Adegbami, Adeleke
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Banditry and Insecurity: Are There Ungoverned Spaces in Nigeria? Kugbayi, Oluwaseun; Adegbami, Adeleke
Law Research Review Quarterly Vol 9 No 4 (2023): Various Issues on Law and Development
Publisher : Faculty of Law, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/lrrq.v9i4.71054

Abstract

Many towns and villages in Nigeria have been experiencing bandits activities, vis-à-vis kidnapping, armed robbery, murder, rape, cattle-rustling, and violent actions in recent years. These activities have continued to escalate despite the presence of security agencies such as – the Nigerian Army, the Nigerian Navy, the Nigerian Air Force, the Nigerian Police, the State Security Service, the National Intelligence Agency, and the Defence Intelligence among others. The unabated bandits' activities in part of the country depict a picture of ungoverned spaces, which suggests that there are territories that are experiencing a vacuum of political order. The study for that reason examines the connections between banditry and the ungoverned spaces, as well as, analyses the effects of bandits' activities on Nigeria and Nigerians. Using the discourse analysis that relies on secondary sources, the paper argues that the inability to govern some territories adequately in Nigeria has created a vacuum for bandits’ activities to thrive.
Governance And Mass Migration Of Nigerians Abroad: The Causes And Consequences Adegbami, Adeleke; Osungboye, Biola Muhibat
Journal of Governance and Administrative Reform Vol. 5 No. 2 (2024): Journal of Governance and Administrative Reform
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jgar.v5i2.64136

Abstract

Abstract The optimism that civilian administration in Nigeria's Fourth Republic would catalyze unparalleled development has gradually waned as Nigerians continue to grapple with precarious economic conditions. A significant proportion of the country’s annual revenue is allocated to servicing domestic and external debts, further diminishing prospects for an improved quality of life. Within this context, this study explores the driving factors behind the mass migration of Nigerians, the preferred destinations of these migrants, and the broader implications of this migration on Nigeria and its citizens. Utilizing both primary and secondary data sources—including direct observations, textbooks, academic journals, official records, and resources from Nigerian government and international organization websites—the study identifies several interrelated drivers of migration. These include widespread poverty, high unemployment rates, poor economic conditions, an underfunded public healthcare system, escalating insecurity, and persistent political challenges. Popular destinations for Nigerian migrants include the United States, the United Kingdom, Italy, Germany, France, and Canada. The findings reveal both positive and negative impacts of mass migration. On one hand, remittances from migrants provide a critical source of income and contribute to economic development. On the other hand, significant challenges arise in key sectors, particularly healthcare and education. For instance, migration-induced shortages of healthcare professionals compromise service delivery, while the outflow of university lecturers creates gaps in research and teaching capacities. Additionally, funds spent by students on tuition fees abroad could otherwise be invested in strengthening Nigeria’s domestic education system. The study concludes that curbing mass migration requires substantive improvements in governance, including the creation of employment opportunities, poverty alleviation, enhanced security, access to quality education and healthcare, improved labor conditions, and an overall elevation in living standards.  Keywords: Governance, Mass migration, Poverty, Unemployment, Insecurity, Violent conflict    Abstrak Optimisme pemerintahan sipil di Republik Keempat Nigeria akan mendorong perkembangan yang tak tertandingi secara perlahan memudar karena rakyat Nigeria terus menghadapi kondisi ekonomi yang genting. Sebagian besar pendapatan tahunan negara dialokasikan untuk membayar utang dalam negeri dan luar negeri, sehingga semakin memperkecil peluang masyarakat untuk menikmati peningkatan kualitas hidup. Dalam konteks ini, studi ini mengeksplorasi faktor-faktor yang mendorong migrasi massal warga Nigeria, destinasi utama para migran, serta dampak lebih luas dari migrasi ini terhadap Nigeria dan warganya. Dengan menggunakan sumber data primer dan sekunder termasuk observasi langsung, buku teks, jurnal akademik, catatan resmi, serta sumber daya dari situs web pemerintah Nigeria dan organisasi internasional, studi ini mengidentifikasi sejumlah faktor saling terkait yang mendorong migrasi. Faktor-faktor tersebut mencakup kemiskinan yang meluas, tingginya tingkat pengangguran, kondisi ekonomi yang buruk, sistem kesehatan publik yang kurang terdanai, meningkatnya ketidakamanan, serta tantangan politik yang terus berlanjut. Destinasi utama bagi para migran Nigeria meliputi Amerika Serikat, Inggris, Italia, Jerman, Prancis, dan Kanada. Temuan studi ini mengungkapkan dampak positif dan negatif dari migrasi massal. Di satu sisi, remitansi dari para migran menjadi sumber pendapatan penting dan berkontribusi pada pembangunan ekonomi. Di sisi lain, tantangan signifikan muncul di sektor-sektor utama, khususnya kesehatan dan pendidikan. Misalnya, kekurangan tenaga kesehatan akibat migrasi mengurangi kualitas layanan kesehatan, sementara migrasi dosen universitas menciptakan kekosongan dalam kapasitas penelitian dan pengajaran. Selain itu, dana yang dihabiskan mahasiswa untuk biaya pendidikan di luar negeri seharusnya dapat diinvestasikan untuk memperkuat sistem pendidikan domestik Nigeria. Studi ini menyimpulkan bahwa mengurangi migrasi massal membutuhkan perbaikan signifikan dalam tata kelola, termasuk penciptaan lapangan kerja, pengentasan kemiskinan, peningkatan keamanan, akses terhadap pendidikan dan layanan kesehatan berkualitas, perbaikan kondisi tenaga kerja, serta peningkatan standar hidup secara keseluruhan. Kata kunci: Tata kelola, Migrasi massal, Kemiskinan, Pengangguran, Ketidakamanan, Konflik kekerasan.  
Governance And Youth Empowerment Initiatives In Nigeria: To What Extent Has It Curbed Crime Rates? Adegbami, Adeleke; Egugbo, Cletus Chuks
Journal of Governance and Administrative Reform Vol. 6 No. 2 (2025): Journal of Governance and Administrative Reform
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jgar.v6i2.73440

