Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep komunikasi keluarga dalam perspektif Al-Qur'an melalui analisis kisah-kisah para nabi dan untuk menggali relevansinya dengan tantangan kehidupan modern. Subjek penelitian ini meliputi ayat-ayat Al-Qur'an yang terkait dengan komunikasi keluarga, dengan fokus pada kisah Nabi Ibrahim, Nabi Ya'qub, Nabi Nuh, dan Luqman. Pendekatan yang digunakan adalah metode kualitatif dengan analisis interpretatif terhadap ayat-ayat yang relevan. Dalam penelitian ini, penekanan diberikan pada prinsip-prinsip komunikasi yang terdapat dalam Al-Qur'an, yang dapat diterapkan dalam konteks keluarga masa kini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi dalam Al-Qur'an berlandaskan pada nilai-nilai dialog, kasih sayang, dan keteladanan. Konsep-konsep ini mengajarkan pentingnya keterbukaan dan pemahaman dalam hubungan orang tua dan anak. Selain itu, nilai keteladanan yang ditunjukkan oleh para nabi memberikan arah bagi orang tua dalam membentuk karakter dan akhlak anak-anak mereka. Hasil ini sangat relevan dengan kondisi saat ini, di mana interaksi keluarga semakin dipengaruhi oleh kemajuan teknologi dan gaya hidup digital. Oleh karena itu, penerapan pola komunikasi profetik dalam keluarga Muslim menjadi krusial untuk membentuk keluarga yang sehat secara emosional dan moral, sekaligus menghadapi tantangan zaman yang terus berkembang.