Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

EFEKTIVITAS PENGELOLAAN DAN PENDISTRIBUSIAN DANA ZAKAT DALAM MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN UMAT (STUDI KASUS : BAZNAS PROVINSI SUMATERA UTARA) Windy Puspita
EKSYA : Jurnal Ekonomi Syariah Vol 4 No 1 (2023): JURNAL EKSYA: JURNAL EKONOMI SYARIAH
Publisher : Program Studi Ekonomi Syariah Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Mandailing Natal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56874/eksya.v4i1.1026

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mengenai keefektifan BAZNAS Sumatera Utara dalam mengelola dan mendistribusikan dana zakat dalam meningkatkan kesejahteraan umat melalui analisa kinerja kerja BAZNAS Sumatera Utara dalam menghimpun, mengelola dan mendistribusikan dana zakat dan membandingkannya dengan tingkat kemiskinan di provinsi Sumatera Utara. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif analitis dengan data sekunder yaitu penelitian yang berisi penjelasan mengenai objek yang diteliti secara terperinci berdasarkan dokumen. Dokumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah dokumen keuangan yang diambil dari website resmi BAZNAS Sumatera Utara. Adapun hasil penelitian pada tahun 2021 yang diperoleh peneliti berdasarkan dari metode yang digunakan adalah bahwa dalam melakukan pengelolaan dan pendistribusian BAZNAS Sumatera Utara pada tahun 2021 masih kurang optimal karena terhambat pandemi covid-19. Akan tetapi kehadiran BAZNAS Sumatera Utara sangat membantu perekonomian masyarakat terutama umat muslim di era masa pandemi. Namun mengenai keefektifan pengelolaan dan pendistribusian dana zakat dalam meningkatkan kesejahteraan umat masih belum efektif karena pada tahun 2021 terjadi peningkatan kemiskinan di Sumatera Utara sebesar 0,26%. Kata Kunci : Efektivitas, Pengelolaan dan Pendistribusian, Zakat, Kesejahteraan Umat
ANALISIS PENERAPAN PRINSIP SYARIAH DAN PERKEMBANGAN REKSADANA SYARIAH DI INDONESIA Windy Puspita; Winda Irmayani Sijabat; Kiki Andrea Putri Hasibuan; Muhammad Ikhsan Harahap
EKSYA : Jurnal Ekonomi Syariah Vol 4 No 2 (2023): JURNAL EKSYA: JURNAL EKONOMI SYARIAH
Publisher : Program Studi Ekonomi Syariah Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Mandailing Natal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56874/eksya.v4i2.1373

Abstract

This study aims to further explain how the application of sharia principles in sharia mutual funds and their development. This research uses a qualitative method with content analysis, namely research that is carried out in depth on the object under study and uses secondary data or literature/library studies as a technique in research to obtain research results. This research is also analytical descriptive in nature, namely research that provides a clear and detailed description of the object being studied. The results of the research are based on the mechanism, Islamic mutual funds are managed according to Islamic principles, managed by investment managers, are transparent in terms of investment diversification and are guaranteed and supervised by related institutions (OJK) so that it can be concluded that Islamic mutual funds have implemented Islamic principles in their management mechanisms. However, the development of sharia mutual funds continues to experience ups and downs. From 2018 to 2021, the number of sharia mutual funds has increased. However, the Net Asset Value (NAV) of sharia mutual funds in 2018-2022 has experienced a drastic decline. Sharia mutual funds throughout 2022 will continue to experience a periodic decline both in terms of the number of Islamic mutual funds and in terms of Net Asset Value (NAV). When compared between Islamic mutual funds and conventional mutual funds, Islamic mutual funds are still far behind conventional mutual funds. Conventional mutual funds are far superior to Islamic mutual funds. At the end of 2022, the number of sharia mutual funds is only 274, while the number of conventional mutual funds is 1,846. The Net Asset Value (NAV) of sharia mutual funds is 40,605.11 (in billions of rupiah) while that of conventional mutual funds is 464,257.31 (in billions of rupiah).
ANALISIS PENERAPAN MANAJEMEN RISIKO PADA PEMBIAYAAN MURABAHAH DI PT. BPRS GEBU PRIMA MEDAN Windy Puspita; Nursantri Yanti
Musytari : Neraca Manajemen, Akuntansi, dan Ekonomi Vol. 4 No. 9 (2024): Musytari : Neraca Manajemen, Akuntansi, dan Ekonomi
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.8734/musytari.v4i9.2711

