Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pemeliharaan Benih Ikan Mas (Cyprinus carpio L.) dengan Frekuensi Pemberian Pakan Berbeda Di UPT BBI Sukorejo Gondang Legi Malang: Carp (Cyprinus Carpio L.) Seed Maintenance with Different Feeding Frequency AT UPT BBI Sukorejo Gondang Legi, Malang Ningsih, Fitriyah; Santoso, Hari; Laili, Saimul
Jurnal SAINS ALAMI (Known Nature) Vol. 5 No. 2 (2023)
Publisher : FMIPA UNISMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/j.sa.v5i2.15511

Abstract

In fish farming, it is necessary to pay attention to the difference in concentration between the environmental media and body fluids to maintain osmoregulation. Factors that affect the growth and survival of fish, in addition to feed, are water quality. Temperature can affect fish activity in growth, respiration, and reproduction. The high temperatures can reduce dissolved oxygen and affect the appetite of fish. The optimum temperature for fish appetite is 25 C – 35 C. This study aimed to compare the effect of different feed frequencies on the growth and survival of carp (Cyprinus carpio L.) at UPT BBI Sukorejo Gondang legi. The research method was direct practice in the field using a RAK, consisting of three treatments, namely: T1 = fed one time/day (pk 07.00), T2 = fed two times/day (pk 07.00 and pk 17.00), and T3 = fed three times/day (07.00 pk, 12.00 pk and 17.00 pk) with six replications. The results showed a significant difference in the feeding frequency, which differed from the carp's growth rate and survival. This study concludes that the frequency of feeding significantly affects the growth and survival of carp, where the best survival is the third treatment.   Keywords: feed efficiency, growth and survival of goldfish (Cyprinus carpio L)   ABSTRAK Budidaya ikan memerlukan perbedaan konsentrasi dari konsentrasi cairan tubuh dan media lingkungan hidup agar osmoregulasi bisa pertahankan. Faktor yang berpengaruh pada kelangsungan hidup dan pertumbuhan ikan mas adalah pakan, kualitas air, dan suhu. Suhu berpengaruh pada aktivitas ikan di proses pertumbuhan, pernapasan, serta proses reproduksi. Suhu paling sesuai untuk makan ikan berkisar 25 ᵒC – 35 ᵒC. Penelitian ini bertujuan membandingkan antara pengaruh pemberian pakan dengan frekuensi  berbeda terhadap kelulushidupan dan pertumbuhan ikan mas yang ada di UPT BBI Sukorejo Gondang legi. Penelitian ini bertempat di BBI Gondang Legi di bulan juni-juli 2021. Penelitian dilaksanakan memakai pratik langsung lapangan memakai RAK dengan  tiga perlakuan berikut : P1 = diberi pakan 1 kali/hari (pk 07.00), P2 = diberi pakan 2 kali/hari (pk 07.00 dan pk 17.00) dan P3 = diberi pakan 3 kali/hari (pk 07.00, pk 12.00  dan pk 17.00) dengan enam kali ulangan. Hasil penelitian menunjukkan angka laju pertumbuhan 95.00 dan kelangsungsan hidup 147.00 bahwa terdapat perbedaan signifikan terhadap frekuensi pemberian pakan yang berbeda terhadap kelangsungan hidup dan laju pertumbuhan ikan mas. Kesimpulan penelitian ini yaitu dengan frekuensi pemberian pakan berbeda maka akan  berpengaruh signifikan terhadap kelulushidupan serta pertumbuhan  ikan mas. Kelulushidupan paling baik ada diperlakuan ke tiga. Kata kunci : Efesiensi Pakan, Pertumbuhan dan kelulus hidupan Ikan Mas (Cyprinus carpio L)
Aplikasi Pupuk Organik Cair Berbasis Urine Kelinci sebagai Upaya untuk Meningkatkan Kualitas Tanah Pertanian di Desa Tangsil Wetan, Wonosari, Bondowoso: Application of Liquid Organic Fertilizer Based on Rabbit Urine to Increase the Quality of Agricultural Soil in Tangsil Wetan Village, Wonosari, Bondowoso Tamami, Akfani Jahval; Rayhan, Nevanda Shaquille; Syahrulita, Dita Crisma; Nabila, Cinta Rivani; Jamala, Tipta; Fitriyah, Azhaara Raihanah 'Urfatul; Hanafi, Mustika Intan Sahifah; Vania, Amanda; Farhan, Muhammad; Azhar, Adella Rahani; Ningsih, Fitriyah; Muflihah, Yeni Maulidah
PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 10 No. 7 (2025): PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/pengabdianmu.v10i7.9374

Abstract

The low nutrient content and acidic soil pH (pH 5) are a significant problem in Tangsil Wetan Village, Bondowoso, where most of the population works as farmers. This condition affects the growth and productivity of the farm's produce. To address this issue, we introduced liquid organic fertilizer derived from rabbit urine. The work was implemented in several phases: socialization, training in the production of rabbit urine-based liquid organic fertilizer, fertilizer application, and subsequent observation. The fertilizer production process involves fermenting rabbit urine mixed with molasses, EM4 liquid, and water for ten days. The resulting liquid fertilizer is then applied to the rice fields in three stages of spraying. We conducted observations to measure soil parameters, such as pH, before and after fertilizer application. The results indicated an improvement in soil conditions after the three sprayings, with a notable increase in soil pH from 5.0 to 5.4. However, the short-term impact on plants has been limited; consistent application is necessary to achieve maximum results.
Peningkatan Pemahaman Kewirausahaan Siswa melalui Pelatihan Pembuatan Jamu Empon-Empon dan Desain Kemasan di Sekolah Mitra PPG Yanti, Vitri; Kirana, Kartika Candra; Smaragdina, Azhar Ahmad; Fauzi, Kanzul Fikri; Zahera, Nurjihan Najma; Yudhistira W.P, Yudhistira W.P; Wulandari, Rizka Safitri; Ningsih, Fitriyah; Kulsum, Ummi; Latif, Rafika; Hanadayani, Nia Okta
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 5 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/dy2bbv26

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan kewirausahaan siswa melalui pelatihan pembuatan jamu empon-empon dan desain kemasan produk di SMP Negeri 15 Malang sebagai sekolah mitra PPG. Kegiatan dilatar belakangi oleh minimnya pemahaman siswa terkait pengolahan potensi lokal menjadi produk bernilai ekonomi, serta pentingnya strategi pemasaran sederhana melalui desain kemasan yang menarik. Metode pelaksanaan pelatihan menggunakan pendekatan partisipatif dan berbasis proyek (project-based learning) yang meliputi tahap persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Evaluasi dilakukan menggunakan instrumen pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman kewirausahaan siswa, serta penilaian kinerja untuk menilai kemampuan siswa dalam memproduksi jamu dan membuat desain kemasan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman kewirausahaan siswa, ditunjukkan oleh peningkatan nilai rata-rata pre-test sebesar 56,3 menjadi 82,1 pada post-test. Selain itu, sebanyak 85% siswa mampu memproduksi jamu empon-empon sesuai prosedur higienis dan 80% siswa mampu menghasilkan desain kemasan dengan kategori baik berdasarkan rubrik penilaian kreativitas dan fungsi kemasan. Dengan demikian, program pelatihan ini terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman kewirausahaan, keterampilan produksi, serta kreativitas siswa melalui integrasi pelatihan pembuatan jamu dan desain kemasan. Dokumentasi berupa foto dan video telah disiapkan sebagai media pembelajaran lanjutan. Program ini dinilai berhasil memperkuat pembelajaran kontekstual dan menumbuhkan semangat wirausaha sejak dini