Dwi Permatasari Utomo Putri
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Antibacterial Effectiveness Test of Methanol Extract of Red Galangal Rhizome (Alpinia purpurata (Vieill) K. Schum) Against Streptococcus pyogenes and Klebsiella pneumonia Bacteria Dwi Permatasari Utomo Putri; Listiana Masyita Dewi; Rochmadina Suci Bestari; Nurhayani
Eureka Herba Indonesia Vol. 5 No. 2 (2024): Eureka Herba Indonesia
Publisher : HM Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37275/ehi.v5i2.116

Abstract

Red galangal rhizome (Alpinia purpurata (Vieill) K. Schum) is a medicinal plant belonging to the family Zingiberaceae. Red galangal rhizomes have antibacterial benefits because they contain active substances such as flavonoids, saponins, triterpenoids, alkaloids, and tannins. Streptococcus pyogenes causes bacterial infections of the skin and upper respiratory tract, while Klebsiella pneumonia is the bacteria that causes pneumonia. This study aims to determine the antibacterial effectiveness of methanol extract of red galangal rhizomes (Alpinia purpurata (Vieill) K. Schum) against Streptococcus pyogenes and Klebsiella pneumonia bacteria. This research is an experimental laboratory with a post-test-only controlled group design. Red galangal rhizomes were extracted using methanol solvent and tested for antibacterial effectiveness using the well method. There were 6 groups in the study, namely the chloramphenicol positive control group, the distilled water negative control group, and the 20%, 40%, 60%, and 80% concentration groups. The largest inhibition zone diameter was found at a concentration of 80%, with an average of 25.50 mm in Streptococcus pyogenes bacteria and 28.73 mm in Klebsiella pneumonia bacteria. In conclusion, methanol extract of red galangal rhizome (Alpinia purpurata (Vieill) K. Schum) effective against bacteria Streptococcus pyogenes and Klebsiella pneumonia.
LABIRINITIS Sri Wahyu Basuki; Muhammad Zain Firdaus; Hilda Zaniba Ariffah; Niken Mafatiha Nafila; Dwi Permatasari Utomo Putri
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2021: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Thalam
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Labirinitis merupakan penyakit inflamasi rongga perilimfatik telinga dalam yang diakibatkan oleh virus (cytomegalovirus) bakteri, parasit, dan jamur serta zat beracun yang terkait dengan infeksi yang berdekatan. Labirinitis paling sering menyerang usia dewasa, umur 30 tahun, wanita dibanding laki-laki dengan perbandingan 1,5 : 1. Manifestasi klinis dari labirinitis. adalah gangguan pendengaran, vertigo berkepanjangan , muntah, pusing, gangguan keseimbangan, gangguan penglihatan, tinnitus, dan gangguan pendengaran tipe sensorineural. Diagnosis labirinitis dapat ditegakkan dengan mengetahui tanda dan gejala serta dapat dilakukan pemeriksaan penunjang meliputi audiometri, pemeriksaan laboratorium, CT scan, dan MRI. Komplikasi yang menyertai labirinitis adalah benign paroxysmal positional vertigo (BPPV), pada labirinitis supuratif akut juga dapat berkembang menjadi komplikasi infeksi intrakranial. Prognosis pada labirinitis biasanya baik.