Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Kajian Relasional Mengenai Pola Asuh Orang Tua Otoriter Terhadap Kenakalan Remaja Mone, Yanri Yunita Serli; Sejati, Wahyu Kinanti; Dau, Mersi Prastika; Kasiati, Rima Indah
DIDAKTIKOS: Jurnal Pendidikan Agama Kristen Vol 7, No 1 (2024): Juni 2024
Publisher : STIPAK Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32490/didaktik.v7i1.200

Abstract

Abstract: Juvenile delinquency is a product of mistakes in educating, approaching, or treating teenagers, resulting in individual and social deviations. Authoritarian parenting is related to incompetent adolescent behavior, often adolescents raised by authoritarian parentstimes anxious about social comparison, show little initiative, and have poor communication. The family is also very influential, especially for children who are in intimate interaction relationships. Everything a child does affects his family and vice versa. The family provides the basis for forming behavior, character, morals, and education for children. This research aims to determine the relationship between authoritarian parenting and juvenile delinquency. Research on the Relationship between Authoritarian Parenting and Juvenile Delinquency uses the library research method. A literature review is a stage of research that attempts to deepen the problem or study theories and concepts related to the topic to be researched.Keywords: Juvenile Delinquency, Authoritarian Parenting, Family Abstrak: Kenakalan remaja merupakan produk yang salah dalam mendidik, mendekati atau memperlakukan remaja sehingga melakukan penyimpangan individual dan sosial. Pengasuhan orangtua yang bersifat otoriter berkaitan dengan perilaku remaja yang tidak berkompeten, remaja yang dibesarkan oleh orang tua yang otoriter sering kali cemas terhadap perbandingan sosial, kurang memperlihatkan inisiatif dan memiliki komunikasi yang buruk. Dalam keluarga juga sangatlah berpengaruh terutama pada anak ada dalam hubungan interaksi yang intim. Segala sesuatu yang diperbuat anak mempengaruhi keluarganya dan sebaliknya. Keluarga memberikan dasar pembentukan tingkah-laku, watak, moral dan pendidikan kepada anak. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan pola asuh otoriter terhadap kenakalan remaja. Penelitian tentang Hubungan Pola Asuh Otoriter Terhadap Kenakalan Remaja menggunakan metode penelitian kajian pustaka (library research). Kajian pustaka adalah suatau tahapan penelitian yang berupaya untuk melakukan pendalaman masalah atau kajian terhadap teori dan konsep yang berkaitan dengan topik yang akan diteliti. Hasil dari penelitian tersebut pola asuh otoriter orang tua dapat mempengaruhi perkembangan remaja yang dapat menyebabkan kenakalan remaja. Kata kunci: Kenakalan Remaja, Pola Asuh Otoriter, Keluarga
PASTORAL ANAK ERA DIGITAL: PROBLEMATIKA DAN STRATEGI PENGEMBANGAN PASTORAL SEKOLAH MINGGU DI DESA PANDAN WANGI, PRIPINSI RIAU Santosa; Simamora, Ayu Sartika; Kasiati, Rima Indah
POIMEN Jurnal Pastoral Konseling Vol. 6 No. 1 (2025): Juni: POIMEN Jurnal Pastoral Konseling
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sekolah Minggu merupakan wadah pendidikan menumbuhkembangkan iman, spiritualitas dan karakter anak sebagai tulang punggung gereja masa depan. Oleh sebab itu, maka layanan pastoral konseling pada anak era digital penting diprogramkan dan dilakukan di setiap gereja. Penelitian ini menelaah problematika yang dihadapi gereja desa dalam menerapkan pastoral konseling pada anak Sekolah Minggu. Penelitian dilakukan di Gereja Gerakan Pentakosta, Gereja Pantekosta di Indonesia dan Gereja Huria Kristen Batak Protestan, yang terletak di Desa Pandan Wangi, Kecamatan Peranap, Kabupaten Indragiri Hulu, Propinsi Riau. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode observasi dan wawancara. Hasil penelitian diperoleh bahwa problematika mendasar yang dihadapi gereja desa yaitu: terbatasnya kuantitas guru Sekolah Minggu dan terbatasnya kualitas melakukan pastoral anak. Melalui penelitian ini, strategi yang dapat dikembangkan oleh gereja desa memprogramkan dan melaksanakan pastoral anak antara lain: memberi pelatihan dan pendampingan Guru Sekolah Minggu bidang pastoral anak, menyusun visi dan misi gereja berpusat pada anak, melengkapi sarana prasarana terlaksananya pastoral anak, pastoral anak melalui pemanfaatan media sosial, dan membangun kerjasama atau kolaborasi dengan gereja atau lembaga kristiani dalam malakukan pastoral anak. Kata kunci: pastoral anak, Sekolah Minggu, pastoral Sekolah Minggu
Kajian Relasional Mengenai Pola Asuh Orang Tua Otoriter Terhadap Kenakalan Remaja Mone, Yanri Yunita Serli; Sejati, Wahyu Kinanti; Dau, Mersi Prastika; Kasiati, Rima Indah
DIDAKTIKOS: Jurnal Pendidikan Agama Kristen Vol. 7 No. 1 (2024): Juni 2024
Publisher : STIPAK Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32490/didaktik.v7i1.200

