Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

PEMANFAATAN KUIS SEBAGAI ASESMEN FORMATIF DALAM PEMBELAJARAN BLOK DI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS TARUMANAGARA Widjaja, Yoanita
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol 1, No 2 (2017): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmstkik.v1i2.966

Abstract

Saat ini di FK Untar masih ada beberapa blok dengan persentase kelulusan di bawah 80% yang belum menyelenggarakan asesmen formatif. Padahal,asesmen formatif diketahui besar manfaatnya untuk meningkatkan pembelajaran.Selain itu juga belum ditemukan rekomendasi pelaksanaan asesmen formatif yang efektif dalam pembelajaran blok pada pendidikan kedokteran tahap akademik di Indonesia.Tujuan penelitian pendahuluan ini yaitu untuk mengeksplorasi aspek manfaat dan fisibilitas dari penggunaan kuis, dengan menggunakan rancangan pelaksanaan yang diusulkan, sebagai metode asesmen formatif.Berdasarkan penelitian ini, selanjutnya dapat disusun rekomendasi rancangan pelaksanaan kuis yang efektif dalam blok pada pendidikan kedokteran tahap akademik. Metode penelitian yang digunakan yaitu kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Penelitian dilakukan dengan wawancara mendalam terhadap beberapa mahasiswa dan staf pengajar dan telaahdokumen laporan nilai akhir blok.Hasil penelitian menunjukkan kecenderungan peningkatan persentase kelulusan. Dari persepsi mahasiswa dan staf pengajar, metode kuis sebagai asesmen formatif yang diaplikasikan saat ini memberikan manfaat bagi mahasiswa dan staf pengajar. Manfaat bagi mahasiswa yaitu mendorong pembelajaran, menyediakan sarana untuk mengaplikasikan pengetahuan, menekankan hal-hal prinsipdalam learning issues, memberikan gambaran ujian sumatif dan sebagai bahan refleksi. Faktor internal dalam diri mahasiswa dapat membuat manfaat tersebut dirasakan berbeda oleh masing-masing individu. Kuis juga bermanfaat bagi staf pengajar sebagai sarana memonitor pembelajaran mahasiswa dan menilai kinerja diri.Sistem pelaksanaannya dinilai sudah efektif, namun fisibilitasnya masih harus ditingkatkan.Kesimpulan hasil penelitian ini, yaitu pelaksanaan kuis bermanfaat bagi mahasiswa dan staf pengajar. Rancangan kuis akan dimodifikasi dalam pelaksanaannya dengan memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan fisibilitas dan penerimaannya. 
HUBUNGAN ANTARA KEMAMPUAN REFLEKSI DIRI DENGAN PROKRASTINASI AKADEMIK PADA MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN Tanujaya, Jefferson Claude Chen; Widjaja, Yoanita
Jurnal Medika Malahayati Vol 7, No 4 (2023): Volume 7 Nomor 4
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jmm.v7i4.10790

