Penelitian ini mengkaji dinamika komunikasi persuasif yang diterapkan oleh pemuka agama di Kelurahan Paledang, Kota Bandung, dengan tujuan untuk memahami strategi komunikasi persuasif dalam menumbuhkan rasa terima kasih, keterbukaan, dan kolaborasi di lingkungan keberagaman agama. Partisipan penelitian adalah pemuka agama dari berbagai agama yang ada di kelurahan tersebut, yang dipilih secara purposive. Metode pengumpulan data utama adalah wawancara mendalam, sementara analisis data menggunakan teknik analisis isi untuk mengidentifikasi pola komunikasi persuasif yang muncul. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemuka agama di Kelurahan Paledang menganggap toleransi sebagai dasar komunikasi persuasif yang efektif. Toleransi ditunjukkan melalui sikap terbuka dan penghargaan terhadap perbedaan keyakinan, yang memungkinkan terciptanya dialog dan kerja sama lintas agama. Pemuka agama menggunakan bahasa inklusif dan simbolisme bersama untuk memperkuat solidaritas dan identitas kolektif di tengah keberagaman. Kegiatan kolaboratif seperti acara lintas agama dan pengajian bersama terbukti efektif dalam memperkuat hubungan antar pemeluk agama. Penelitian ini menyimpulkan bahwa komunikasi persuasif dapat menjadi alat untuk membangun toleransi dan kolaborasi dalam masyarakat multikultural, serta menyarankan pengembangan model komunikasi persuasif yang dapat diterapkan di komunitas lain. Kata kunci: Dakwah, Nilai Nilai Islam, Keluarga
Copyrights © 2024