Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

HUBUNGAN ANTARA KEMAMPUAN REFLEKSI DIRI DENGAN PROKRASTINASI AKADEMIK PADA MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN Tanujaya, Jefferson Claude Chen; Widjaja, Yoanita
Jurnal Medika Malahayati Vol 7, No 4 (2023): Volume 7 Nomor 4
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jmm.v7i4.10790

Abstract

Abstrak : Hubungan Antara Kemampuan Refleksi Diri Dengan Prokrastinasi Akademik Pada Mahasiswa Kedokteran. Prokrastinasi akademik merupakan masalah yang sering dijumpai pada mahasiswa. Terdapat macam-macam bentuk prokrastinasi seperti penundaan pengerjaan tugas, memulai sesuatu, maupun menyelesaikan sesuatu. Penyebab dari prokrastinasi akademik dapat didasari dengan rasa malas, memilih untuk melakukan sesuatu yang lebih menyenangkan, maupun memiliki kemampuan yang buruk dalam mengatur waktu. Hal tersebut menunjukkan kurangnya dalam sebuah perencanaan, pengaturan dan pencapaian tujuan seseorang untuk mengatur proses belajar, yang disebut sebagai self-regulation. Salah satu ciri seorang self regulated learner adalah memiliki kemampuan untuk refleksi diri, yang mencangkup mereview, mengevaluasi, menganailisis dari pengalaman-pengalaman yang didapat, dan membuat rencana mengenai hal apa yang dapat dilakukan jika berada diposisi yang sama. Hal ini dapat membantu mahasiswa untuk menghindari maupun mengurangi dari prokrastinasi-prokrastinasi yang sudah dilakukan sebelumnya. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui hubungan antara kemampuan refleksi diri dengan prokrastinasi akademik pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara tahap akademik. Penelitian ini menggunakan studi cross-sectional dan dilakukan pada 202 mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara tahap akademik. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dalam bentuk g-form secara offline (ditempat) dan dianalisa menggunakan uji statistik chi-square. Penelitian ini didapatkan hasil, mahasiswa yang memiliki kemampuan refleksi diri terbatas sebanyak 31 orang (15,3%), cukup 133 orang (65,8%), dan maksimal sebanyak 38 orang (18,8%). Pada mahasiswa yang memiliki tingkat prokrastinasi akademik rendah sebanyak 31 orang (15,3%), sedang 134 orang (66,3%), dan tinggi sebanyak 37 (18,3%). Temuan ini secara statistik didapatkan p-value sebesar 0,00  sehingga dapat disimpulkan bahwa  terdapat hubungan antara kemampuan refleksi diri dengan prokrastinasi akademik pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara tahap akademik dan memiliki prevalence ratio sebesar 9,5.