Mayasari, Ayunita
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Laporan Kasus: TERAPI INTENSE PULSE LIGHT PADA PASIEN AKNE VULGARIS DENGAN ERITEMA PASCA AKNE: DUA LAPORAN KASUS Mayasari, Ayunita; Murlistyarini, Sinta
Majalah Kesehatan Vol. 11 No. 3 (2024): Majalah Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/majalahkesehatan.2024.011.03.7

Abstract

Akne vulgaris (AV) adalah penyakit yang tidak terbatas pada kulit, namun juga mempengaruhi jiwa, karena dapat menyebabkan jaringan parut wajah, perubahan warna kulit, hingga tekanan sosial psikologis, dan emosional. Insidensi AV terbanyak pada remaja usia, namun dapat menyerang semua usia. Perubahan warna kulit seperti eritema pasca akne (EPA) disebabkan oleh adanya penyembuhan luka di struktur mikrovaskuler superfisial dermis. Terapi konvensional AV dengan formulasi topikal dan oral sering kali tidak efektif serta dapat menyebabkan efek samping seperti resistensi, teratogenik dan minimnya efisiensi dalam mengatasi EPA atau eritema pasca inflamasi (EPI). Intense Pulse Light (IPL) adalah sumber cahaya intens polikromatik non-koheren dari 400-1200nm yang dapat dimodikasi oleh filter untuk memberikan iradiasi dengan panjang gelombang tertentu. IPL bekerja sebagai bakterisidal, anti-inflamasi, menekan kelenjar sebasea, dan koagulasi kapiler tertentu. Tujuan penulisan laporan kasus ini untuk mengetahui efektivitas IPL terhadap pasien AV dengan EPA. Telah dilaporkan dua kasus akne vulgaris derajat berat dan ringan dengan EPA pada wajah pasien. Kedua pasien mendapatkan terapi IPL yang diberikan selama 2 minggu sekali. Terapi IPL pada kasus ini dilakukan sebanyak tiga kali menunjukan adanya perbaikan setelah pemberian terapi pertama. Modalitas terapi ini menjadi salah satu pilihan terapi untuk perubahan warna kulit pasca akne yang berkepanjangan. Terapi IPL pada kasus ini dilakukan sebanyak tiga kali menunjukan adanya perbaikan setelah pemberian terapi pertama. Maka dapat disimpulkan bahwa modalitas terapi ini dapat menjadi salah satu pilihan terapi untuk pasien dengan adanya perubahan warna kulit pasca akne yang berkepanjangan.