Posisi perempuan dalam ranah publik masih kurang menguntungkan, perempuan cenderung memiliki akses terbatas untuk mendapatkan jabatan dan posisi strategis lainnya. Perempuan yang bekerja dalam ranah publik juga masih diberi tanggungjawab atas urusan rumah tangga, hal tersebut berbeda dengan sebagian laki-laki yang tidak turut serta bertanggungjawab dalam hal urusan rumah tangga. Termasuk partisipasi perempuan dalam pembangunan desa, terutama dalam proses pembuatan kebijakan dan artisipasi dala pemberdayaan perempuan masih sangat rendah. Penelitian ini bertujuan yang pertama untuk mengetahui peran serta partisipasi perempuan sebagai keterwakilan perempuan dalam BPD di Desa Kalisat serta untuk menganalisis peran keterwakilan perempuan dalam BPD di Desa Kalisat perspektif kesetaraan gender.Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif, pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan analisis data. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa, berdasarkan perbandingan peran anggota BPD Perempuan dalam pembangunan desa di Desa Kalisat, dengan memperlihatkan berbedaan jumlah anggota BPD perempuan juga menjadi salah satu faktor kurang maksimalnya keaktifan anggota BPD perempuan dalam proses pembangunan desa, dilihat dari Desa Kalisat dimana mayoritas anggota BPD adalah laki-laki. Kondisi masyarakat juga masih menempatkan laki-laki pada posisi utama, bukan mengedapankan kualitas serta lagi jenis kelamin. Hal ini perlu mendapat perhatian untuk lebih diupayakan lagi melalui pendidikan politik dan pendidikan gender kepada masyarakat melalui program pemberdayaan masyarakat.