Kinas, Arni Anti
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Tantangan Guru Dalam Menghadapi Era Digital 5.0 (Studi pada SDN 5/81 Kampuno Kec. Barebbo Kab. Bone) Kinas, Arni Anti; Nilawati, Fadiya
Adaara: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 14 No. 2 (2024): Adaara: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : Program Studi Manajemen Pendidikan Islam IAIN Bone

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30863/ajmpi.v14i2.7213

Abstract

ABSTRACT Teachers as educators have a major role in building the quality of education in Indonesia. The transformation of education towards digitalization has changed teachers' perspectives on teaching. Technology provides both opportunities and challenges for teachers. Therefore, teachers are required to continue learning, developing themselves and openly accepting developments in the era that are based on digital technology. This research uses qualitative research with a descriptive approach. This research was carried out in August 2024 at SDN 5/81 Kampuno. The subject criteria in this research are (1) Teachers at SDN 5/81 Kampuno (2) Have implemented the independent learning curriculum (3) Carry out technology-based teacher duties. Data and information were obtained through structured interviews, non-participant observation, and documentation, as well as searching for various literature in the form of books and research journals related to the object of study. Data is collected, reviewed and analyzed then carries out data reduction, data presentation, and draws conclusions. The research results show that the challenges faced by teachers in the 5.0 era include (1) the ability to master digital platforms from the Ministry of Education and Culture such as PMM (Merdeka Mengajar Platform); (2) Ability to design technology-based learning; (3) The ability to create a fun and interactive learning experience by choosing the right method and utilizing technology-based learning media; (4) The ability to measure student learning outcomes using digital evaluation tools such as the independent report card application. The efforts made by teachers to face challenges in the digital era 5.0 are (1) Learning independently through websites and YouTube channels; (2) Discuss with family, co-workers or superiors; (3) Participate in training programs organized by the District education office. Bone offline and online-based webinars initiated by the Ministry of Education and Culture. Keywords: Teacher Challenges, Digital Era
Stres Kerja Pegawai Kinas, Arni Anti
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stres adalah ketidakmampuan seseorang dalam mengatasi tuntutan kerja yang berlebihan. Stres kerja bisa disebabkan dari 2 faktor yaitu: (1) Faktor Internal, yaitu (a) Kondisi kesehatan yang terganggu disebabkan karena pola makan yang tidak teratur, kurang berolahraga, dan istirahat yang kurang; (b) Tidak mampu mengelola waktu dengan baik; (c) Tidak memiliki kemampuan dalam mengelola emosi; (d) Pemahaman yang kurang tentang stres, faktor, dan dampaknya. (2) Faktor eksternal, yaitu (a) Keluarga: anak yang susah diatur, tidak adanya komunikasi yang baik dengan pasangan, tuntutan dari keluarga besar baik dari pihak suami atau dari keluarga sendiri. (3) Tempat kerja: beban kerja yang terlalu tinggi, tidak terjalinnya komunikasi yang baik dengan rekan kerja, pimpinan yang tidak mampu mengayomi seluruh pegawai, dan gaji yang tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup. Stres tingkat rendah sampai dengan sedang jika dikelola dengan baik akan memberikan dampak positif bagi organisasi karena stres yang masih tergolong rendah justru akan menjadi pendorong bagi pegawai untuk meningkatkan kualitas kinerjanya. Akan tetapi pada tingkat stres berat perlu diwaspadai karena akan memiliki dampak negatif bagi organisasi maupun bagi diri pegawai itu sendiri. Stres berat yang tidak dikelola dengan baik mengakibatkan seseorang ke tahap depresi sehingga membutuhkan bantuan khusus dari dokter. Pada dasarnya ada beberapa dampak negatif yang bisa ditimbulkan dari stres kerja yang tidak dikelola dengan baik, seperti: (1) Individu: Kurang fokus, sering melamun, motivasi kerja yang rendah, tidak bisa mengambil keputusan dengan bijak, dan kesehatan terganggu. (2) Keluarga: Pola pengasuhan yang diberikan kepada anak tidak stabil, komunikasi dengan pasangan tidak berjalan dengan baik, mengurangi intensitas pertemuan keluarga. (3) Organisasi: Kinerja organisasi menurun dan organisasi akan mengalami kesulitan dalam mencapai tujuan yang diharapkan. Manajemen stres adalah suatu langkah yang bisa dilakukan oleh pegawai ataupun organisasi untuk mencegah ataupun mengatasi terjadinya stres kerja. Adapun hal pertama yang perlu dilakukan adalah memperluas wawasan tentang stres, mengenali gejala stres, mengetahui faktor-faktor apa saja yang bisa memicu terjadinya stres serta bagaimana cara dalam mengatasi stres. Manajemen stres bisa dilakukan dengan cara sebagai berikut: (1) Memiliki kesadaran penuh terhadap setiap aktivitas yang dilakukan; (2) Menghargai dan berterima kasih kepada diri sendiri; (3) Tidak memberikan beban yang terlalu berat kepada diri sendiri; (4) Berhenti sejenak dan mengambil jeda jika merasa lelah dalam bekerja; (5) Tidak perlu memaksakan diri dalam menyelesaikan pekerjaan; (6) Meminta bantuan kepada keluarga, teman, rekan kerja ataupun atasan jika merasa kesulitan.