Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Why Hospitals in Indonesia Must Shift Their Media Tools: A Case Study Analysis of Grha Kedoya Hospital, Jakarta Arroisi, Akrom; Nurifai, Salsabila Hanoum; Boer , Rino Febrianno
COMMENTATE: Journal of Communication Management Vol. 5 No. 1 (2024): COMMENTATE: Journal of Communication Management
Publisher : Institut Komunikasi dan Bisnis LSPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37535/103005120241

Abstract

ABSTRAK Media digital, khususnya media sosial, telah menjadi alat komunikasi utama dalam masyarakat modern. Perubahan perilaku konsumen yang semakin mengandalkan informasi dari platform digital, termasuk Instagram,  mengharuskan institusi kesehatan seperti Rumah Sakit untuk menyesuaikan strategi komunikasi mereka. Pergeseran penggunaan alat media ini, di antaranya terjadi pada  Rumah Sakit di Indonesia seperti RS Grha Kedoya, Jakarta, yang semula mengandalkan media konvensional (seperti suratkabar, radio dan televisi), dan belakangan menggunakan media sosial seperti Instagram.  Penelitian ini bertujuan mencari tahu apa sebab Rumah Sakit seperti RS Grha Kedoya, Jakarta mengganti alat media mereka ke media sosial. Oleh karena itu penulis melakukan analisis penggunaan media digital di RS tersebut. Oleh karena itu studi kasus dengan pendekatan deskriptif ini membahas peristiwa, perilaku, dan aktivitas serta proses yang dilalui pada media sosial Instagram Rumah Sakit Grha Kedoya (@grhakedoya). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggantian alat media ke media sosial karena jangkauan yang lebih luas, efektivitas biaya, interaksi dua arah, kampanye yang lebih tepat sasaran, penyampaian informasi yang cepat, dan peningkatan kesadaran merek. Dengan mengganti alat media itu, maka RS Grha Kedoya dapat meningkatkan efisiensi komunikasi internal dan eksternal, mempromosikan layanan dan program kesehatan secara lebih efektif, serta memanfaatkan data dan analisis interaksi media sosial yang terjadi untuk memahami kebutuhan dan umpan balik pasien dengan lebih baik, yang semuanya berkontribusi pada peningkatan kualitas pelayanan rumah sakit. Penelitian ini memberikan manfaat signifikan bagi ilmu pengetahuan, khususnya dalam komunikasi kesehatan, dengan memperkaya pemahaman tentang penggunaan media sosial di rumah sakit. Hasil penelitian dapat membantu mengidentifikasi strategi komunikasi yang efektif untuk menyampaikan informasi kesehatan, meningkatkan edukasi pasien, dan memperkuat hubungan antara rumah sakit dan komunitas. Kata Kunci: Media Sosial; Promosi; Edukasi; Rumah Sakit.   ABSTRACT Digital media, especially social media, has become the primary communication tool in modern society. The shift in consumer behavior, increasingly relying on information from digital platforms, including Instagram, requires healthcare institutions like hospitals to adjust their communication strategies. This shift in media usage is occurring in hospitals in Indonesia, such as RS Grha Kedoya in Jakarta, which previously relied on conventional media (such as newspapers, radio, and television), but have recently started using social media like Instagram. This research aims to understand why hospitals like RS Grha Kedoya, Jakarta, have switched their media tools to social media. Therefore, the authors conducted an analysis of digital media usage in the hospital. Using qualitative method with a descriptive approach as methodology, the study discusses events, behaviors, activities, and processes on the Grha Kedoya Hospital’s Instagram account (@grhakedoya). The research findings indicate that the switch to social media is due to broader reach, cost-effectiveness, two-way interaction, more targeted campaigns, rapid information dissemination, and increased brand awareness. By switching to social media, RS Grha Kedoya can enhance internal and external communication efficiency, promote health services and programs more effectively, and utilize data and analysis from social media interactions to better understand patient needs and feedback, all of which contribute to improving the quality of hospital services. This research provides significant benefits to the field of knowledge, particularly in health communication, by enriching the understanding of social media usage in hospitals. The findings can help identify effective communication strategies to convey health information, enhance patient education, and strengthen the relationship between hospitals and the community. Keywords: Social Media; Promotion; Education; Hospital;
Telemedicine Sebagai Portal Komunikasi Untuk Konsultasi Kesehatan Jarak Jauh Larassati, Ratih; Nurifai, Salsabila Hanoum; Hanifa Azzahra, Silmi Kafa
Action Research Literate Vol. 8 No. 2 (2024): Action Research Literate
Publisher : Ridwan Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/arl.v8i2.231

Abstract

Kunjungan rutin ke rumah sakit bisa mahal, terutama di daerah pedesaan karena biaya transportasi. Namun, penerapan layanan telemedis, seperti konferensi video atau teknologi virtual, dapat mengurangi frekuensi kunjungan medis. Dampaknya, telemedis tidak hanya menghemat waktu dan biaya bagi pasien dan penyedia layanan kesehatan, tetapi juga memperlancar proses di rumah sakit dan klinik karena kecepatan dan manfaatnya. Telemedis dapat menciptakan situasi yang menguntungkan secara bersamaan. Penelitian ini ditujukan untuk mengkaji lebih dalam mengenai telemedicine sebagai portal komunikasi konsultasi kesehatan jarak jauh. Metode yang diterapkan adalah metode kualitatif deskriptif yang memanfaatkan studi kepustakaan sebagai sumber data. Analisis dilakukan dalam tiga langkah: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknologi telemedis memungkinkan pasien dan dokter untuk memeriksa proses pengobatan dari jarak jauh, sehingga meningkatkan kualitas dan responsivitas layanan darurat, mempercepat proses diagnosa, serta mengurangi biaya baik bagi dokter maupun pasien melalui optimalisasi prosedur klinis dan pengurangan biaya perjalanan ke fasilitas medis. Namun, teknologi ini bersifat pelengkap terhadap konsultasi fisik dan bukan penggantinya