Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

GANGGUAN PENDENGARAN SENSORINEURAL MENDADAK (SSNHL) PADA PASIEN COVID-19 : TINJAUAN PUSTAKA Krisvalentina, Rossy; Dewi, Rini Kartika
Jurnal Medika Malahayati Vol 8, No 2 (2024): Volume 8 Nomor 2
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jmm.v8i2.14189

Abstract

COVID-19 adalah penyakit pandemic yang disebabkan oleh virus corona yang berdampak pada saluran pernapasan atas dengan gejala ringan, sedang hingga berat. Virus ini tidak hanya menyerang saluran pernapasan. Namun, dalam kasus tertentu dapat mempengaruhi sistem lain, yakni kardiovaskular, ginjal, gastrointestinal, neurologis, dan pendengaran. Pada organ pendengaran suplai mikrosirkulasi ke telinga bagian dalam dapat terhambat sehingga menimbulkan gejala audiovestibular. Karena telinga bagian dalam rentan terhadap virus. Gangguan pendengaran sensorineural mendadak (SSNHL) dilaporkan terjadi pada orang yang terinfeksi SARSCoV-2, yang mengakibatkan morbiditas jangka panjang dan memperburuk kualitas hidup. Metode penelitian ini dilakukan dengan melakukan penelusuran artikel di Pubmed dan Google Scholar dalam rentang tahun yang telah ditentukan oleh peneliti. Hasil penelitian ini menemukan  bahwa untuk mendiagnosa SSNHL dilakukan dengan anamnesis, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang. Selain itu ditemukan bahwa COVID-19 dapat menyebabkan terjadinya SSNHL. Tatalaksana yang cepat dan tepat pada SSNHL diperlukan untuk mendapatkan hasil pemulihan yang optimal.
Perbandingan Kualitas Hidup Pasien Karsinoma Tiroid Pasca Tiroidektomi Total Dan Hemitiroidektomi : Tinjauan Sistematik Krisvalentina, Rossy; Firmansyah, Andri
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 4 (2026): Volume 13 Nomor 4
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v13i4.23140

Abstract

Tiroidektomi total adalah pengobatan standar karsinoma tiroid, namun dampaknya terhadap kualitas hidup pasien masih kontroversial. Penelitian ini menganalisis kualitas hidup pasien setelah tiroidektomi total dibandingkan alternatif pengobatan lain. Metode: Pencarian sistematik dilakukan di database Medline, Embase, dan Cochrane (2011-2024). Kriteria inklusi: studi mengevaluasi kualitas hidup pasien karsinoma tiroid menggunakan instrumen tervalidasi seperti HINT-20, SF-36, THYCA-QoL, dan EORTC QLQ-HN35. Data dianalisis menggunakan Joanna Briggs Institute checklist. Hasil: Dari 2.507 artikel, 8 studi berkualitas tinggi dengan 4.847 pasien dianalisis. Pasien tiroidektomi total mengalami gangguan fungsi fisik lebih berat dibanding hemitiroidektomi (skor mobilitas: 68,4 vs 74,2; p0,05). Fatigue dilaporkan 66% pasien tiroidektomi total versus 42% hemitiroidektomi. Kualitas hidup global jangka panjang setara antara kedua kelompok (77,7 vs 76,9; p=0,450), namun kekhawatiran rekurensi lebih tinggi pada hemitiroidektomi (2,4 vs 2,1; p=0,021). Keterbatasan penelitian ini yakni variasi instrumen yang digunakan dalam berbagai studi menyebabkan heterogenitas dalam interpretasi hasil QoL. Kesimpulan: Tiroidektomi total menyebabkan gangguan fungsi fisik dan sosial lebih signifikan dibanding hemitiroidektomi, meskipun kualitas hidup global jangka panjang setara.