Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KEBIJAKAN MENUJU KEMANDIRIAN BERAS, KASUS DI KABUPATEN BANYUMAS JAWA TENGAH Widiatmaka, Widiatmaka; Machfud, Machfud; Ambarwulan, Wiwin; Bondansari, Bondansari; Munibah, Khursatul
RISALAH KEBIJAKAN PERTANIAN DAN LINGKUNGAN Rumusan Kajian Strategis Bidang Pertanian dan Lingkungan Vol 11 No 1 (2024): April
Publisher : Pusat Studi Pembangunan Pertanian dan Pedesaan (PSP3) dan Ilmu Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (PSL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jkebijakan.v11i1.53470

Abstract

Upaya menuju kemandirian beras menjadi penting untuk mengurangi ketergantungan pangan pada negara lain, namun ini merupakan tantangan yang berat. Kebutuhan lahan untuk pembangunan menyebabkan berkurangnya lahan pertanian. Kebijakan perlindungan lahan sawah yang ada dan peningkatan produksi padi menjadi sangat strategis dalam sistem pangan, karena mencetak lahan pangan baru dihadapkan pada berbagai kendala. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Peraturan Bupati tentang RTRW Kabupaten Banyumas 2011-2031 tidak mampu sepenuhnya mencegah konversi lahan sawah. Konversi lahan sawah ini menyebabkan pasokan beras domestik semakin menurun dan kemandirian beras di Kabupaten Banyumas diperkirakan hanya sampai tahun 2029. Kesinambungan implementasi antar variabel penting, menjadi kunci tercapainya tujuan sistem, yaitu: 1) penetapan Peraturan Bupati tentang Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B), 2) penetapan skema insentif perlindungan lahan, 3) membangun database spasial lahan sawah secara detail, dan 4) pengembangan akses air irigasi menjadi variabel yang harus dijalankan pada tahap awal sebagai prioritas pertama, kemudian tahap berikutnya pemberdayaan kelompok tani prioritas kedua, dan peningkatan produktivitas tanaman padi sebagai tahan selanjutnya. Aktor yang menjadi kunci penggerak sistem, yaitu Bupati beserta dinas terkait (Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Bappeda Litbang, Dinas Pekerjaan Umum Bidang Pengairan, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman), DPRD, ATR/BPN.
Potential Decline in Domestic Rice Production Due to the Degradation of Land Functions from Paddy Fields to Other Uses: a Case Study in Banyumas Regency, Central Java, Indonesia Bondansari, Bondansari; Widiatmaka, Widiatmaka; Machfud, Machfud; Munibah, Khursatul; Ambarwulan, Wiwin
Agrotechnology Research Journal Vol 9, No 1 (2025): Agrotechnology Research Journal
Publisher : Perkumpulan Agroteknologi/Agroekoteknologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/agrotechresj.v9i1.102718

Abstract

Access to food is a human right. The destruction of paddy fields due to changes in use in various regions in Indonesia affects the national food supply. The contribution of domestic rice is decreasing, and the dependence on imported rice is increasing. In the long term, this phenomenon will threaten efforts to fulfil the adequacy of the staple food rice for the growing population, thereby increasing the potential for a food crisis. This study analyses the decline in domestic rice sufficiency due to the destruction of paddy fields in Banyumas Regency, Central Java Province. The method used in this study is mixed, consisting of visual image interpretation, map overlay, and descriptive quantitative analysis. The results showed that the average rate of destruction of paddy fields in Banyumas Regency from 2007 to 2019 was 102.6 hectares per year, concentrated around Purwokerto District, which is the capital of Banyumas Regency . The potential loss of rice production is 1,189,580 kilograms per year of harvested dry grain, equivalent to IDR 5,709,984,000.00.