ABSTRAK Peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) pendidikan merupakan prasyarat utama dalam mewujudkan pembelajaran yang bermutu dan berkelanjutan (UNESCO, 2017; UNDP, 2020). Salah satu tantangan utama yang dihadapi sekolah-sekolah di Kabupaten Situbondo adalah rendahnya budaya literasi serta keterbatasan inovasi pembelajaran membaca yang bersifat partisipatif dan kontekstual (Kemendikbud, 2021). Program literasi Read Aloud menjadi alternatif strategis untuk meningkatkan kompetensi literasi peserta didik sekaligus memperkuat kapasitas guru sebagai penggerak literasi sekolah, karena metode ini terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman membaca, keterampilan menyimak, serta motivasi belajar siswa (Trelease, 2013; Gambrell, 2011). Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas SDM pendidikan melalui implementasi program literasi Read Aloud di sekolah-sekolah Kabupaten Situbondo. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi program, pelatihan guru, pendampingan praktik Read Aloud di kelas, serta monitoring dan evaluasi berbasis observasi dan refleksi (Pressley, 2006; Morrow, 2015). Hasil pelaksanaan program menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan guru dalam menerapkan pembelajaran literasi yang interaktif, meningkatnya minat baca dan kemampuan menyimak peserta didik, serta terbentuknya iklim literasi sekolah yang lebih komunikatif dan inklusif. Dengan demikian, program literasi Read Aloud terbukti efektif sebagai model peningkatan SDM pendidikan dan berpotensi dikembangkan secara berkelanjutan melalui kolaborasi sekolah, komunitas, dan pemangku kepentingan pendidikan daerah. Kata kunci: Sumber Daya Manusia Pendidikan, Literasi, Read Aloud, Sekolah, Situbondo