Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Potensi Bunga Telang (Clitoria ternatea L.) terhadap Sindrom Metabolik Rupadani, Ni Luh Desy; Ernawati, Desak Ketut; Trapika, I.G.M.G. Surya Candra
Jurnal Riset Hesti Medan Vol 9, No 1 (2024): Edisi Juni
Publisher : Akademi Keperawatan Kesdam I/Bukit Barisan Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34008/jurhesti.v9i1.324

Abstract

Sedentary lifestyle such as consuming fast food, fatty foods, smoking and rarely doing physical activity are triggers for metabolic syndrome. Metabolic syndrome is a collection of risk factors for metabolic and cardiovascular disease consisting of dyslipidemia, obesity, hypertension and insulin resistance. The presence of metabolic syndrome will lead to a doubled risk of cardiovascular disease compared to patients without metabolic syndrome. Cardiovascular disease is the leading cause of death worldwide. One of the plants that has benefits for preventing and treating metabolic syndrome is telang (Clitoria ternatea L.). Almost all parts of the telang plant can be used for preventive and medicinal therapies, but the most commonly used part of the plant is the flower. Telang flowers are known to have antiobesity, antidiabetic, antioxidant and other activities. Telang flowers have chemical compound components in the form of flavonoids, alkaloids, tannins, saponins, phenolic acids and terpenoids.
Aktivitas Farmakologi Daun Kelor (Moringa oleifera) Sebagai Antiinflamasi (Pharmacological Activity of Moringa Leaves (Moringa oleifera) as an Anti-Inflammatory): Pharmacological Activity of Moringa Leaves (Moringa oleifera) as an Anti-Inflammatory Ni Luh Desy Rupadani; I Gusti Ayu Intan Puspita Dewi; Gede Agus Ari Tirtayasa
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Januari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i1.10198

Abstract

Daun kelor (Moringa oleifera) telah lama dikenal sebagai obat tradisional di masyarakat. Daun kelor memiliki banyak aktivitas farmakologi salah satunya sebagai antiinflamasi. Penelitian mengenai aktivitas antiinflamasi daun kelor sudah banyak dilakukan, baik secara in vitro maupun in vivo. Terdapat beberapa mekanisme antiinflamasi daun kelor diantaranya penghambatan sintesis prostaglandin, menekan sitokin pro inflamasi, penghambatan denaturasi protein. Tinjauan pustaka ini bertujuan untuk mengevaluasi secara komprehensif bukti penelitian terkini mengenai mekanisme kerja antiinflamasi daun kelor. Pencarian literatur menggunakan database nasional dan internasional seperti pubmed, google scholar, scopus dan lain sebagainya. Uji in vivo menunjukkan potensi daun kelor untuk dikembangkan menjadi sediaan farmasi bahkan dapat dikembangkan untuk dilakukan pengujian klinis kepada manusia.
Potensi Fitokimia Bunga Telang (Clitoria ternatea L.) sebagai Kandidat Terapi SARS-Cov-2: Tinjauan Literatur: Phytochemical Potential of Clitoria ternatea L. as a Therapeutic Candidate Against SARS-CoV-2: A Literature Review I Gusti Ayu Intan Puspita Dewi; Ni Luh Desy Rupadani; Ni Putu Vyra Ginanti Putri
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 9 No. 7: Juli 2026 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i7.11355

Abstract

Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-CoV-2) merupakan virus korona yang menyebabkan sindrom pernapasan akut berat yang dikenal sebagai Coronavirus Disease 2019 (COVID-19). Salah satu alternatif yang dapat dimanfaatkan masyarakat dalam menjaga kesehatan dan mendukung penanganan penyakit adalah penggunaan obat herbal. Artikel tinjauan ini bertujuan untuk mengkaji berbagai jenis obat herbal yang tersedia di Indonesia, manfaat Clitoria ternatea L. (bunga telang), serta aktivitas biologis senyawa-senyawa yang terkandung di dalamnya. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan mengumpulkan, menganalisis, dan mensintesis berbagai hasil penelitian yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa Clitoria ternatea L. mengandung berbagai senyawa bioaktif, antara lain antosianin, ternatin, taraxerol, genistein, steroid, asam fenolat, polifenol, senyawa fenolik, dan flavonoid. Senyawa-senyawa tersebut diketahui memiliki aktivitas antiinflamasi dan berpotensi membantu mengatasi proses inflamasi yang berhubungan dengan infeksi COVID-19. Oleh karena itu, Clitoria ternatea L. berpotensi dikembangkan sebagai kandidat terapi pendukung dalam penanganan SARS-CoV-2.