Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGENALAN DAN PEMAHAMAN TENTANG CYBER SECURITY DI PONDOK PESANTREN DAARUL RAHMAN III Muhammad Rendi Maulana; Naila Mufidah; Nikita Dolisa Fitri; Robbyanto Bagus Ramadhan; Ryan Agdi Winata Yunastiar Isa; Salman Hapitulung; Tsalatsatus Sa'adah
APPA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1 No 4 (2023): APPA : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Shofanah Media Berkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam era digital, pondok pesantren perlu memahami dan mengatasi risiko keamanan cyber. Artikel ini membahas ancaman yang mungkin dihadapi, potensi dampaknya, dan langkah-langkah praktis untuk mengurangi risiko. Kami menyoroti pentingnya kesadaran terhadap serangan phishing, penggunaan sandi yang kuat, dan pelatihan keamanan bagi pengelola dan santri. Dengan menerapkan langkah-langkah ini, pondok pesantren dapat melindungi data dan memastikan kelangsungan operasional di dunia maya. Dengan memahami dan menerapkan praktik keamanan cyber, pondok pesantren dapat melindungi identitas, data pribadi, dan informasi kritis lainnya dari potensi ancaman yang dapat merugikan. Kesadaran akan keamanan cyber tidak hanya berkontribusi pada perlindungan data, tetapi juga memastikan kelangsungan operasional dan keberlanjutan pondok pesantren di era digital ini.
Educational Application of Satera Jontal and Sumbawa Culture Based on Augmented Reality to Realize Indonesia SDGs 2030 Wahyu Prama Pratama Hpar; Wawan Kurniawan; Muhammad Rendi Maulana; Muh.Rizky Destiawansyah; Herliana Rosika; Tomáš Jeřábek
English and Tourism Studies Vol. 3 No. 1 (2025): May
Publisher : Tinta Emas Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59535/ets.v3i1.492

Abstract

Indonesia is recorded as an archipelagic country with cultural diversity. However, technological advancement and globalization have an impact on local culture. One of them is that Sumbawa's culture is threatened to be eroded and forgotten due to the younger generation shifting towards Western culture or K-pop. Everyone on the island of Sumbawa, especially students, is expected to know and enhance their love for the local culture of Sumbawa. Based on this, this research aims to examine the concept of SAJODAR as an educational application of Satera Jontal and Sumbawa regional culture based on Augmented Reality (AR) to enhance students' knowledge and love for Sumbawa's local culture. The method used in this research is the ADDIE development model (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation) to construct a learning system. The ADDIE development model is more effective, rational, and comprehensive for developing a product. The analysis results show a relatively high attention rate in the realm of technology-based cultural learning, to facilitate students, especially in using the SAJODAR application as a medium to enhance the love for Sumbawa culture.