Abstract

Abstrak : Hubungan Antara Kemampuan Refleksi Diri Dengan Prokrastinasi Akademik Pada Mahasiswa Kedokteran. Prokrastinasi akademik merupakan masalah yang sering dijumpai pada mahasiswa. Terdapat macam-macam bentuk prokrastinasi seperti penundaan pengerjaan tugas, memulai sesuatu, maupun menyelesaikan sesuatu. Penyebab dari prokrastinasi akademik dapat didasari dengan rasa malas, memilih untuk melakukan sesuatu yang lebih menyenangkan, maupun memiliki kemampuan yang buruk dalam mengatur waktu. Hal tersebut menunjukkan kurangnya dalam sebuah perencanaan, pengaturan dan pencapaian tujuan seseorang untuk mengatur proses belajar, yang disebut sebagai self-regulation. Salah satu ciri seorang self regulated learner adalah memiliki kemampuan untuk refleksi diri, yang mencangkup mereview, mengevaluasi, menganailisis dari pengalaman-pengalaman yang didapat, dan membuat rencana mengenai hal apa yang dapat dilakukan jika berada diposisi yang sama. Hal ini dapat membantu mahasiswa untuk menghindari maupun mengurangi dari prokrastinasi-prokrastinasi yang sudah dilakukan sebelumnya. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui hubungan antara kemampuan refleksi diri dengan prokrastinasi akademik pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara tahap akademik. Penelitian ini menggunakan studi cross-sectional dan dilakukan pada 202 mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara tahap akademik. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dalam bentuk g-form secara offline (ditempat) dan dianalisa menggunakan uji statistik chi-square. Penelitian ini didapatkan hasil, mahasiswa yang memiliki kemampuan refleksi diri terbatas sebanyak 31 orang (15,3%), cukup 133 orang (65,8%), dan maksimal sebanyak 38 orang (18,8%). Pada mahasiswa yang memiliki tingkat prokrastinasi akademik rendah sebanyak 31 orang (15,3%), sedang 134 orang (66,3%), dan tinggi sebanyak 37 (18,3%). Temuan ini secara statistik didapatkan p-value sebesar 0,00  sehingga dapat disimpulkan bahwa  terdapat hubungan antara kemampuan refleksi diri dengan prokrastinasi akademik pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara tahap akademik dan memiliki prevalence ratio sebesar 9,5.
PENINGKATAN KEWASPADAAN MASYARAKAT TERHADAP PENYAKIT GINJAL KRONIS DENGAN EDUKASI GAYA HIDUP DAN SKRINING FUNGSI GINJAL Widjaja, Yoanita; Santoso, Alexander Halim; Wijaya, Dean Ascha; Satyanegara, William Gilbert; Kurniawan, Joshua; Herdiman, Alicia; Hartono, Vincent Aditya Budi; Ranonto, Steve Vallery; Lumintang, Valentino Gilbert
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 6 (2023): Volume 4 Nomor 6 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i6.22087

Abstract

Penyakit ginjal kronis (PGK) merupakan suatu kondisi progresif dengan penurunan fungsi ginjal atau kerusakan ginjal selama 3 bulan. Prevalensi PGK secara global meningkat mencapai 27,9% pada usia 70-80 tahun. Penyakit ginjal kronis berhubungan erat dengan diabetes, hipertensi, dan obesitas di negara berpendapatan tinggi, sedangkan di negara berpendapatan rendah dan menengah, PGK terkait dengan penyakit menular dan obat nefrotoksik. Edukasi dan deteksi dini penyakit PGK sangat penting untuk mencegah komplikasi serius dan mempertahankan kesehatan yang baik. Edukasi membantu individu memahami faktor risiko dari PGK, seperti diabetes, hipertensi, dan pola makan yang tidak sehat. Melalui pemahaman tentang gejala awal PGK, individu dapat segera mengidentifikasi masalah ginjal dan mencari bantuan medis lebih awal. Deteksi dini PGK dapat membantu mengurangi kemungkinan komplikasi yang serius. Pemeriksaan fungsi ginjal merupakan suatu tindakan proaktif yang mendukung deteksi dini PGK. Meningkatkan kesadaran dan melakukan deteksi dini dapat mengurangi beban sistem kesehatan secara keseluruhan. Pengabdian ini melibatkan 50 responden lanjut usia di Panti Lansia Santa Anna. Seluruh responden mengikuti rangkaian kegiatan berupa penyuluhan dengan media edukasi berupa poster, kegiatan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang. Rerata usia responden adalah 75,92 tahun dengan 70% responden berjenis kelamin laki-laki. Hasil pemeriksaan penunjang menyatakan 12% responden memiliki kadar ureum >50 mg/dL, 18% responden memiliki kadar kreatinin >1 mg/dL, dan 20% responden memiliki laju filtrasi ginjal <60 mL/menit/1,73m2. Edukasi dan deteksi dini PGK adalah langkah kunci dalam upaya pencegahan dan manajemen penyakit ini. Oleh karena itu, penting untuk dilaksanakan kegiatan komprehensif untuk mengatasi permasalahan ini.
Perbedaan mekanisme koping terhadap stres berdasarkan kemampuan self regulated learning mahasiswa kedokteran Hernisa, Febina Sebya; Widjaja, Yoanita
Tarumanagara Medical Journal Vol. 6 No. 2 (2024): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v6i2.32716

