Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Kemiskinan Budaya pada Penduduk Berpendapatan Rendah (Kasus pada Komunitas Taru, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat): Cultural Poverty in Low Income Community (Case in Taru Community, North Bogor District, Bogor City, West Java Province) Zahrah , Anisa Rizkia; Nuraini Wahyuning Prasodjo
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol. 7 No. 2 (2023): Juli
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.v7i2.1235

Abstract

Kemiskinan masih menjadi persoalan klasik dan semakin kompleks. Terminologi kemiskinan tidak hanya menyangkut dimensi ekonomi (material), namun juga dimensi budaya. Kemiskinan budaya yang dimaksud, berkenaan dengan gagasan, sikap dan praktik-praktik yang dinilai negatif serta secara tidak langsung menjerumuskannya pada kemiskinan ekonomi. Tujuan penulisan ini adalah menjelaskan bagaimana profil kemiskinan budaya pada satu komunitas berpendapatan rendah di kota Bogor. Kemiskinan budaya yang dimaksud di sini adalah pola nilai, keyakinan, sikap dan praktik khas yang berkembang di kalangan para individu dalam mengadaptasi dan mereaksi posisi marjinal mereka. Pola-pola perilaku ini seringkali tersosialisasi dari generasi ke generasi sehingga melanggengkan posisi marjinal mereka dalam lingkungan komunitasnya. Sikap dan praktik yang diamati berkenaan dengan 4 tema yaitu hakikat hidup, kerja, waktu, dan pemanfaatan sumberdaya. Pendekatan penelitian yang dipilih untuk menyelidiki gejala kemiskinan budaya ini adalah pendekatan kuantitatif (survei) dengan didukung data kualitatif. Responden penelitian adalah seluruh penduduk berpendapatan rendah (26 responden) pada Komunitas Taru, Kota Bogor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penduduk berpendapatan rendah cenderung bersikap moderat dalam memandang hidup, bekerja untuk orientasi kedudukan, dan cenderung hanya berorientasi ke masa kini. Sementara, tidak nampak budaya buruk dalam memanfaatkan sumberdaya. Mereka umumnya menunjukkan sikap hemat dan merawat sumberdaya.