Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

AYAT DAN HADIST TENTANG PERCERAIAN Habibulloh, Muh.; Hernas, Erika Putri; Nur'aini, Intan; Zakariya, Rizki
Dahzain Nur Vol 13 No 1 (2023): Dahzain Nur
Publisher : STAI YAPIS Takalar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69834/dn.v13i1.104

Abstract

Marriage is a worship that is loved by Allah SWT, but in carrying it out, every marriage will experience problems. When the problem cannot be resolved, the last resort that every couple will take is divorce (talak). This journal aims to explore the hadiths of the Prophet SAW. relating to divorce, outlining the law of divorce according to the opinion of the theologian.
Implementasi Teori Nasikh-Mansukh dalam Penetapan Hukum Fikih Pratiwi, Rindy Nadya; Habibulloh, Muh.
AKSIOMA : Jurnal Sains Ekonomi dan Edukasi Vol. 2 No. 12 (2025): AKSIOMA : Jurnal Sains, Ekonomi dan Edukasi
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/aksioma.v2i12.2029

Abstract

Islamic legal thought developed in line with the process of the revelation of Allah which did not come down all at once. Nasikh and Mansukh's theories are two things that refer to a method for eliminating, canceling and replacing laws in Islamic law. Nasikh is the cancellation, revocation, or legal replacement of the previous proposition to the next, newer proposition by adapting to the conditions at that time. Meanwhile, Mansukh is a proposition that is revoked, canceled or replaced by the new law. To explore the law in formulating fiqh provisions, you need to be able to understand the concept of nasikh-mansukh, because if you don't understand the concept correctly, it can lead to things that are not true. In terms of confirming jurisprudential law, the Nasakh-Mansukh theory has the right place as a scientific tool that can be used as a basis for establishing laws carefully, in accordance with developments, and based on valid arguments. This research uses library research methods with a qualitative approach. Data was obtained from scientific journals, books and scientific articles discussing Nasikh and Mansukh as well as fiqh studies. All data was analyzed using thematic analysis techniques by exploring, studying and analyzing references and figures' thoughts.
IMPLEMENTASI METODE TASK-BASED LANGUAGE TEACHING (TBLT) DALAM PEMBELAJARAN BAHASA ARAB DI UIN SAYYID ALI RAHMATULLAH TULUNGAGUNG Habibulloh, Muh.; Fariza, Anisa Latifatul; Sholeh, Muh Ibnu
Consilium: Education and Counseling Journal Vol 6 No 1 (2026): Edisi September- Maret
Publisher : Biro 3 Kemahasiswaan dan Kerjasama Universitas Abduracman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/consilium.v6i1.8030

Abstract

Pembelajaran Bahasa Arab di UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung memerlukan pendekatan yang mampu meningkatkan keterampilan berbahasa mahasiswa secara komunikatif. Salah satu pendekatan yang digunakan adalah Task-Based Language Teaching (TBLT). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi metode TBLT, mengkaji dinamika interaksi dan partisipasi mahasiswa dalam pembelajaran Bahasa Arab, serta mengidentifikasi tantangan dan strategi dosen serta mahasiswa dalam mengatasi kendala selama penerapan TBLT. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi pembelajaran, wawancara, focus group discussion (FGD), serta analisis dokumen dan tugas mahasiswa yang melibatkan dosen dan mahasiswa dari empat fakultas, yaitu FTIK, FASIH, FEBI, dan FUAD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi TBLT dilaksanakan melalui tahapan pre-task, task cycle, dan language focus secara konsisten dan kontekstual. Penerapan TBLT mendorong interaksi pembelajaran yang aktif dan kolaboratif, meningkatkan partisipasi mahasiswa, serta berkontribusi pada peningkatan keterampilan Bahasa Arab, khususnya keterampilan berbicara dan menulis. Namun demikian, penelitian ini menemukan beberapa tantangan, seperti perbedaan kemampuan awal mahasiswa, keterbatasan waktu pembelajaran, dan kesiapan dosen. Strategi yang diterapkan untuk mengatasi kendala tersebut meliputi diferensiasi tugas, pemberian scaffolding, pelaksanaan FGD sebagai forum reflektif dosen, serta penguatan kerja kolaboratif dan kemandirian belajar mahasiswa. Penelitian ini menyimpulkan bahwa TBLT berpotensi meningkatkan kualitas pembelajaran Bahasa Arab di perguruan tinggi apabila didukung oleh strategi pedagogis yang adaptif dan berkelanjutan.