Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Penerapan Foot Massage terhadap Tingkat Nyeri Klien Post Operasi Sectio Caesarea di RSUD Kartini Karanganyar Vita Fatika Sari; Maryatun Maryatun; Dewi Listyorini
DIAGNOSA: Jurnal Ilmu Kesehatan dan Keperawatan Vol. 2 No. 3 (2024): Agustus : Jurnal Ilmu Kesehatan dan Keperawatan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59581/diagnosa-widyakarya.v2i3.4023

Abstract

Post Sectio Caesarea mothers will feel pain in the incision wound or surgical area. Pain will hinder Activities of Daily Living (ADL), attachment bonding and mobilization due to an increase in pain intensity when the mother moves. One of the non-pharmacological pain management methods is massage. The massage that can be done on Post Sectio Caesarea mothers is foot massage, because the nocireceptors or nerves that initiate the sensation of pain are located on the surface of the internal tissue and under the dense skin of the feet. Objective: To determine the results of the implementation of foot massage on the pain level of clients after caesarea section surgery at Kartini Karanganyar Regional Hospital. This research is a case study with a pre-experimental method with one group pre test-post test design. Using 2 respondents, pre-test and post-test pain scale measurements were carried out. Foot massage was carried out once with a duration of 20 minutes for 2 days, the pain scale was measured using the Numeric Rating Scale (NRS). The client's pain scale after caesarea section surgery before being given foot massage was in the moderate scale category and after being given foot massage it became light scale pain. There is a decrease in the client's pain scale after caesarea section surgery before and after being given foot massage in the Teratai 1 Room at Kartini Karanganyar District Hospital.  
Penerapan Pijat Woolwich Untuk Meningkatkan Produksi ASI Pada Ibu Postpartum Di RSUD Kabupaten Karanganyar Fergia Reka Inayya Putri; Sitti Rahma Soleman; Dewi Listyorini
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 2 No. 8 (2023)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu masalah yang sering dihadapi ibu post partum antara lain kegagalan saat menyusui pada awal awal melahirkan. Kondisi ini biasanya disebabkan oleh sumbatan ASI yang terkumpul tidak keluar. Dampak yang terjadi jika ASI tidak keluar dengan lancar yaitu saluran ASI tersumbat. Salah satu intervensi keperawatan yang dapat dilakukan yaitu dengan pijat woolwich, dengan cara pijat woolwich dapat meningkatkan produksi ASI pada ibu post partum. Tujuan; Mengetahui Hasil implementasi pemberian Pijat Woolwich untuk meningkatkan produksi ASI pada ibu post partum di RSUD kabupaten Karanganyar. Metode; Rancangan penelitian ini dilakukan pada 2 responden dengan cara case study dengan wawancara dan pengukuran produksi ASI dengan gelas ukur. Hasil; Produksi ASI ibu post partum sebelum dilakukan pijat woolwich pada responden I yaitu 0,4 cc kemudian pada responden II yaitu 0,1 cc, kemudian setelah dilakukan pijat woolwich didapatkan hasil produksi ASI pada responden I yaitu 2,5 cc dan pada responden II yaitu 1,0 cc. Kesimpulan;. Terdapat peningkatan produksi ASI sebelum dan sesudah dilakukan pijat woolwich.
Penerapan Mobilisasi Dini Terhadap Penurunan Intensitas Nyeri Ibu Post Sectio Caesarea Di RSUD Kabupaten Karanganyar Dian Nandari Rahmaningsih; Anjar Nurrohmah; Dewi Listyorini
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 2 No. 8 (2023)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu efek yang ditimbulkan setelah operasi sectio caesarea adalah nyeri, nyeri muncul karena lepasnya reseptor nyeri akibat terputusnya kontinuitas jaringan karena proses insisi saat pembedahan. Kasus pasien post sc yang mengalami nyeri di RSUD Kabupaten Karanganyar pada tahun 2021 sebanyak 257 kasus mengalami kenaikan sebesar 38,5%. Salah satu intervensi keperawatan yang bisa diberikan adalah mobilisasi dini pada pasien pasca operasi. Mobilisasi dini dapat meningkatkan sirkulasi darah yang dapat mengurangi rasa nyeri. Tujuan: Mengetahui hasil implementasi pemberian Mobilisasi Dini terhadap Penurunan Intensitas Nyeri Ibu Post Sectio Caesarea di RSUD Kabupaten Karanganyar. Metode: Penelitian deskripstif observatif dengan metode studi kasus yang dilakukan pada dua responden ibu post sectio caesarea yang dilakukan mobilisasi dini untuk mengurangi intensitas nyeri post sectio caesarea yang dilakukan pada 6 jam pertama post sectio caesarea sampai hari ketiga dengan pendampingan 15-20 menit. Hasil: Intensitas nyeri kedua responden di hari pertama berada pada skala nyeri sedang 5-6 dan di hari ketiga setelah dilakukan serangkaian mobilisasi dini, intensitas nyeri kedua responden menurun menjadi skala nyeri ringan 1-2. Kesimpulan: Terdapat penurunan intensitas nyeri sesudah dilakukan mobilisasi dini.