Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Kajian Relasional Mengenai Pola Asuh Orang Tua Otoriter Terhadap Kenakalan Remaja Mone, Yanri Yunita Serli; Sejati, Wahyu Kinanti; Dau, Mersi Prastika; Kasiati, Rima Indah
DIDAKTIKOS: Jurnal Pendidikan Agama Kristen Vol 7, No 1 (2024): Juni 2024
Publisher : STIPAK Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32490/didaktik.v7i1.200

Abstract

Abstract: Juvenile delinquency is a product of mistakes in educating, approaching, or treating teenagers, resulting in individual and social deviations. Authoritarian parenting is related to incompetent adolescent behavior, often adolescents raised by authoritarian parentstimes anxious about social comparison, show little initiative, and have poor communication. The family is also very influential, especially for children who are in intimate interaction relationships. Everything a child does affects his family and vice versa. The family provides the basis for forming behavior, character, morals, and education for children. This research aims to determine the relationship between authoritarian parenting and juvenile delinquency. Research on the Relationship between Authoritarian Parenting and Juvenile Delinquency uses the library research method. A literature review is a stage of research that attempts to deepen the problem or study theories and concepts related to the topic to be researched.Keywords: Juvenile Delinquency, Authoritarian Parenting, Family Abstrak: Kenakalan remaja merupakan produk yang salah dalam mendidik, mendekati atau memperlakukan remaja sehingga melakukan penyimpangan individual dan sosial. Pengasuhan orangtua yang bersifat otoriter berkaitan dengan perilaku remaja yang tidak berkompeten, remaja yang dibesarkan oleh orang tua yang otoriter sering kali cemas terhadap perbandingan sosial, kurang memperlihatkan inisiatif dan memiliki komunikasi yang buruk. Dalam keluarga juga sangatlah berpengaruh terutama pada anak ada dalam hubungan interaksi yang intim. Segala sesuatu yang diperbuat anak mempengaruhi keluarganya dan sebaliknya. Keluarga memberikan dasar pembentukan tingkah-laku, watak, moral dan pendidikan kepada anak. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan pola asuh otoriter terhadap kenakalan remaja. Penelitian tentang Hubungan Pola Asuh Otoriter Terhadap Kenakalan Remaja menggunakan metode penelitian kajian pustaka (library research). Kajian pustaka adalah suatau tahapan penelitian yang berupaya untuk melakukan pendalaman masalah atau kajian terhadap teori dan konsep yang berkaitan dengan topik yang akan diteliti. Hasil dari penelitian tersebut pola asuh otoriter orang tua dapat mempengaruhi perkembangan remaja yang dapat menyebabkan kenakalan remaja. Kata kunci: Kenakalan Remaja, Pola Asuh Otoriter, Keluarga
Peran Kepemimpinan Kristen Berkarakter Kristus bagi Pertumbuhan Gereja Dau, Mersi Prastika; Benu, Yance Novrianti
HARVESTER: Jurnal Teologi dan Kepemimpinan Kristen Vol 9, No 1 (2024): Teologi dan Kepemimpinan Kristen - Juni 2024
Publisher : STTI Harvest Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52104/harvester.v9i1.171

Abstract

Christian leadership with the character of Christ has a very important role in church growth. Christian leaders who have the character of Christ are also able to mobilize God's people to actively participate in church services. This study uses a literature study approach, by examining references as a basis for research conducted from relevant sources according to the topic of discussion. The data collection process begins with selecting a reference source, then analyzing the data and providing a descriptive explanation of the results obtained. The results of this research found that the context of church growth is closely related to Christian leadership with the character of Christ. The character of Christ is the main key to effective Christian leadership and has a positive impact on church growth. It can be underlined that Christian leadership with the character of Christ can help the church grow and achieve spiritual goals. Leadership based on the character of Christ is a solid foundation for the growth and success of the Christian church. AbstrakKepemimpinan Kristen yang berkarakter Kristus memiliki peranan yang sangat penting dalam pertumbuhan gereja. Pemimpin Kristen yang berkarakter Kristus juga mampu mengerahkan umat Tuhan untuk berpartisipasi aktif dalam pelayanan gereja. Kajian ini menggunakan pendekatan studi kepustakaan, dengan menelaah referensi-referensi sebagai tumpuan bagi riset yang dilakukan dari sumber-sumber yang relevan sesuai dengan topik pembahasan. Proses pengumpulan data dimulai dengan memilih sumber referensi, lalu kemudian menganalisis data dan memberikan penjelasan deskriptif mengenai hasil yang diperoleh. Hasil penelitian ini menemukan bahwa konteks pertumbuhan gereja erat kaitannya dengan kepemimpinan Kristen yang berkarakter Kristus. Karakter Kristus adalah kunci utama dalam kepemimpinan Kristen yang efektif dan berdampak positif terhadap pertumbuhan gereja. Dapat digarisbawahi, kepemimpinan Kristen yang berkarakter Kristus dapat membantu gereja bertumbuh dan mencapai tujuan rohani. Kepemimpinan yang didasarkan pada karakter Kristus adalah landasan yang kokoh untuk pertumbuhan dan keberhasilan gereja Kristen.
Kajian Relasional Mengenai Pola Asuh Orang Tua Otoriter Terhadap Kenakalan Remaja Mone, Yanri Yunita Serli; Sejati, Wahyu Kinanti; Dau, Mersi Prastika; Kasiati, Rima Indah
DIDAKTIKOS: Jurnal Pendidikan Agama Kristen Vol. 7 No. 1 (2024): Juni 2024
Publisher : STIPAK Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32490/didaktik.v7i1.200

