Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Early Marriage in Urban Society: Problems and Solutions Karami, Gergian Abi
Asyahid Journal of Islamic and Quranic Studies (AJIQS) Vol. 5 No. 1 (2023): Asyahid
Publisher : STAI AL-FALAH CICALENGKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62213/a76f8g20

Abstract

This research entitled "Early Marriage in Urban Society: Problems and Solutions" is interested in raising this theme because the phenomenon of early marriage often occurs among teenagers in Bandung urban society. This research uses a descriptive qualitative approach. Interviews, observations and documentation were used to collect data. This research aims to provide information and understanding to the public about the impact of early marriage and efforts to prevent early marriage. The negative side of early marriage outweighs the positive side. Because the possibility of early childhood marriage has a negative impact on teenagers and families. Early marriage can have a negative impact on maternal health, low education, divorce and poverty. Some of the causes of early child marriage are economic and educational. Empowering children with information, educating and providing insight to parents about creating a good environment, improving the quality of formal education for children, and providing health and reproductive education to children are ways that can prevent the increase in early child marriage. Keywords: Early Marriage, Efforts, Impact   Abstrak Penelitian ini berjudul "Pernikahan Dini Dalam Masyarakat Urban: Masalah dan Solusi" tertarik untuk mengangkat tema ini karena fenomena pernikahan dini yang sering terjadi di kalangan remaja di masyarakat urban Bandung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Wawancara, observasi, dan dokumentasi digunakan untuk mengumpulkan data. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan informasi dan pemahaman kepada masyarakat tentang dampak pernikahan dini dan upaya untuk mencegah pernikahan dini. Sisi negatif pernikahan dini lebih banyak daripada sisi positifnya. Karena itu, kemungkinan pernikahan anak usia dini berdampak negatif pada remaja dan keluarga. Pernikahan dini dapat berdampak negatif pada kesehatan ibu, pendidikan yang rendah, perceraian, dan kemiskinan. Beberapa penyebab perkawinan anak usia dini adalah ekonomi dan pendidikan. Memberdayakan anak dengan informasi, mendidik dan memberikan wawasan kepada orang tua tentang menciptakan lingkungan yang baik, meningkatkan kualitas pendidikan formal bagi anak, dan memberikan edukasi kesehatan dan reproduksi kepada anak adalah cara-cara yang dapat mencegah meningkatnya pernikahan anak usia dini. Kata Kunci: Pernikahan Dini, Upaya, Dampak
Analysis of Religious Leaders in Persuasive Communication in Religious Tolerance Village, Paledang, Bandung Karami, Gergian Abi
Asyahid Journal of Islamic and Quranic Studies (AJIQS) Vol. 6 No. 1 (2024): Asyahid
Publisher : STAI AL-FALAH CICALENGKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62213/febxg504

Abstract

Penelitian ini mengkaji dinamika komunikasi persuasif yang diterapkan oleh pemuka agama di Kelurahan Paledang, Kota Bandung, dengan tujuan untuk memahami strategi komunikasi persuasif dalam menumbuhkan rasa terima kasih, keterbukaan, dan kolaborasi di lingkungan keberagaman agama. Partisipan penelitian adalah pemuka agama dari berbagai agama yang ada di kelurahan tersebut, yang dipilih secara purposive. Metode pengumpulan data utama adalah wawancara mendalam, sementara analisis data menggunakan teknik analisis isi untuk mengidentifikasi pola komunikasi persuasif yang muncul. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemuka agama di Kelurahan Paledang menganggap toleransi sebagai dasar komunikasi persuasif yang efektif. Toleransi ditunjukkan melalui sikap terbuka dan penghargaan terhadap perbedaan keyakinan, yang memungkinkan terciptanya dialog dan kerja sama lintas agama. Pemuka agama menggunakan bahasa inklusif dan simbolisme bersama untuk memperkuat solidaritas dan identitas kolektif di tengah keberagaman. Kegiatan kolaboratif seperti acara lintas agama dan pengajian bersama terbukti efektif dalam memperkuat hubungan antar pemeluk agama. Penelitian ini menyimpulkan bahwa komunikasi persuasif dapat menjadi alat untuk membangun toleransi dan kolaborasi dalam masyarakat multikultural, serta menyarankan pengembangan model komunikasi persuasif yang dapat diterapkan di komunitas lain. Kata kunci: Dakwah, Nilai Nilai Islam, Keluarga
Komunikasi Lintas Agama dan Misi Keagamaan: Analisis Tantangan dan Solusi Nurazam, Ifan Faqih; Karami, Gergian Abi
Hikmah Vol 18, No 2 (2024): JURNAL ILMU DAKWAH DAN KOMUNIKASI ISLAM
Publisher : IAIN Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/hik.v18i2.14120

Abstract

Interfaith communication is an important aspect in an increasingly complex multicultural society. This research aims to identify the challenges faced in interfaith communication, including stereotypes, prejudices, incomprehensibility of the teachings of other religions, cultural differences, and social pressures. In addition, this study also explores solutions that have been implemented to improve interfaith dialogue, such as inclusive interfaith education, structured dialogue, cooperation in social projects, and the use of social media. Religious missions are also analyzed as factors that can serve as bridges or barriers in interfaith communication, depending on the approach. This study proposes an effective model of interfaith communication based on the principles of equality, openness, and respect for differences, and supported by education and social cooperation. The results of this research are expected to contribute to building harmonious relationships between religious communities in a multicultural society