Abstract

Abstract: Juvenile delinquency is a product of mistakes in educating, approaching, or treating teenagers, resulting in individual and social deviations. Authoritarian parenting is related to incompetent adolescent behavior, often adolescents raised by authoritarian parentstimes anxious about social comparison, show little initiative, and have poor communication. The family is also very influential, especially for children who are in intimate interaction relationships. Everything a child does affects his family and vice versa. The family provides the basis for forming behavior, character, morals, and education for children. This research aims to determine the relationship between authoritarian parenting and juvenile delinquency. Research on the Relationship between Authoritarian Parenting and Juvenile Delinquency uses the library research method. A literature review is a stage of research that attempts to deepen the problem or study theories and concepts related to the topic to be researched.Keywords: Juvenile Delinquency, Authoritarian Parenting, Family Abstrak: Kenakalan remaja merupakan produk yang salah dalam mendidik, mendekati atau memperlakukan remaja sehingga melakukan penyimpangan individual dan sosial. Pengasuhan orangtua yang bersifat otoriter berkaitan dengan perilaku remaja yang tidak berkompeten, remaja yang dibesarkan oleh orang tua yang otoriter sering kali cemas terhadap perbandingan sosial, kurang memperlihatkan inisiatif dan memiliki komunikasi yang buruk. Dalam keluarga juga sangatlah berpengaruh terutama pada anak ada dalam hubungan interaksi yang intim. Segala sesuatu yang diperbuat anak mempengaruhi keluarganya dan sebaliknya. Keluarga memberikan dasar pembentukan tingkah-laku, watak, moral dan pendidikan kepada anak. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan pola asuh otoriter terhadap kenakalan remaja. Penelitian tentang Hubungan Pola Asuh Otoriter Terhadap Kenakalan Remaja menggunakan metode penelitian kajian pustaka (library research). Kajian pustaka adalah suatau tahapan penelitian yang berupaya untuk melakukan pendalaman masalah atau kajian terhadap teori dan konsep yang berkaitan dengan topik yang akan diteliti. Hasil dari penelitian tersebut pola asuh otoriter orang tua dapat mempengaruhi perkembangan remaja yang dapat menyebabkan kenakalan remaja. Kata kunci: Kenakalan Remaja, Pola Asuh Otoriter, Keluarga
Penerapan Metode TGT Untuk Membangun Kepedulian Sosial Generasi Alpha Melalui Pembinaan Kristiani Pora, Yuniati; Santosa, Santosa; Kasiati, Rima Indah
DIDAKTIKOS: Jurnal Pendidikan Agama Kristen Vol. 8 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : STIPAK Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32490/didaktik.v8i2.260

Abstract

Teknologi digital telah menjadi bagian tak terpisahkan dalam kehidupan generasi Alpha. Fenomena yang terjadi generasi Alpha cenderung beraktivitas menggunakan gadget dan kurang bersosialisasi, sehingga berpotensi tergerusnya karakter kepedulian sosial. Fokus utama dalam penelitian ini mengkaji penggunaan metode Teams Games Tournament (TGT) dalam praktik pembinaan kerohanian Kristiani di Panti Asuhan "Diakonia" Bawen guna meningkatkan karakter kepedulian sosial generasi Alpha. Melalui pendekatan pendidikan non formal dan metode TGT, diharapkan anak-anak mampu meningkatkan kepedulian sosial dalam hal: sikap empati, tolong-menolong, memberi dukungan atau memotivasi, dan respek pada orang lain dan teman sebaya. Penelitian menggunakan metode Classroom Action Research selama dua siklus, dengan observasi dan penilaian rubrik sebagai instrumen pengukuran. Hasil penelitian pelaksanaan siklus I diperoleh nilai rata-rata sebesar 5,75 atau pada ketegori Mulai Berkembang, kemudian pada siklus II meningkat menjadi 8,32 kategori Mulai Berkembang. Dari hasil temuan di atas, disimpulkan bahwa penerapan metode TGT yang digunakan dalam proses pembelajaran pembinaan kerohanian Kristiani dapat meningkatkan karakter kepedulian sosial generasi Alpha. Oleh sebab itu maka penting pendidik atau pembina terus menerus meningkatkan kualitas pembelajaran secara kreatif, inovatif, sesuai karakteristik generasi Alpha.  
Evaluation of the Implementation of the Christian Religious Education Curriculum Using the CIPP Model: Alignment with the Indonesian Qualifications Framework and Outcome-Based Education Dau, Mersi Prastika; Haryono; Kasiati, Rima Indah
Jurnal Kependidikan : Jurnal Hasil Penelitian dan Kajian Kepustakaan di Bidang Pendidikan, Pengajaran, dan Pembelajaran Vol. 12 No. 1 (2026): March
Publisher : LPPM Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jk.v12i1.19752

Abstract

This study aims to evaluate the implementation of the Christian Religious Education Study Program curriculum, based on the Indonesian Qualifications Framework (IQF) and an Outcome-Based Education (OBE) approach, at STAK Terpadu PESAT Salatiga using the CIPP (Context, Input, Process, Product) evaluation model. The study employed a quantitative evaluative approach involving 13 lecturers and 86 students as respondents. Data were collected using a closed-ended Likert-scale questionnaire that had undergone validity and reliability testing and were analyzed using descriptive and inferential statistics through Welch’s t-test. The results showed that all CIPP components were categorized as good. The context and input aspects reflected adequate planning and resource availability. However, the process and product components were identified as suboptimal due to insufficient alignment between semester learning plans, active learning strategies, authentic assessment practices, and graduate learning outcomes, and evidence of competency attainment did not demonstrate strong performance outcomes. Inferential analysis showed that there were no significant differences in perceptions between lecturers and students regarding the process (p = 0.602) and product (p = 0.980), with very small effect sizes. These findings indicate perceptual convergence between lecturers and students while highlighting the need to enhance the quality of Outcome-Based Learning and Teaching (OBLT) and Outcome-Based Assessment and Evaluation (OBAE) practices. The findings imply that curriculum development within the Christian Religious Education Study Program should prioritize authentic assessment, strengthen lecturers’ pedagogical competencies, and systematically integrate cognitive, affective, and spiritual dimensions within a holistic and sustainable Outcome-Based Education (OBE) framework.