Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

STUDI LITERATUR : PENGUPAYAAN RISIKO KECELAKAAN KERJA PEKERJAAN MENGGUNAKAN METODE BOWTIE Hari, Fitri Nur Azura; Fitra, Fitra Rifwan
Jurnal Applied Science in Civil Engineering Vol 4 No 4 (2023): Jurnal Applied Science in Civil Engineering
Publisher : Teknik Sipil Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/asce.v4i4.89583

Abstract

Kecelakaan kerja kerap kali menjadi momok menakutkan bagi seluruh sektor industri. Dampak yang ditimbulkan dari beberapa bahaya dapat menyebabkan kerugian bagi perusahaan. Upaya pengendalian potensi kecelakaan telah banyak dilakukan guna memperkecil angka kecelakaan kerja. Namun, pada beberapa sektor industri manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja belum dilaksanakan dengan tepat. Untuk itu bowtie memberikan solusi kompleks dengan konsep yang dapat dipahami oleh seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan industri. Penelitian ini bertujuan memberikan gambaran mengenai eksistensi metode bowtie analysis diberbagai sektor industri. Hasil yang didapatkan menyatakan bahwa bowtie analysis merupakan metode yang telah diterapkan diberbagai industri sebagai alat identifikasi bahaya dan analisis risiko pada sistem organisasi dengan tujuan terciptanya kerangka kerja manajemen risiko yang berkelanjutan.
STUDI LITERATUR : KECELAKAAN KERJA PENGGUNAAN TOWER CRANE PADA PROYEK KONSTRUKSI Antika, Witri Febri; Fitra, Fitra Rifwan
Jurnal Applied Science in Civil Engineering Vol 4 No 4 (2023): Jurnal Applied Science in Civil Engineering
Publisher : Teknik Sipil Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/asce.v4i4.91583

Abstract

Tower crane merupakan salah satu jenis alat angkat berat yang biasa digunakan pada proyek konstruksi bertingkat karena tinggi dan jangkauan tower crane dapat disesuaikan dengan kebutuhan.Tetapi penggunaan tower crane memiliki risiko kecelakaan kerja yang tinggi, karena bekerja pada ketinggian. Kecelakaan kerja adalah peristiwa yang tidak diduga yang mengakibatkan cedera atau hilangnya nyawa, kerusakan harta benda dan kerugian yang terjadi pada saat pekerjaan dilaksanakan. Oleh karena itu untuk menghindari kecelakaan kerja perlu dilakukan identifikasi bahaya yang mungkin terjadi pada saat penggunaan tower crane. Identifikasi bahaya dapat dilakukan dengan metode HIRADC. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode tinjauan pustaka dengan menggunakan strategi pencarian artikel secara komprehensif pada database jurnal penelitian dan pencarian internet. Hasil dari penilitian ini adalah terdapat tiga indikator kecelakaan pada saat penggunaan tower crane. Indikator yang memiliki tingkat risiko paling tinggi adalah pada saat pengoperasian tower crane, dengan sub indikator beban yang diangkat terjatuh dan tertimpa material.
Evaluasi Efektivitas Jalur Evakuasi Berbasis Travel Distance, Evacuation Time, dan Flow Capacity pada Bangunan Pendidikan di Wilayah Rawan Gempa Memey, Memey Arapa; Faisal, Faisal Ashar; Fitra, Fitra Rifwan; Laras, Laras Oktavia Andreas
Jurnal Applied Science in Civil Engineering Vol. 7 No. 2 (2026): Jurnal Applied Science in Civil Engineering
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/g3qk4054

Abstract

Bangunan publik di wilayah rawan gempa memerlukan sistem evakuasi yang efektif untuk meminimalkan risiko korban jiwa saat kondisi darurat. Jalur evakuasi sebagai komponen utama keselamatan harus memenuhi standar teknis agar mampu mendukung perpindahan pengguna secara cepat dan aman. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas jalur evakuasi Gedung Digital Library Universitas Negeri Padang berdasarkan standar keselamatan gempa. Metode yang digunakan adalah penelitian evaluatif-deskriptif teknis melalui audit lapangan dan pengukuran langsung terhadap komponen jalur evakuasi. Analisis meliputi kesesuaian dimensi jalur, travel distance, evacuation time, flow capacity, dan bottleneck dengan mengacu pada SNI, NFPA 101, dan ISO 7010. Hasil menunjukkan bahwa flow capacity dan bottleneck berada dalam kategori efektif, namun travel distance sebesar 115,87 m dan evacuation time sebesar 165,39 detik tidak memenuhi standar. Secara keseluruhan, jalur evakuasi pada lantai dua belum efektif dalam mendukung evakuasi yang cepat dan aman. Temuan ini menunjukkan perlunya perbaikan desain jalur evakuasi untuk meningkatkan keselamatan pengguna.