Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Review Article : Tanaman Valerianae radix, Myristicae semen, Eleuthroginseng radix, Polygalae radix Untuk Mengatasi Insomnia Nastiti, Kunti; Habibah, Nor; Hidayah, Nurul; Ma'rifah, Nurul; Saputri, Nur Arida
Sains Medisina Vol 2 No 5 (2024): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/snsmed.v2i5.410

Abstract

Tidur adalah suatu fenomena fisiologis yang penting dalam menjaga keseimbangan regulasi sistem tubuh. Dibutuhkan waktu sekitar 7-8 jam dalam sehari agar tidur seseorang menjadi efektif. Salah satu gangguan tidur yang sering terjadi adalah insomnia. Penggunaan tanaman obat herbal atau alami banyak digunakan dalam terapi menanganan insomnia. Beberapa tanaman yang memilki khasia untuk mengatasi insomnia, yaitu Valerianae radix, Myristicae semen, Eleuthroginseng radix, dan Polygalae radix. Review article ini dibuat dengan menggunakan metode studi literatur ilmiah. Sumber literatur meliputi jurnal internasional dan nasional, serta laporan penelitian yang dilakukan secara online melalui Google Scholar. Berdasarkan beberapa penelitian, tanaman Valerianae radix, Myristicae semen, Eleuthroginseng radix, dan Polygalae radix memiliki khasiat untuk mengatasi insomnia seperti obat-obatan golongan hipnotik-sedatif.
Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Kulit Jeruk Kalamansi (Citrofortunella microcarpa bunge) Pada Bakteri Propionibacterium Acnes Saputri, Nur Arida; Darsono, Putri Vidiasari; Mahdiyah, Dede; Audina, Mia
Jurnal Pelayanan Kefarmasian dan Sains Vol 6 No 1 (2025): Journal of Pharmaceutical Care and Sciences (JPCS)
Publisher : LPPM Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33859/jpcs.v6i1.734

Abstract

Latar Belakang: Jerawat atau acne vulgaris merupakan penyakit peradangan yang sering terjadi di area wajah. Biasanya ditandai dengan munculnya benjolan kecil berwarna kemerahan atau kuning (karena mengandung nanah). Organisme utama yang menyebabkan jerawat adalah Propionibacterium acnes. Pertumbuhan bakteri Propionibacterium acne dapat dikendalikan dengan antibakteri dan tumbuhan yang mengandung senyawa metabolit sekunder golongan flavonoid, alkaloid, saponin, steroid dan tanin. Salah satu tumbuhan yang mengandung metabolit sekunder adalah kulit jeruk kalamansi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri pada ekstak kulit jeruk kalamansi (Citrofortunella microcarpa Bunge) terhadap bakteri Propionibacterium acnes melalui pengujian KHM dan KBM. Metode: Jenis penelitian ini adalah metode true experimental dengan post test only with control group design. Hasil: Pengujian antibakteri dengan metode difusi cakram terhadap ekstak kulit jeruk kalamansi (Citrofortunella microcarpa Bunge) didapatkan hasil yaitu zona hambat sebesar 22,02 mm, sedangkan pengujian KHM dengan konsentrasi 5%, 7,5% dan 10% didapatkan hasil menghambat pertumbuhan bakteri Propionibacterium acnes, sedangkan KBM tidak didapatkan hasil. Hasil uji statistik kruskal wallis 0,007 dan mann whitney 0,025 menunjukkan nilai p<0,05, menyatakan terdapat perbedaan signifikan antara kelompok konsentrasi ekstrak dan terdapat perbedaan peningkatan hasil uji aktivitas bakteri yang mendapatkan perlakuan ekstrak. Simpulan: Ekstak kulit jeruk kalamansi (Citrofortunella microcarpa Bunge) terhadap bakteri Propionibacterium acnes memiliki daya hambat pada konsentrasi 50%, 75% dan 100% namun tidak memiliki daya bunuh.