Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

OPTIMIZATION ADSORPTION OF HEXAVALEN CHROMIUM (CR-VI) IN ACTIVATED CARBON (MICROWAVE-ASSISTED ZNCL2 CHEMICAL-ACTIVATION) USING TAGUCHI METHOD Atiqa Rahmawati; Fadzkurisma Robbika; Yuafni
Berkala Penelitian Teknologi Kulit, Sepatu, dan Produk Kulit Vol 22 No 2 (2023): Berkala Penelitian Teknologi Kulit, Sepatu, dan Produk Kulit
Publisher : Politeknik ATK Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The issue of heavy metal pollution is a significant concern in the environmental. Hexavalent chromium (Cr(VI)) is hazardous heavy metal when it is discharged and expands within ecosystem. Cr(VI) is a hazardous compound that high susceptibility to oxidation and mutagenic. The tannery industry generates hexavalent chromium in its liquid waste. Managing Cr(VI) liquid waste could use the adsorption technique with activated carbon. In this study the activation of activated carbon using microwave-assisted ZnCl2 chemical activation. The activated carbon used for adsorbing the Cr(VI). The objective of this study was to ascertain the optimum parameters for the adsorption of Cr(VI) utilizing activated carbon. The optimization method is Taguchi, which incorporates three factors: A (pH), B (activated carbon dosage), and C (agitation). The result of optimization is pH 2; 0,4 g activated carbon dosage, and agitation 20 rpm, which the optimal response was 16.7498 mg/L. The analysis using the desirability obtained desirability value of 1. The ANOVA results indicate that the pH significant on the response. The adjusted R-square is 0.9667 and predicted R-square is 0.8668. It can be concluded that the model and actual conditions has slighly discrepancies. Then, the regression equation from the model can be estimate the actual value.
Aplikasi Teknik Tatah Timbul Pada Perancangan Produk Interior Berkonsep Modular Razak, Reinny Devi Febryanti; Yuafni; Maulana, Noor Rachman
Waca Cipta Ruang Vol. 11 No. 2 (2025): Waca Cipta Ruang : Jurnal Ilmiah Desain Interior
Publisher : Program Studi Desain Interior Unikom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/wcr.v11i2.14786

Abstract

Sebuah elemen estetis interior dapat menjadi focal point dalam suatu ruang, salah satunya menggunakan material kulit nabati yang dirancang dengan mengaplikasikan teknik tatah timbul. Tatah timbul hampir menyerupai teknik ukir pada material kayu, hanya saja menggunakan material berbeda yaitu bahan kulit nabati. Teknik tatah timbul juga berbeda dengan tatah sungging yang digunakan pada kulit perkamen. Pada penelitian ini teknik tatah timbul diaplikasikan pada elemen estetis interior sebagai wujud diferensiasi produk dengan elemen estetis berupa hiasan dinding yang memiliki konsep modular. Adapun bahan kulit nabati yang digunakan berukuran 30x30 cm dengan tebal 0,3 cm. Kulit nabati tersebut ditatah membentuk motif Toraja kemudian dibentuk menjadi sebuah panel. Panel kulit nabati yang telah ditatah kemudian dibuatkan rangka menggunakan besi hollow berwarna hitam. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif bertujuan untuk meninjau teknik tatah timbul yang diaplikasikan pada elemen estetis interior dan dilakukan pada Juli 2025 bekerja sama dengan industri tatah kulit. Penelitian dilakukan dalam tiga tahap yaitu eksplorasi, perancangan, dan perwujudan, sehingga penelitian ini menghasilkan sebuah elemen estetis ruang berupa hiasan dinding berkonsep modular menggunakan teknik tatah timbul pada tiap panelnya yakni motif Toraja. Penelitian ini diharapkan dapat menambah ragam penerapan tatah timbul pada suatu produk, terutama sebagai elemen estetis pada sebuah ruangan.   Kata Kunci: elemen estetis, interior, kulit, tatah