Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Upaya mengurangi keluhan kehamilan dengan prenatal yoga Mustika Ningrum, Nining
Bhakti Sabha Nusantara Vol. 2 No. 1 (2023): Bhakti Sabha Nusantara
Publisher : Sahabat Publikasi Kuu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58439/bsn.v2i1.96

Abstract

Kehamilan merupakan hal yang fisiologis terjadi pada ibu hamil namun pada kehamilan seringkali mengalami keluhan dan ketidaknyamanan. Ketidaknyamanan yang sering dialami oleh ibu hamil meliputi mual muntah, mudah lelah, susah tidur, tidak nafsu makan, nyeri punggung, sering kencing dan kram pada kaki. Keluhan selama kehamilan ini sangat sering terjadi dalam kehamilan atau bahkan dapat dikatakan selalu terjadi selama kehamilan terutama pada kehamilan trimester III sehingga digambarkan sebagai salah satu gangguan minor dalam kehamilan. Tujuan dari kegiatan pengabdian masayarakat ini adalah mengurangi keluhan selama kehamilan dengan prenatal yoga. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah pendekatan survei dengan pengumpulan data ibu hamil yang berjumlah 30 ibu hamil melalui kader kesehatan di Desa Tengaran Kecamatan Peterongan Kabupaten Jombang. Data yang didapatkan dari hasil pengabdian masyarakat ini berupa data kuantitatif, data kualitatif dan statistik deskriptif. Hasil pengabdian masyarakat yang dilakukan selama 3 bulan ini adalah sebelum dilakukan prenatal yoga terdapat 6 (20%) ibu hamil mengalami keluhan sedang, 20 (66,7%) mengalami keluhan ringan dan 4 (13,3%) ibu hamil tidak mengalami keluhan. Setelah dilakukan kegiatan prenatal yoga didapatkan hasil 2 (6,7%) ibu hamil menglami keluhan sedang, 9 (30%) ibu hamil mengalami keluhan ringan dan 19 (63,3%) ibu hamil tidak mengalami keluhan. Kesimpulan dari hasil pengabdian masyarakat yang telah dilakukan adalah prenatal yoga pada ibu hamil terbukti efektif dalam mengurangi keluhan selama kehamilan terutama ibu hamil yang mengalami keluhan sedang dan ringan. Keluhan selama kehamilan hendaknya diminimalisir agar ibu hamil merasa aman dan nyaman selama kehamilan.
GAMBARAN HASIL PEMERIKSAAN HEPATITIS B SURFACE ANTIGEN (HBSAG) PADA DARAH CALON PENDONOR DI UNIT PALANG MERAH INDONESIA KABUPATEN JOMBANG Sayekti, Sri; Mustika Ningrum, Nining; Septiana, Erlina
Jurnal Insan Cendekia Vol 11 No 1 (2024): Jurnal Insan Cendekia
Publisher : STIKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35874/jic.v11i1.1349

Abstract

Pendahuluan: Hepatitis adalah suatu kondisi yang menular dan menyebabkan peradangan pada hati. Beberapa pasien virus Hepatitis B tidak mengalami gejala sebaliknya, mereka hanya berkembang menjadi pembawa. Sejumlah besar orang tidak menyadari bahwa mereka mengidap virus Hepatitis B, beberapa dari mereka berpotensi mendonorkan darahnya kepada orang yang benar-benar dapat menyebarkan infeksi melalui transfusi. Tujuan: Tujuan penelitian untuk mengetahui Hasil Pemeriksaan Hepatitis B Surface Antigen (HBsAg) Pada Darah Calon Pendonor Di Unit Palang Merah Indonesia Kabupaten Jombang. Metode: Jenis penelitian deskriptif. Populasi penelitian ini adalah 500 calon pendonor di unit Palang Merah Indonesia Kabupaten Jombang dalam 1 bulan. Sampel yang diambil sejumlah 50 calon pendonor di unit Palang Merah Indonesia Kabupaten Jombang. Penelitian ini menggunakan Consecutive sampling. Variabel penelitian ini hasil pemeriksaan HBsAg pada darah calon pendonor. Metode pemeriksaan menggunakan Chemiluminescence Immuno Assay. Teknik pengolahan data editing, coding, dan tabulating. Analisa data menggunakan analisis univariat deskriptif. Hasil: Hasil Pemeriksaan HBsAg yaitu hampir seluruh responden sebanyak 49 (98%) menunjukkan hasil non reaktif dan sebagian kecil responden sebanyak 1 (2%) menunjukkan hasil reaktif. Kesimpulan: Kesimpulan penelitian ini adalah Hasil Pemeriksaan Hepatitis B Surface Antigen (HBsAg) pada Darah Calon Pendonor di Unit Palang Merah Indonesia Kabupaten Jombang hampir seluruh responden non reaktif HBsAg dan sebagian kecil responden memiliki HBsAg reaktif.