Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

EDUKASI PENGHIJAUAN DI LINGKUNGAN SEKOLAH GUNA MENANAMKAN SIKAP CINTA LINGKUNGAN ANAK USIA DINI Silvia Septhiani; Diah Oga Nusantari; Ihwan Zulkarnain
JURNAL PENGABDIAN MANDIRI Vol. 2 No. 12: Desember 2023
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sekolah merupakan tempat belajar dan pembentukan karakter bagi peserta didik. Lingkungan sekolah yang asri tentunya dapat memberikan kenyamanan bagi peserta didik dalam belajar. Kegiatan penghijauan disekolah dapat dijadikan alternatif bahan ajar pembelajaran unsur lingkungan ke dalam setiap tema pembelajaran terutama di sekolah anak usia dini. Penggunaan media pot dalam menanam dapat mengatasi keterbatasan lahan dalam melakukan penghijauan disekolah. Lingkungan sekolah dapat lebih asri dengan banyaknya tanaman. Hal ini juga dapat memberikan kontribusi positif dalam perkembangan anak usia dini. Melalui kegiatan ini diharapkan dapat melatih perkembangan motorik peserta didik sejak dini serta akan menumbuhkan rasa cinta lingkungan di masa depan.
PEMAHAMAN KONSEP SISWA TERHADAP MATERI PECAHAN MELALUI PENDEKATAN KONTEKSTUAL DI SEKOLAH DASAR KELAS III Putri Flawlless Berlian Khameswhari; Abiyyah Rona Amany; Sania Dea Anissa; Ihwan Zulkarnain
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 4 No. 2 (2026): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Februari
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/mc8kw294

Abstract

Pemahaman konsep pecahan di tingkat sekolah dasar masih menjadi tantangan bagi sebagian besar siswa. Banyak dari mereka mengalami kesulitan dalam memahami makna dan penggunaan pecahan secara konseptual karena pendekatan pembelajaran yang cenderung abstrak dan kurang relevan dengan kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pendekatan kontekstual dapat meningkatkan pemahaman konsep siswa terhadap materi pecahan di kelas III SD. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, dan data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur terhadap beberapa siswa yang telah mengikuti pembelajaran dengan pendekatan kontekstual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan kontekstual mampu membantu siswa memahami pecahan sebagai bagian dari keseluruhan melalui pengalaman konkret seperti membagi makanan atau benda. Siswa juga menunjukkan antusiasme dan pemahaman yang lebih baik ketika pembelajaran dikaitkan dengan situasi nyata dan menggunakan media konkret. Sebaliknya, pembelajaran yang bersifat simbolik tanpa konteks nyata dinilai lebih sulit dipahami. Dengan demikian, pendekatan kontekstual direkomendasikan sebagai strategi efektif dalam pembelajaran matematika di sekolah dasar, terutama untuk materi abstrak seperti pecahan.