Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

MODEL PENANGANAN RESIKO LONGSOR DI LERENG SUNGAI CILEBAKCAWI DESA MUARASARI KECAMATAN BOGOR SELATAN Ismiralda, Dinta Anindy; Hadi, Singgih Irianto Trisilo; Widia, Winda
Jurnal Teknik | Majalah Ilmiah Fakultas Teknik UNPAK Vol 25, No 1 (2024): Jurnal Teknik : Majalah Ilmiah Fakultas Teknik UNPAK
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33751/teknik.v25i1.10303

Abstract

Model penanganan resiko longsor pada lereng sungai dapat diawali dengan menghitung faktor keamanan lereng. Analisis faktor keamanan lereng didapat dengan menganalisis beberapa parameter material lereng dengan menggunakan program geo-slope. Parameter yang dibutuhkan adalah jenis material penyusun lereng dari hasil pemetaan geologi dan akusisi data geolistrik, sifat fisik dan mekanika tanah dari uji laboratorium, dan geometri lereng. Berdasarkan analisis faktor keamanan  lereng Sungai Cilebakcawi, kondisi lereng dalam keadaan labil dengan nilai faktor keamanannya 0,983. Angka keamanan lereng pada lokasi penelitian juga sangat dipenaruhi oleh kedalaman MAT. Dengan kondisi labil tersebut perlu dibangun perkuatan lereng diantaranya dengan penggunaan bronjong kawat yang dikombinasikan dengan terasering dan pile. Hasil dari kombinasi perkuatan ini dapat menaikan angka kemanan lereng menjadi diatas 3,328 walau dalam kondisi MAT dangkal yang menunjukan lereng dalam kondisi stabil atau mantap.Kata kunci :Penanganan Resiko Longsor, Faktor Keamanan Lereng, FK, Bronjong kawat, pile.ABSTRACTThe model for handling landslide risk on river slopes can be started by calculating the slope safety factor. Analysis of slope safety factoris obtained by analyzing several slope material parameters using the geo-slope program. The parameters required are the type of material that makes up the slope from the results of geological mapping and geoelectrical data acquisition, the physical and mechanical properties of the soil from laboratory tests, and the geometry of the slope. Based on an analysis of the safety factor for the slopes of the Cilebakcawi River, the condition of the slopes is in an unstable state with a safety factor value of 0.983. The slope safety score at the research location is also greatly influenced by the depth of the MAT. With these unstable conditions, it is necessary to strengthen the slopes, including using wire gabions combined with terracing and piles. The results of this strengthening combination can increase the slope safety figure to above 3.328 even in shallow MAT conditions, which indicates the slope is in a stable or stable condition.Keywords:Model for Handling landslide, Slope Safety Factor, FK, Wire Gabion, pile.
Penyuluhan Teknis Perencanaan dan Pengawasan Infrastruktur Desa Bagi Aparatur Desa Pondokkasolandeuh, Kabupaten Sukabumi Sasmita, Agus; Budiono, Budiono; Widia, Winda; Arif, Faishol; Pulungan, Nur Zulaika Sofyani; Muhajilah, Jasmine Riezqy; Rijal, Muhammad Rafi Nuh
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 11 No. 3 (2026): September
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v11i3.5892

Abstract

Pembangunan infrastruktur pedesaan merupakan salah satu pilar pemerataan ekonomi nasional, namun keberhasilannya kerap terkendala keterbatasan kapasitas teknis aparatur desa. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PkM) ini bertujuan meningkatkan pemahaman aparatur Desa Pondokkasolandeuh, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, mengenai prinsip dasar perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, dan penyusunan Rencana Anggaran Biaya (RAB) pekerjaan infrastruktur desa, khususnya jalan, septic tank komunal, dan Tembok Penahan Tanah (TPT). Kegiatan dilaksanakan pada 15 Januari 2026 di Aula Kantor Desa Pondokkasolandeuh dan diikuti 30 peserta dari unsur perangkat desa, pengurus RT/RW, karang taruna, dan ibu PKK. Metode yang digunakan adalah penyuluhan teknis interaktif berbasis Standar Nasional Indonesia (SNI), meliputi pemaparan materi, simulasi perhitungan volume dan RAB, serta diskusi studi kasus. Keberhasilan kegiatan diukur melalui kuesioner kepuasan lima butir berskala Likert, observasi partisipasi, dan sesi tanya jawab, kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil kuesioner terhadap 22 responden menunjukkan 98,2% peserta memberikan respons positif (setuju dan sangat setuju) terhadap seluruh butir penilaian. Kegiatan menghasilkan empat keluaran utama, yaitu terselenggaranya penyuluhan teknis, tersusunnya modul dan materi, terlaksananya diskusi teknis dengan respons positif peserta, dan ditandatanganinya Implementation Agreement (IA) antara Program Studi Teknik Sipil Universitas Pakuan dan Pemerintah Desa. Kegiatan ini memberikan penguatan awal pemahaman aparatur desa dan membuka peluang pendampingan teknis berkelanjutan. Technical Training on Village Infrastructure Planning and Supervision for Village Officials in Pondokkasolandeuh Village, Sukabumi Regency Abstract Rural infrastructure development is a key pillar of national economic equality, yet its success is often hampered by the limited technical capacity of village officials. This community service (PkM) activity aims to improve the understanding of the officials of Pondokkasolandeuh Village, Parungkuda District, Sukabumi Regency, regarding the basic principles of planning, implementation, supervision, and the preparation of the Budget Plan (RAB) for village infrastructure work, particularly roads, communal septic tanks, and retaining walls (TPT). The activity was held on 15 January 2026 at the Pondokkasolandeuh Village Hall and attended by 30 participants from among village officials, RT/RW administrators, youth organizations, and the PKK. The method was interactive technical counseling based on the Indonesian National Standard (SNI), covering material presentation, simulation of volume and RAB calculations, and case-study discussion. Success was measured through a five-item Likert-scale satisfaction questionnaire, participation observation, and question-and-answer sessions, then analyzed descriptively. The questionnaire results from 22 respondents showed that 98.2% of participants responded positively (agree and strongly agree) to all assessment items. The activity produced four main outputs: the delivery of technical counseling, the preparation of modules and materials, technical discussions with positive participant responses, and the signing of an Implementation Agreement (IA) between the Civil Engineering Study Program of Universitas Pakuan and the Village Government. The activity provided an initial reinforcement of village officials' understanding and opened opportunities for sustainable technical assistance