Abstract

Abstract: Juvenile delinquency is a product of mistakes in educating, approaching, or treating teenagers, resulting in individual and social deviations. Authoritarian parenting is related to incompetent adolescent behavior, often adolescents raised by authoritarian parentstimes anxious about social comparison, show little initiative, and have poor communication. The family is also very influential, especially for children who are in intimate interaction relationships. Everything a child does affects his family and vice versa. The family provides the basis for forming behavior, character, morals, and education for children. This research aims to determine the relationship between authoritarian parenting and juvenile delinquency. Research on the Relationship between Authoritarian Parenting and Juvenile Delinquency uses the library research method. A literature review is a stage of research that attempts to deepen the problem or study theories and concepts related to the topic to be researched.Keywords: Juvenile Delinquency, Authoritarian Parenting, Family Abstrak: Kenakalan remaja merupakan produk yang salah dalam mendidik, mendekati atau memperlakukan remaja sehingga melakukan penyimpangan individual dan sosial. Pengasuhan orangtua yang bersifat otoriter berkaitan dengan perilaku remaja yang tidak berkompeten, remaja yang dibesarkan oleh orang tua yang otoriter sering kali cemas terhadap perbandingan sosial, kurang memperlihatkan inisiatif dan memiliki komunikasi yang buruk. Dalam keluarga juga sangatlah berpengaruh terutama pada anak ada dalam hubungan interaksi yang intim. Segala sesuatu yang diperbuat anak mempengaruhi keluarganya dan sebaliknya. Keluarga memberikan dasar pembentukan tingkah-laku, watak, moral dan pendidikan kepada anak. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan pola asuh otoriter terhadap kenakalan remaja. Penelitian tentang Hubungan Pola Asuh Otoriter Terhadap Kenakalan Remaja menggunakan metode penelitian kajian pustaka (library research). Kajian pustaka adalah suatau tahapan penelitian yang berupaya untuk melakukan pendalaman masalah atau kajian terhadap teori dan konsep yang berkaitan dengan topik yang akan diteliti. Hasil dari penelitian tersebut pola asuh otoriter orang tua dapat mempengaruhi perkembangan remaja yang dapat menyebabkan kenakalan remaja. Kata kunci: Kenakalan Remaja, Pola Asuh Otoriter, Keluarga
Evaluation of the Implementation of the Christian Religious Education Curriculum Using the CIPP Model: Alignment with the Indonesian Qualifications Framework and Outcome-Based Education Dau, Mersi Prastika; Haryono; Kasiati, Rima Indah
Jurnal Kependidikan : Jurnal Hasil Penelitian dan Kajian Kepustakaan di Bidang Pendidikan, Pengajaran, dan Pembelajaran Vol. 12 No. 1 (2026): March
Publisher : LPPM Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jk.v12i1.19752

Abstract

This study aims to evaluate the implementation of the Christian Religious Education Study Program curriculum, based on the Indonesian Qualifications Framework (IQF) and an Outcome-Based Education (OBE) approach, at STAK Terpadu PESAT Salatiga using the CIPP (Context, Input, Process, Product) evaluation model. The study employed a quantitative evaluative approach involving 13 lecturers and 86 students as respondents. Data were collected using a closed-ended Likert-scale questionnaire that had undergone validity and reliability testing and were analyzed using descriptive and inferential statistics through Welch’s t-test. The results showed that all CIPP components were categorized as good. The context and input aspects reflected adequate planning and resource availability. However, the process and product components were identified as suboptimal due to insufficient alignment between semester learning plans, active learning strategies, authentic assessment practices, and graduate learning outcomes, and evidence of competency attainment did not demonstrate strong performance outcomes. Inferential analysis showed that there were no significant differences in perceptions between lecturers and students regarding the process (p = 0.602) and product (p = 0.980), with very small effect sizes. These findings indicate perceptual convergence between lecturers and students while highlighting the need to enhance the quality of Outcome-Based Learning and Teaching (OBLT) and Outcome-Based Assessment and Evaluation (OBAE) practices. The findings imply that curriculum development within the Christian Religious Education Study Program should prioritize authentic assessment, strengthen lecturers’ pedagogical competencies, and systematically integrate cognitive, affective, and spiritual dimensions within a holistic and sustainable Outcome-Based Education (OBE) framework.