Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis In Silico dan Aktivitas Antioksidan Senyawa Nano Kompleks Pada Daun dan Cabang Bidara (Ziziphus mauritiana Lamk ): In Silico Analysis and Antioxidant Activity of Nano Complex Compounds on Leaves and Branches of Bidara (Ziziphus mauritiana Lamk) Nisa, Kholisatun; Rahayu, Tintrim; Jayanti, Gatra Ervi
Jurnal SAINS ALAMI (Known Nature) Vol. 6 No. 1 (2023)
Publisher : FMIPA UNISMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/j.sa.v6i1.13077

Abstract

Bidara (Ziziphus mauritiana Lamk.) is a source of natural antioxidants that contain antioxidant compounds such as flavonoids, carotenoids, phenolic, and ascorbic acid. Antioxidants in this study were in the form of complex compounds without taking any of the compounds (single compounds). In addition to complex compounds, bidara with nano size can play a maximum role in carrying out its function as an antioxidant in the body. This study aims to determine the composition of active compounds that act as antioxidants in leaves, branches, and combinations of bidara leaves through in silico analysis and to determine the effectiveness of antioxidant tests on nano complex compounds of leaves, branches, and combinations of bidara leaves. In silico analysis of active compounds was carried out online using the Dr. website. Duke's Phytochemical and Ethnobotanical Databases, Passonline, Smiles and Stitch. Experimental research using freeze dry so that bidara becomes a nanometer-sized powder. The samples used were leaves, branches and a combination of leaves and branches tested by the 2,2 Diphenyl 1 picrylhydrazyl (DPPH) method. The results of the in silico analysis showed that there are 4 compounds in the bidara plant that act as antioxidants, namely caumarin and rutin in the leaves, batulinic-acid and ceanothic-acid in the branches. The experimental results showed that the antioxidant activity of the three treatments had differences in antioxidant effectiveness. The color change of DPPH indicates the presence of antioxidants, the color of the leaf sample from dark purple to yellow, the color of the branch sample from dark purple to light purple, and the sample of the combination of leaves from dark purple to yellowish cloudy white. The color change indicates that the combination of leaves and branches has high antioxidant activity, then leaves and finally branches. Microscopic observations showed the formation of crystals in the bidara powder. The crystal structure shows an orderly and organized pattern. The active compounds in bidara that act as antioxidants are caumarin, rutin, batulinic-acid, and ceanothic-acid. The combination of leaves and branches has a high antioxidant activity compared to leaves and branches. Keywords: bidara, In silico, complex compound, antioxidant activity.   ABSTRAK Bidara (Ziziphus mauritiana Lamk.) merupakan sumber antioksidan alami yang memiliki kandungan senyawa antioksidan seperti flavonoid, karotenoid, fenolik, dan asam askorbat. Antioksidan dalam penelitian ini berupa senyawa kompleks tanpa mengambil salah satu senyawanya (senyawa tunggal). Selain senyawa kompleks, bidara dengan ukuran nano dapat berperan maksimal dalam menjalankan fungsinya sebagai antioksidan di dalam tubuh. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui komposisi senyawa aktif yang berperan sebagai antioksidan pada daun, cabang, dan kombinasi daun-cabang bidara melalui analisis in silico serta untuk mengetahui efektivitas dari uji antioksidan pada senyawa nano kompleks daun, cabang, serta kombinasi daun-cabang bidara. Analisis senyawa aktif melalui in silico dilakukan secara online dengan menggunakan website Dr. Duke’s Phytochemical and Ethnobotanical Databases, Passonline, Smiles dan Stitch. Penelitian eksperimental dengan menggunakan freeze dry sehingga bidara menjadi serbuk berukunan nanometer. Sampel yang digunakan adalah daun, cabang dan kombinasi daun-cabang dan diuji dengan metode 2,2 Diphenyl 1 picrylhydrazyl (DPPH). Hasil analisis in silico terdapat 4 senyawa dalam tanaman bidara yang memiliki peran sebagai antioksidan yaitu caumarin dan rutin pada daun, batulinic-acid dan ceanothic-acid pada cabang. Hasil penelitian eksperimantal menunjukkan bahwa aktivitas antioksidan dari tiga perlakuan memiliki perbedaan efektivitas antioksidan. Perubahan warna DPPH menunjukkan adanya antioksidan, warna pada sampel daun dari ungu pekat menjadi kuning, warna pada sampel cabang dari ungu pekat menjadi ungu muda, dan sampel kombinasi daun-cabang dari ungu pekat menjadi putih keruh kekuningan. Perubahan warna tersebut menunjukkan bahwa kombinasi daun-cabang memiliki aktivitas antioksidan tinggi, kemudian daun dan terakhir cabang. Pada pengamatan mikroskop menunjukkan terbentuknya kristal dalam serbuk bidara. Struktur kristal menunjukkan pola yang teratur dan terorganisir. Senyawa aktif dalam bidara yang berperan sebagai antioksidan adalah caumarin, rutin, batulinic-acid dan ceanothic-acid. Kombinasi daun-cabang mempunyai aktivitas antioksidan yang tinggi dibandingkan daun dan cabang. Kata kunci: bidara, In silico, senyawa kompleks, aktivitas antioksidan.
Pengaruh Profitabilitas, Leverage, Inventory Intensity Terhadap Tax Avoidance (Studi pada Perusahaan Manufaktur Sektor Logam dan Sejenisnya yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) Periode 2022-2024 Nisa, Kholisatun
AKTIVITAS Jurnal Ilmiah Akuntansi Vol. 3 No. 2 (2025): AKTIVITAS
Publisher : Prodi Akuntansi Universitas Pamulang PSDKU Serang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/aktivitas.v3i2.50115

Abstract

Latar belakang pada kajian ini yaitu menurunnya pencapaian target penerimaan pajak negara, yang antara lain disebabkan oleh tingginya praktik penghindaran pajak di kalangan perusahaan. Capaian kajian ini guna memahami Pengaruh Profitabilitas, leverage, Inventory Intensity Terhadap Tax Avoidance Studi pada Perusahaan Manufaktur Sektor Logam Dan Sejenisnya yang          terdata di BEI Periode 2022-2024. Metode kajian yang dimanfatakan ialah metode kuantitatif asosiatif  yaitu     kajian untuk mengukur pengaruh antar variabel. Jenis data yang dipakai pada kajian ini ialah data sekunder, yakni laporan keuangan dan laporan tahunan perusahaan yang diperoleh berlandaskan www.idx.id. Kajian ini memakai sampel perusahaan yang tercatat di BEI selama rentang waktu 2022-2024. Dari populasi 226 perusahaan yang berada di bidang logam dan sektor terkait, diambil sampel sejumlah 13 perusahaan. Penentuan sampel dilaksanakan dengan memanfaatkan teknik purposive sampling. Data hasil kajian ini diolah dengan bantuan software SPSS Versi 26. Temuan kajian memperlihatkan bhawasanya profitabilitas berdampak pada tax avoidance, leverage tidak berdampak pada tax avoidance, Inventory intensity berdampak pada tax avoidance, dan Secara bersamaan antara profitabilitas, leverage serta inventory intensity berdampak pada tax avoidance. Kajian ini memperlihatkan bahwasanya praktik tax avoidance ditentukan oleh gabungan berbagai aspek keuangan perusahaan, dimana profitabilitas dan inventory intensity menjadi faktor yang paling berpengaruh.