Perdananto, Yudit
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penciptaan Wayang Rai Topeng: Upaya Menggagas Wahana Cerita Nusantara Pudjastawa, Astrid Wangsagirindra; Perdananto, Yudit
Jurnal Pendidikan dan Penciptaan Seni Vol 3, No 2 (2023): Jurnal Pendidikan dan Penciptaan Seni - November
Publisher : Mahesa Research Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34007/jipsi.v3i2.334

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan konsep dasar penciptaan wayang kulit rai topeng yang dapat dimainkan sebagai alternative perkembangan wayang di Indonesia. Wayang Rai Topeng adalah pertunjukan wayang yang inovatif dengan pendekatan adaptasi kekayaan ragam topeng di Nusantara sebagai upaya menjadikannya media yang dapat digunakan untuk menceritakan kekayaan cerita di Nusantara. Permasalah yang diteliti adalah: (1) apa yang melatarbelakangi terciptanya wayang rai topeng; dan (2) bagaimana konsep dan struktur dasar pementasan wayang rai topeng. Kajian dilakukan dengan menerapkan metode penciptaan seni, yaitu eksplorasi, desain, kreasi dan presentasi. Hasil penelitian menujukkan bahwa: pertama, penciptaan wayang rai topeng dilatarbelakangi oleh menurunnya minat generasi muda terhadap wayang. Kehidupan wayang terpinggirkan, merespons tantangan zaman yaitu era industry 4.0, dan sebagai lanjutan dari eksperimen pertunjukan wayang. Kedua, konsep dasar karakter wayang rai topeng adalah menekankan pada cerita Panji dimana cerita tersebut menggambarkan Panji yang berkeliling Nusantara sehingga memungkinkan munculnya keragaman budaya yang ada. Ketiga, model pertunjukan Wayang Rai Topeng mengadaptasi pertunjukan pendongeng keliling yang menekankan penggambaran wayang sebagai suatu media yang dapat digunakan dimana saja, dan kapan saja.
Synchronization of Libraries, Archives and Museums (LAM) in Malang City as an Effort to Transfer Information Pudjastawa, Astrid Wangsagirindra; Perdananto, Yudit
Javanologi: International Journal of Javanese Studies Vol 5, No 1 (2021): Javanologi Volume 5 No. 1: December
Publisher : Pusat Unggulan Ipteks Javanologi Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/javanologi.v5i1.67941

Abstract

In the information age, libraries, archives, and museums (LAM are inseparable units. There are several reasons why LAM stands alone, but the rapid development has fostered new communication and information on the information side. Technology can be used to unify the work of all these institutions. Synchronized LAM can bridge common goals, although there are differences in collections and policies. This article concludes (1) LAM can be used as a concept in the city of Malang because even though the institutions are different and have different policies, some institutions have the same function and purpose, (2) LAM has various types of collections and policies applied to users of the collection, (3) LAM is a container that provides, manages, and transfers information to users. With the LAM synchronization, it is hoped that the efforts to share cultural information in Malang City can be more efficient and comprehensive so that it can be a way to foster public interest in regional arts and culture.