Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS KARAKTERISTIK TURBIN LURUS DAN TURBIN BENGKOK PADA PEMBANGKIT LISTRIK MIKRO HIDRO Surbakti, Albert Gabriel; Putra, Anding Antonio Ananda; Prayogo, Dimas Bagus
Jurnal Inovasi Teknologi Manufaktur, Energi dan Otomotif Vol. 2 No. 1 (2023): Jurnal Inovasi Teknologi Manufaktur, Energi, dan Otomotif
Publisher : Politeknik Negeri Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) adalah suatu pembangkit lisrik berskala kecil yang menggunakan air sebagai sumber energinya. Pada PLTMH, air digunakan sebagai penggerak turbin. Turbin tersebut berfungsi untuk mengubah energi yang tersedia menjadi energi mekanik. Salah satu sistem yang digunakan oleh PLTMH adalah mikrohidro vortex. Mikrohidro vortex menggunakan energi kinetik air yang membentuk pusaran yang akan menggerakkan sudu turbin. Untuk mendapatkan efisiensi turbin yang optimal, maka salah satu faktor yang dapat ditinjau adalah pemilihan profil atau model turbin yang sesuai. Dari kedua desain sudu turbin yang telah di uji coba, turbin bengkok memiliki coeffisien power lebih tinggi dibandingkan turbin lurus. Maka turbin bengkok dapat dikatakan sangat cocok untuk diaplikasikan pada pengembangan tekonolgi mikrohidro vortex, karena turbin ini memiliki efisiensi dan mampu bekerja di head yang rendah atau kecepatan aliran air rendah dengan menggunakan konsep hydro vortex. Cara kerja purwarupa pembangkit listrik mikrohidro dengan konsep hydro vortex menggunakan sistem sirkulasi dengan memanfaatkan air sebagai fluidanya. Air disedot oleh pompa dari pipa sirkulasi lalu dialirkan menuju penyelaras aliran dan masuk kedalam bak hydro vortex, didalam bak air akan mengalir menjadi pusaran dan memutar turbin kemudian di transmisikan ke generator sehingga menghasilkan daya. Kata Kunci: Pembangkit Listrik Mikrohidro, Hydro Vortex, Turbin.
PERANCANGAN KONSTRUKSI KAPAL WISATA 1 GT BERBAHAN DASAR FIBERGLASS Efendy, Taufik Slamet; Surbakti, Albert Gabriel
Jurnal Inovasi Teknologi Manufaktur, Energi dan Otomotif Vol. 2 No. 2 (2024): Jurnal Inovasi Teknologi Manufaktur, Energi, dan Otomotif
Publisher : Politeknik Negeri Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57203/jinggo.v2i2.2024.138-148

Abstract

Kapal-kapal, yang lebih kecil ukurannya dibandingkan kapal laut, memiliki berbagai tujuan seperti transportasi, rekreasi, operasi penyelamatan, dan penangkapan ikan. Di Indonesia, salah satu jenis yang sering terlihat adalah kapal wisata, digunakan untuk berkeliling di laut, sungai, dan danau. Kapal-kapal ini umumnya dibangun menggunakan fiberglass karena sifatnya yang ringan, tahan cuaca, mudah dirawat, dan waktu produksi yang singkat. Integritas struktural sangat penting dalam konstruksi kapal untuk memastikan keselamatan penumpang dan menahan gaya lingkungan seperti gelombang. Perhitungan kekuatan struktural sangat penting dalam konstruksi kapal, seringkali menggunakan metode elemen hingga. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kekuatan struktural kapal, karena kapal kecil yang ada saat ini seringkali kurang memiliki konstruksi yang memadai. Studi ini mengungkapkan bahwa buritan adalah bagian terkuat dengan jarak gading 0,35 meter, begitu juga haluan dengan jarak yang sama. Disimpulkan bahwa jarak gading yang lebih pendek menghasilkan konstruksi yang lebih kuat namun memerlukan lebih banyak bahan untuk pembuatannya.