Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Dietary Fiber as a Good Functional Food Source (Thoyyib) for Digestion Mujianto, Mujianto; Harahap, Burhanuddin; Robbany, Muhammad Dusturuddin; Sebayang, Nico Syahputra
Edible: Jurnal Penelitian Ilmu-ilmu Teknologi Pangan Vol 12, No 2 (2023): Edible: Jurnal Penelitian Ilmu dan Teknologi Pangan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jedb.v12i2.7350

Abstract

People's diets have shifted from containing lots of carbohydrates, fiber and little fat to a healthy lifestyle which includes foods low in carbohydrates, low in fiber and high in protein. Changes in people's eating patterns accompany changes in disease patterns, from infectious diseases to degenerative and metabolic diseases. Several health problems, including heart disease, malignant tumors in the large intestine, and other complications are caused by diet. Therefore, solutions are needed to be provided to the community so that healthy living practices can be restored. Functional foods are natural food additives that have many benefits. Fiber-rich food products are functional foods because they are known to be very good (toyyib) for consumption by sufferers of degenerative diseases. Dietary fiber (DF) has long been researched and found to have many health benefits. Advances in research related to nutrition help food processing businesses. Scientists and sustainable food technologists are working to use dietary fiber in various food products. Vegetables, fruit and seaweed are foods with good sources of fiber. Even though it does not contain many nutrients, dietary fiber provides many health benefits, including controlling body weight (obesity), colon cancer, preventing gastrointestinal disorders, controlling diabetes, and reducing blood cholesterol levels and cardiovascular disease. Although dietary fiber is beneficial for health, it can also be dangerous, so the fiber tolerance limit is 30 grams/day.
PERANCANGAN TANGKI PENCUCIAN PEMURNIAN K₂SO₄ PADA PRARANCANGAN PABRIK K₂SO₄ DARI PENGOLAHAN SENYAWA SULFAT PADA AIR SUNGAI KALIPAIT BONDOWOSO Robbany, Muhammad Dusturuddin; Hardjono, Hardjono
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 11 No. 4 (2025): December 2025
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v11i4.7220

Abstract

Sungai Kalipait di Banyuwangi mengandung senyawa asam sulfat alami yang berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan baku untuk sintesis kalium sulfat (K₂SO₄). Namun, proses reaksi menghasilkan campuran garam seperti KCl dan NaCl yang menurunkan kemurnian produk. Untuk meningkatkan kemurnian K₂SO₄, dilakukan pemisahan berbasis kelarutan diferensial dalam metanol melalui proses pencucian. Penelitian ini bertujuan merancang tangki pencucian berbasis metanol yang sesuai untuk proses pemurnian tersebut. Perancangan dilakukan secara sistematis menggunakan pendekatan mekanikal dan termodinamika, serta mengacu pada standar American Society of Mechanical Engineers – Boiler and Pressure Vessel Code dan American Petroleum Institute. Hasil desain menunjukkan bahwa tangki memiliki diameter total 75,32 inci dan tinggi silinder 31,49 inci, dengan tutup atas dan bawah berbentuk ellipsodial. Tangki dilengkapi sistem agitasi tipe turbin enam bilah dengan panjang bilah 180 mm dan kebutuhan daya pengaduk sebesar 2,54 HP. Selain itu, disertakan empat nozzel fungsional untuk pemasukan, pengeluaran, ventilasi, dan pengamatan. Evaluasi kekuatan struktur menunjukkan bahwa ketebalan dinding dan sambungan telah memenuhi kriteria keselamatan operasi pada tekanan atmosferik. Dengan demikian, tangki pencucian ini layak diimplementasikan untuk proses pemurnian K₂SO₄ berbasis metanol.