Abstract

Abstract The study investigates the need for youth empowerment, the barriers hindering youth empowerment programs, and the extent to which these programs have been effective in reducing crime and criminal activities in Nigeria. It draws upon secondary data, including textbooks, academic journals, government documents, newspapers, and online sources, which were analyzed using content analysis. The findings highlight that youth empowerment is essential for enabling young people to assume leadership roles, foster innovation and creativity, and contribute to the nation's economic growth and development. Regarding the barriers to youth empowerment programs, the study identifies several challenges: reluctance among youth to participate in empowerment initiatives, a lack of awareness about the benefits of these programs, inadequate or insufficient funding, a lack of transparency among those managing youth empowerment efforts, misappropriation of funds, distractions from social media, and a prevailing mentality among youth focused on quick financial gains. Furthermore, the study reveals that the current structure and implementation of youth empowerment programs in Nigeria are insufficient to address the needs of the large youth population. Despite various empowerment initiatives introduced by successive Nigerian administrations, the study concludes that persistent socio-economic crises evidenced by limited access to education and skills development, rising unemployment rates, and widespread poverty and hunger continue to plague the country. Without addressing these foundational issues, crime and criminal activities are likely to persist. In light of these findings, the study recommends the ongoing and deliberate development of the youth population's capacities as a critical step toward fostering a peaceful environment and achieving national development. Keywords: governance; youth empowerment; unemployment; poverty; hunger and crimes.   Abstrak  Penelitian ini menyelidiki kebutuhan pemberdayaan pemuda, hambatan-hambatan yang menghalangi program pemberdayaan pemuda, dan sejauh mana program-program tersebut efektif dalam mengurangi kejahatan dan aktivitas kriminal di Nigeria. Penelitian ini mengandalkan data sekunder, termasuk buku teks, jurnal akademik, dokumen resmi pemerintah, surat kabar, dan sumber-sumber daring, yang dianalisis menggunakan analisis konten. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa pemberdayaan pemuda sangat penting untuk memungkinkan generasi muda mengambil peran kepemimpinan, mendorong inovasi dan kreativitas, serta berkontribusi pada pertumbuhan dan perkembangan ekonomi negara. Terkait dengan hambatan-hambatan pada program pemberdayaan pemuda, penelitian ini mengidentifikasi beberapa tantangan: ketidakinginan pemuda untuk berpartisipasi dalam inisiatif pemberdayaan, kurangnya kesadaran tentang manfaat program-program tersebut, alokasi dana yang tidak memadai atau tidak mencukupi, kurangnya transparansi di antara mereka yang mengelola upaya pemberdayaan pemuda, penyalahgunaan dana, gangguan dari media sosial, dan mentalitas pemuda yang lebih fokus pada pencapaian keuntungan finansial secara cepat. Selain itu, penelitian ini mengungkapkan bahwa struktur dan pelaksanaan program pemberdayaan pemuda yang ada di Nigeria saat ini tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan populasi pemuda yang besar. Meskipun berbagai inisiatif pemberdayaan telah diperkenalkan oleh pemerintahan-pemerintahan yang berganti di Nigeria, penelitian ini menyimpulkan bahwa krisis sosial-ekonomi yang terus berlanjut yang terlihat dalam terbatasnya akses terhadap pendidikan dan pengembangan keterampilan, meningkatnya tingkat pengangguran, serta kemiskinan dan kelaparan yang melanda terus menghantui negara. Tanpa mengatasi masalah-masalah mendasar ini, kejahatan dan aktivitas kriminal kemungkinan besar akan terus terjadi. Berdasarkan temuan-temuan tersebut, penelitian ini merekomendasikan pengembangan kapasitas populasi pemuda secara berkelanjutan dan terencana sebagai langkah krusial untuk menciptakan lingkungan yang damai dan mencapai pembangunan nasional. Kata kunci: tata kelola pemerintah; pemberdayaan pemuda; pengangguran; kemiskinan; kelaparan dan kejahatan.