Abstract

Mahasiswa kedokteran lebih banyak mengalami stres daripada mahasiswa jurusan lainnya karena masa studi yang lebih lama dan metode pembelajaran yang berbeda. Mekanisme koping berperan penting bagi mahasiswa dalam mengelola stres dan terdapat dua jenis mekanisme koping, yaitu emotion focused coping dan problem focused coping. Salah satu faktor yang memengaruhi pemilihan jenis mekanisme koping ialah aspek perilaku pada Self Regulated Learning (SRL). Perilaku tersebut merupakan kemampuan seseorang untuk meningkatkan cara belajar serta mengatur aktivitasnya sendiri. Studi mengenai mekanisme koping pada mahasiswa dengan kemampuan SRL yang baik masih belum banyak ditemukan. Studi ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan mekanisme koping terhadap stres pada mahasiswa berdasarkan kemampuan SRL di Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara. Studi deskriptifcross sectional  dilakukan terhadap 404 mahasiswa kedokteran Universitas Tarumanagara. Data dikumpulkan dengan kuesioner Brief – Coping Orientation to Problems Experienced Inventory (Brief-COPE) dan kuesioner Motivated Strategies for Learning Questionnaire (MSLQ) yang telah divalidasi dan diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia. Hasil studi didapatkan 100 mahasiswa (24,8%) kategori SRL tinggi, 207 mahasiswa (51,2%) kategori SRL sedang, dan 97 mahasiswa (24,0%) kategori SRL rendah. Mahasiswa yang menggunakan problem focused coping sebanyak 328 mahasiswa (81,2%) dan emotion focused coping sebanyak 76 mahasiswa (18,8%). Mayoritas mahasiswa dengan kemampuan SRL tinggi sebanyak 93 mahasiswa (93,0%) menggunakan mekanisme problem focused coping.
Upaya Preventif dan Promosi Dalam Rangka Peningkatan Kesadaran Masyarakat Kelurahan Grogol Terhadap Bahaya Hipertrigliseridemia Widjaja, Yoanita; Santoso, Alexander Halim; Gunaidi, Farell Christian; Kadang, Fidelis Samudra; Ramadhani, Kenzie Rafif
SEWAGATI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol. 4 No. 1 (2025): Maret: Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia
Publisher : BADAN PENERBIT STIEPARI PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56910/sewagati.v4i1.2566

Abstract

Hypertriglyceridemia is an increase in triglyceride (TG) levels in the blood above normal limits, which is often associated with metabolic diseases. High triglyceride levels can disrupt lipid metabolism, causing an increase in atherogenic lipoproteins. This can increase the risk of diseases, such as atherosclerosis and acute pancreatitis. The community service program (PKM) in Grogol was implemented with the aim of increasing awareness of the productive age community regarding the importance of early detection of dyslipidemia through lipid profile screening activities, especially blood triglyceride levels. The target of the activity is productive age people because they are more exposed to the risk factors for hypertriglyceridemia. This activity uses the Plan-Do-Check-Act (PDCA) approach which includes lipid profile examinations and interactive education about risk factors and prevention strategies for hypertriglyceridemia. Of the 71 participants, it was found that 47 people (66.2%) had triglyceride levels that exceeded the normal threshold, while 24 people (33.8%) had levels within the normal range. These results emphasize the importance of routine examinations and ongoing counseling to reduce the risk of cardiometabolic complications and improve the overall quality of life of the community.
KEGIATAN PENGABDIAN MASYARAKAT DALAM RANGKA DETEKSI DINI PENYAKIT ANEMIA PADA MASYARAKAT WILAYAH KRENDANG Widjaja, Yoanita; Santoso, Alexander Halim; Monika, Sesilia; Chian, Sung; Gunaidi, Farell Christian
Jurnal Widya Laksmi: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal WIDYA LAKSMI (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) - Inpress
Publisher : Yayasan Lavandaia Dharma Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59458/jwl.v5i1.159

