Osungboye, Biola Muhibat
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Corporate Social Responsibility and Human Capital Development In Nigeria: Case Study on Guaranty Trust Bank, Gombe State, Nigeria Bello, Matthew Funsho; Mohammad Aliyu, Rabi; Osungboye, Biola Muhibat
Journal of Governance and Administrative Reform Vol. 5 No. 1 (2024): Journal of Governance and Administrative Reform
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jgar.v5i1.56240

Abstract

Abstract This research evaluates human capital development and corporate social responsibility (CSR) in Nigeria, using Guaranty Trust Bank Gombe as a case study, covering the period from 2015 to 2020. The study aims to identify the causes of low human capital development in Nigeria and propose solutions to this persistent issue. Three hypotheses guide this study: the impact of CSR, the growth of human capital in the host community, and a combination of both. The methodology includes data from both primary and secondary sources, analyzed using tables, percentages, questionnaires, oral interviews, and basic statistical methods. Findings indicate that the host community has benefited from Guaranty Trust Bank's human capital development initiatives, with many respondents expressing satisfaction and acknowledging the presence of skills acquisition programs. The study recommends that Guaranty Trust Bank adopt a long-term, sustainable approach to its CSR programs, partnering with relevant stakeholders such as government bodies, non-governmental organizations, and community-based groups to maximize resources and skills. Keywords: corporate social responsibility, human capital development, Guaranty Trust Bank, Gombe State, Nigeria   Abstrak Penelitian ini mengevaluasi pengembangan sumber daya manusia dan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) di Nigeria, dengan menggunakan studi kasus Guaranty Trust Bank Gombe, yang mencakup periode 2015 hingga 2020. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi penyebab rendahnya pengembangan sumber daya manusia di Nigeria dan mengusulkan solusi untuk masalah yang terus-menerus ini. Ada tiga hipotesis yang memandu penelitian ini: dampak CSR, pertumbuhan sumber daya manusia di komunitas tuan rumah, dan kombinasi keduanya. Metodologinya mencakup data dari sumber primer dan sekunder, dianalisis menggunakan tabel, persentase, kuesioner, wawancara lisan, dan metode statistik dasar. Temuan menunjukkan bahwa masyarakat setempat telah memperoleh manfaat dari inisiatif pengembangan sumber daya manusia Guaranty Trust Bank, dan banyak responden menyatakan kepuasan dan mengakui adanya program perolehan keterampilan. Studi ini merekomendasikan agar Guaranty Trust Bank mengadopsi pendekatan jangka panjang dan berkelanjutan terhadap program CSR-nya, bermitra dengan pemangku kepentingan terkait seperti badan pemerintah, organisasi non-pemerintah, dan kelompok berbasis masyarakat untuk memaksimalkan sumber daya dan keterampilan. Kata kunci: tanggung jawab sosial perusahaan, pengembangan sumber daya manusia, Guaranty Trust Bank, Negara Bagian Gombe, Nigeria.
Governance And Mass Migration Of Nigerians Abroad: The Causes And Consequences Adegbami, Adeleke; Osungboye, Biola Muhibat
Journal of Governance and Administrative Reform Vol. 5 No. 2 (2024): Journal of Governance and Administrative Reform
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jgar.v5i2.64136

Abstract

Abstract The optimism that civilian administration in Nigeria's Fourth Republic would catalyze unparalleled development has gradually waned as Nigerians continue to grapple with precarious economic conditions. A significant proportion of the country’s annual revenue is allocated to servicing domestic and external debts, further diminishing prospects for an improved quality of life. Within this context, this study explores the driving factors behind the mass migration of Nigerians, the preferred destinations of these migrants, and the broader implications of this migration on Nigeria and its citizens. Utilizing both primary and secondary data sources—including direct observations, textbooks, academic journals, official records, and resources from Nigerian government and international organization websites—the study identifies several interrelated drivers of migration. These include widespread poverty, high unemployment rates, poor economic conditions, an underfunded public healthcare system, escalating insecurity, and persistent political challenges. Popular destinations for Nigerian migrants include the United States, the United Kingdom, Italy, Germany, France, and Canada. The findings reveal both positive and negative impacts of mass migration. On one hand, remittances from migrants provide a critical source of income and contribute to economic development. On the other hand, significant challenges arise in key sectors, particularly healthcare and education. For instance, migration-induced shortages of healthcare professionals compromise service delivery, while the outflow of university lecturers creates gaps in research and teaching capacities. Additionally, funds spent by students on tuition fees abroad could otherwise be invested in strengthening Nigeria’s domestic education system. The study concludes that curbing mass migration requires substantive improvements in governance, including the creation of employment opportunities, poverty alleviation, enhanced security, access to quality education and healthcare, improved labor conditions, and an overall elevation in living standards.  Keywords: Governance, Mass migration, Poverty, Unemployment, Insecurity, Violent conflict    Abstrak Optimisme pemerintahan sipil di Republik Keempat Nigeria akan mendorong perkembangan yang tak tertandingi secara perlahan memudar karena rakyat Nigeria terus menghadapi kondisi ekonomi yang genting. Sebagian besar pendapatan tahunan negara dialokasikan untuk membayar utang dalam negeri dan luar negeri, sehingga semakin memperkecil peluang masyarakat untuk menikmati peningkatan kualitas hidup. Dalam konteks ini, studi ini mengeksplorasi faktor-faktor yang mendorong migrasi massal warga Nigeria, destinasi utama para migran, serta dampak lebih luas dari migrasi ini terhadap Nigeria dan warganya. Dengan menggunakan sumber data primer dan sekunder termasuk observasi langsung, buku teks, jurnal akademik, catatan resmi, serta sumber daya dari situs web pemerintah Nigeria dan organisasi internasional, studi ini mengidentifikasi sejumlah faktor saling terkait yang mendorong migrasi. Faktor-faktor tersebut mencakup kemiskinan yang meluas, tingginya tingkat pengangguran, kondisi ekonomi yang buruk, sistem kesehatan publik yang kurang terdanai, meningkatnya ketidakamanan, serta tantangan politik yang terus berlanjut. Destinasi utama bagi para migran Nigeria meliputi Amerika Serikat, Inggris, Italia, Jerman, Prancis, dan Kanada. Temuan studi ini mengungkapkan dampak positif dan negatif dari migrasi massal. Di satu sisi, remitansi dari para migran menjadi sumber pendapatan penting dan berkontribusi pada pembangunan ekonomi. Di sisi lain, tantangan signifikan muncul di sektor-sektor utama, khususnya kesehatan dan pendidikan. Misalnya, kekurangan tenaga kesehatan akibat migrasi mengurangi kualitas layanan kesehatan, sementara migrasi dosen universitas menciptakan kekosongan dalam kapasitas penelitian dan pengajaran. Selain itu, dana yang dihabiskan mahasiswa untuk biaya pendidikan di luar negeri seharusnya dapat diinvestasikan untuk memperkuat sistem pendidikan domestik Nigeria. Studi ini menyimpulkan bahwa mengurangi migrasi massal membutuhkan perbaikan signifikan dalam tata kelola, termasuk penciptaan lapangan kerja, pengentasan kemiskinan, peningkatan keamanan, akses terhadap pendidikan dan layanan kesehatan berkualitas, perbaikan kondisi tenaga kerja, serta peningkatan standar hidup secara keseluruhan. Kata kunci: Tata kelola, Migrasi massal, Kemiskinan, Pengangguran, Ketidakamanan, Konflik kekerasan.