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana penerapan manajemen risiko pada pembiayaan murabahah di PT. BPRS Gebu Prima Medan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan menggunakan teknik wawancara sebagai data primer untuk mengetahui hasil penelitian, dan juga menggunakan data sekunder berupa studi literatur yang berisi penelitian-penelitian terdahulu. Adapun hasil dari penelitian ini ialah risiko yang terjadi pada pembiayaan murabahah di PT. BPRS Gebu Prima Medan yaitu antara lain risiko internal, risiko nasabah dan risiko eksternal. Setiap risiko baik itu risiko kecil maupun risiko besar semua dapat diminimalisir dan dicegah dengan cara menerapkan manajemen risiko yang tepat dan akurat. Dalam melaksanakan proses manajemen risiko, PT. BPRS Gebu Prima Medan melakukan beberapa tahapan diantaranya yaitu identifikasi risiko yang dilakukan dengan menganalisis kelayakan pembiayaan nasabah menggunakan Analisis 5C, yaitu Character, Capacity, Capital, Collateral dan Condition. Kemudian bank akan melakukan pengukuran risiko yaitu dengan mengelompokkan nasabah ke dalam 5 golongan, yang meliputi Lancar, Dalam Pengawasan Khusus, Kurang Lancar, Diragukan dan Macet. Lalu pihak bank juga melakukan pemantauan risiko yaitu dengan cara setiap 1 bulan sekali marketing di PT. BPRS Gebu Prima Medan akan mendatangi nasabah atau melakukan silahturahmi ke rumah nasabah, sehingga risiko dapat dideteksi sedini mungkin. Selain itu, agar pihak bank juga dapat memberikan saran atau solusi terhadap kendala yang dihadapi oleh nasabahnya tersebut. Dan yang terakhir pihak bank akan melakukan pengendalian risiko yaitu dengan cara menerapkan metode mitigasi dan penjadwalan kembali (rescheduling), persyaratan kembali (reconditioning), penataan kembali (restructuring), serta musyawarah dengan nasabah yang bersangkutan.
ANALISIS PENERAPAN PRINSIP SYARIAH DAN PERKEMBANGAN REKSADANA SYARIAH DI INDONESIA Windy Puspita; Winda Irmayani Sijabat; Kiki Andrea Putri Hasibuan; Muhammad Ikhsan Harahap
EKSYA : Jurnal Ekonomi Syariah Vol 4 No 2 (2023): JURNAL EKSYA: JURNAL EKONOMI SYARIAH
Publisher : Program Studi Ekonomi Syariah Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Mandailing Natal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56874/eksya.v4i2.1373

Abstract

This study aims to further explain how the application of sharia principles in sharia mutual funds and their development. This research uses a qualitative method with content analysis, namely research that is carried out in depth on the object under study and uses secondary data or literature/library studies as a technique in research to obtain research results. This research is also analytical descriptive in nature, namely research that provides a clear and detailed description of the object being studied. The results of the research are based on the mechanism, Islamic mutual funds are managed according to Islamic principles, managed by investment managers, are transparent in terms of investment diversification and are guaranteed and supervised by related institutions (OJK) so that it can be concluded that Islamic mutual funds have implemented Islamic principles in their management mechanisms. However, the development of sharia mutual funds continues to experience ups and downs. From 2018 to 2021, the number of sharia mutual funds has increased. However, the Net Asset Value (NAV) of sharia mutual funds in 2018-2022 has experienced a drastic decline. Sharia mutual funds throughout 2022 will continue to experience a periodic decline both in terms of the number of Islamic mutual funds and in terms of Net Asset Value (NAV). When compared between Islamic mutual funds and conventional mutual funds, Islamic mutual funds are still far behind conventional mutual funds. Conventional mutual funds are far superior to Islamic mutual funds. At the end of 2022, the number of sharia mutual funds is only 274, while the number of conventional mutual funds is 1,846. The Net Asset Value (NAV) of sharia mutual funds is 40,605.11 (in billions of rupiah) while that of conventional mutual funds is 464,257.31 (in billions of rupiah).
EFEKTIVITAS PENGELOLAAN DAN PENDISTRIBUSIAN DANA ZAKAT DALAM MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN UMAT (STUDI KASUS : BAZNAS PROVINSI SUMATERA UTARA) Windy Puspita
EKSYA : Jurnal Ekonomi Syariah Vol 4 No 1 (2023): JURNAL EKSYA: JURNAL EKONOMI SYARIAH
Publisher : Program Studi Ekonomi Syariah Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Mandailing Natal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56874/eksya.v4i1.1026

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mengenai keefektifan BAZNAS Sumatera Utara dalam mengelola dan mendistribusikan dana zakat dalam meningkatkan kesejahteraan umat melalui analisa kinerja kerja BAZNAS Sumatera Utara dalam menghimpun, mengelola dan mendistribusikan dana zakat dan membandingkannya dengan tingkat kemiskinan di provinsi Sumatera Utara. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif analitis dengan data sekunder yaitu penelitian yang berisi penjelasan mengenai objek yang diteliti secara terperinci berdasarkan dokumen. Dokumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah dokumen keuangan yang diambil dari website resmi BAZNAS Sumatera Utara. Adapun hasil penelitian pada tahun 2021 yang diperoleh peneliti berdasarkan dari metode yang digunakan adalah bahwa dalam melakukan pengelolaan dan pendistribusian BAZNAS Sumatera Utara pada tahun 2021 masih kurang optimal karena terhambat pandemi covid-19. Akan tetapi kehadiran BAZNAS Sumatera Utara sangat membantu perekonomian masyarakat terutama umat muslim di era masa pandemi. Namun mengenai keefektifan pengelolaan dan pendistribusian dana zakat dalam meningkatkan kesejahteraan umat masih belum efektif karena pada tahun 2021 terjadi peningkatan kemiskinan di Sumatera Utara sebesar 0,26%. Kata Kunci : Efektivitas, Pengelolaan dan Pendistribusian, Zakat, Kesejahteraan Umat