Abstract

Anemia, kondisi hematologi umum yang ditandai dengan penurunan hemoglobin atau jumlah sel darah merah, menimbulkan tantangan kesehatan masyarakat, terutama pada orang dewasa. Secara global, anemia memengaruhi sekitar 30% perempuan usia reproduksi, dengan tingkat prevalensi yang lebih tinggi terjadi di negara-negara yang sedang maupun kurang berkembang. Kondisi ini menyebabkan dampak kesehatan yang signifikan, termasuk penurunan kinerja fisik, peningkatan risiko jatuh, penurunan fungsi kognitif, dan biaya perawatan kesehatan yang lebih tinggi. Oleh karena itu dilakukan kegiatan pengabdian yang bertujuan untuk deteksi dini anemia. Kegiatan pengabdian ini diikuti oleh 131 peserta dewasa dan disusun menggunakan metode Plan-Do-Check-Act (PDCA). Hasil menunjukkan bahwa 2 orang (1,53%) mengalami anemia sangat berat, 3 orang (2,29%) anemia berat, 27 orang (20,61%) anemia sedang, dan 66 orang (50,38%) anemia ringan. Hal ini menunjukkan bahwa deteksi dini melalui evaluasi klinis yang komprehensif dan tes laboratorium sangat penting untuk mengurangi dampak anemia. Diagnosis tepat waktu dan intervensi yang tepat adalah kunci dalam strategi kesehatan masyarakat untuk mengurangi prevalensi anemia dan meningkatkan kualitas hidup.
PERSEPSI MAHASISWA KEDOKTERAN TAHAP AKADEMIK TERHADAP PEMBELAJARAN DARING SELAMA PANDEMI COVID-19 Wilson, Joseph; Widjaja, Yoanita
Ebers Papyrus Vol. 29 No. 1 (2023): EBERS PAPYRUS
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ep.v29i1.24816

Abstract

Latar Belakang : Dimulainya pandemi Covid-19 pada akhir 2019 memaksa setiap orang untuk berjaga jarak, sehingga berdampak pada seluruh aspek kehidupan, termasuk sistem pendidikan di seluruh dunia. Pemerintah Indonesia menetapkan kebijakan bagi sekolah dan institusi pendidikan untuk menerapkan sistem pembelajaran jarak jauh sebagai salah satu langkah untuk mencegah penyebaran lebih lanjut dari virus Covid-191. Perubahan dari sistem pembelajaran tatap muka menjadi sistem pembelajaran daring dilakukan dalam waktu yang singkat dan melibatkan seluruh pihak yang terlibat sehingga penting untuk diketahuinya persepsi mahasiswa dalam sistem yang sedang berjalan. Penelitian cross sectional dipilih untuk mengetahui persepsi mahasiswa terhadap pembelajaran daring di Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara tahap akademik periode Februari – Maret 2022. Didapatkan dari 91 responden, persepsi mahasiswa terhadap pembelajaran daring persepsi rendah 0%, sedang 65,9%, tinggi 34%. Persepsi mahasiswa terhadap kesiapan pembelajaran daring persepsi rendah 5,5%, sedang 46,1%, tinggi 48,3%. Persepsi mahasiswa terhadap tantangan selama pembelajaran daring persepsi rendah 26,3%, sedang 60,4%, tinggi 13,1%. Mayoritas persepsi mahasiswa terhadap pembelajaran daring cenderung sedang. Hasil yang cenderung sedang didapatkan karena berbagai macam keunggulan yang didapatkan dari sistem pembelajaran daring meskipun terdapat juga beberapa tantangan yang dirasakan dalam menjalanani sistem pembelajaran tersebut. Persepsi yang didapatkan juga dipengaruhi dari berbagai faktor yang ada seperti kalangan usia, dan kualitas jaringan internet yang ada.
KEGIATAN PENGABDIAN MASYARAKAT UNTUK PENINGKATAN KESADARAN DAN PENCEGAHAN ANEMIA PADA LANSIA Widjaja, Yoanita; Ghina, Andini; Rayhan, Naufal
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 4 (2024): Volume 5 No. 4 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i4.31155

Abstract

Anemia adalah kondisi tubuh yang kekurangan sel darah merah atau hemoglobin sehingga menyebabkan penurunan kapasitas darah untuk mengangkut oksigen. Anemia pada lanjut usia dapat terjadi karena berbagai faktor seperti kekurangan nutrisi, penyakit kronis, dan proses penuaan. Metode kegiatan ini dilaksanakan dengan metode PDCA sehingga dapat dilakukan terus-menerus dan dilakukan perbaikan dalam pelaksanaannya. Pada kegiatan masyarakat ini didapatkan bahwa mayoritas peserta mengalami anemia ringan atau sedang, dengan perempuan lebih rentan terhadap anemia sedang dan berat dibandingkan laki-laki. Sebagian besar peserta memiliki nilai normal untuk MCV, MCH, dan MCHC, namun beberapa menunjukkan nilai rendah. Edukasi dan skrining kesehatan yang dilakukan terbukti penting untuk meningkatkan kesadaran lansia mengenai gejala anemia, pentingnya pemeriksaan kesehatan rutin, dan diet seimbang yang kaya zat besi, vitamin B12, dan folat.