 02 of 2012 to Rp 2,500,000.00. In Decision Number 70/Pid.C/2025/PN Lbp, the judge imposed a conditional sentence on the perpetrator of rubber sap theft valued at Rp 372,000.00. This study aims to analyze the legal regulation of petty theft, the judge's legal considerations in imposing a conditional sentence, and the conformity of the sentencing with the objectives of punishment and the sense of justice in society. The research method used is normative legal research with a statutory approach, supported by field research through interviews, analyzed qualitatively and descriptively. The results show that the regulation of petty theft under Article 364 of the Criminal Code in conjunction with Supreme Court Regulation Number 02 of 2012 provides legal certainty in classifying theft cases with small losses to be tried under expedited proceedings by a single judge without detention. The judge's legal considerations in imposing a conditional sentence are based on the fulfillment of all elements of Article 364 of the Criminal Code and the requirements of Article 14a paragraph (1) of the Criminal Code, taking into account the defendant's status as a first-time offender, the small value of the loss, and the modern sentencing paradigm oriented towards rehabilitation. The sentencing in this decision is in accordance with the objectives of modern punishment and the sense of justice in society, and has a strong constitutional foundation in the 1945 Constitution of the Republic of Indonesia. This study suggests reform of the value limit for petty theft, improved coordination among law enforcement officials, and optimization of the application of special conditions in conditional sentences.