Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Penambahan Superplasticizer Pada Beton Dengan Limbah Egg Tray Terhadap Kuat Tekan Beton Untuk Pembuatan Beton Ramah Lingkungan Rafael, Jusuf Wilson Meynerd; Lukas, Alva Yuventus; Mata, Abia Erasmus; Daga, Welem MWL
JUTEKS : Jurnal Teknik Sipil Vol 7 No 2 (2022): JUTEKS (Jurnal Teknik Sipil)
Publisher : P3M- Politeknik Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32511/juteks.v7i2.885

Abstract

Penambahan superplasticizer diberikan dalam campuran beton dengan limbah egg tray sebagai pengganti agregat halus dengan persentase penggantiannya sebesar 3% untuk 6 variasi penambahan superplasticizer yaitu 0%, 0.5%, 1%, 1.5%, 2% dan 5%. Hasil pengujian kuat tekan beton pada umur 7 hari untuk setiap benda uji berturut-turut sebesar 9.75 MPa, 14.50 MPa, 19.77 MPa, 20.63 MPa, 12.27 MPa dan 11.90 MPa. Pada umur beton mencapai 28 hari diperoleh nilai kuat tekan rata-rata untuk setiap benda uji sebesar 14.46 Mpa, 19.52 MPa, 21.74 MPa, 23.00 MPa, 15.31 MPa dan 13.32 MPa. Hal ini menunjukkan bahwa penambahan superplasticizer dalam beton dengan limbah egg tray dapat meningkatkan nilai kuat tekan sampai dengan penambahan sebesar 1.5% superplasticizer. Semakin bertambahnya persentase superplasticizer dapat menurunkan nilai kuat tekan beton dengan limbah egg tray baik pada umur 7 hari maupun umur 28 hari. Walaupun demikian, nilai kuat tekan beton yang dihasilkan masih lebih tinggi dibandingkan tanpa penambahan superplasticizer.
Model Perkuatan Soil Nailing pada Bendungan Rotiklot Daga, Welem MWL; Suparmanto, Joko; Mauta, Matelda; Lenggu, Meypin
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.8161

Abstract

Lereng merupakan permukaan bumi yang memiliki sudut kemiringan tertentu terhadap bidang horizontal. Lereng dapat terbentuk secara alami akibat proses geologi seperti pelapukan, erosi, dan aktivitas tektonik, maupun terbentuk karena campur tangan manusia, misalnya pada kegiatan konstruksi. Menurut Rahma et al. (2019), kestabilan lereng dipengaruhi oleh berbagai faktor internal dan eksternal, seperti curah hujan dan aliran air tanah yang dapat menurunkan kekuatan geser tanah sehingga memicu terjadinya longsor. Imbar et al. (2019) menyatakan bahwa dampak longsor tidak hanya merusak fasilitas pribadi, fasilitas umum, dan lahan di sekitarnya, tetapi juga dapat mengganggu aktivitas ekonomi dan pembangunan, bahkan berpotensi menimbulkan korban jiwa. Salah satu kasus longsor terjadi pada lereng di area Bendungan Rotiklot, khususnya di belakang rumah dinas, akibat siklon Seroja pada tahun 2021. Oleh karena itu, diperlukan analisis stabilitas lereng untuk mengetahui tingkat keamanan lereng tersebut. Upaya peningkatan stabilitas lereng dapat dilakukan dengan berbagai metode, salah satunya adalah perkuatan soil nailing. Soil nailing merupakan teknik perbaikan tanah dengan memasukkan elemen perkuatan seperti batang baja, bambu, atau mini pile ke dalam tanah. Penelitian ini menggunakan pendekatan teoritis dengan pemodelan pada program GeoSlope menggunakan metode Bishop yang disederhanakan. Hasil analisis menunjukkan bahwa kondisi eksisting memiliki faktor keamanan sebesar 1,254 (<1,5) yang tergolong tidak aman. Setelah dilakukan perkuatan soil nailing dengan sudut pemasangan 20°, faktor keamanan meningkat menjadi 1,594 (>1,5), sehingga kondisi lereng dinyatakan aman dan sudut tersebut menjadi yang paling efektif.